INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Balai Besar Pembenihan Medan Sosialisasi Pencegahan Organisme Pengganggu Tanaman

Kamis, 10 September 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian, melakukan kegiatan Bimbingan Teknis tentang Pengenalan dan Penanganan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Tanaman Kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2020).

Acara itu menghadirkan guru besar Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah, Loekas Soesanto.
Kegiatan diisi dengan sesi pemaparan materi oleh Loekas Soesanto, sesi diskusi (tanya jawab) dan juga pemaparan tentang pengalaman petani selama ini sebagai petani kopi, cabai dan sayur-sayuran.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Sigit Wahyudi, dalam siaran persnya, Kamis (10/9/2020), menjelaskan, melalui kegiatan bimbingan teknis ini, petani kopi mampu mengenali gejala serangan OPT dan menerapkan teknik pengendalian secara PHT di kebunnya masing-masing. Sehingga program desa pertanian organik bisa semakin berkembang dan membentuk kawasan organik di desa tersebut.

“Bimbingan teknis tersebut tidak hanya dihadiri oleh petani kopi, tetapi juga petugas UPPT Tapsel dan pendamping lapangan dari Dinas Kabupaten Tapanuli Selatan,” kata Sigit.

Sementara itu, Loekas Soesanto, mengatakan, pengenalan OPT tanaman kopi, perbedaan gejala serangan OPT dan kekurangan unsur hara, serta teknik penanganan OPT dan kekurangan unsur hara tersebut dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Kita berharap, agar petani kopi di desa bisa menerapkan sistem pengendalian secara Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan menjadi “Dokter Tanaman” di kebunnya masing-masing,” harap Loekas.

Sesi diskusi dilanjutkan kunjungan ke beberapa kebun kopi petani yang terserang OPT. Beberapa OPT yang ditemukan seperti serangan nematoda, PBKo, karat daun, antraknose buah dan jamur akar. Selain serangan OPT, juga ditemukan kebun petani yang kekurangan unsur Magnesium. Beliau menjelaskan perbedaan gejalanya.

Karena desa tersebut telah dipilih dalam program pengembangan desa pertanian organik tahun anggaran 2020, maka beliau sangat mengharapkan agar petani mengurangi penggunaan bahan kimia bahkan tidak menggunakannya sama sekali. Karena bahan kimia dianggap bukan solusi, namun hanya akan merusak unsur hara mikro yang ada di dalam tanah.

Loekas juga memberikan solusi dengan menggunakan metabolit sekunder yang merupakan hasil pengujian beliau selama beberapa tahun.

Dalam hal ini beliau tidak bermaksud untuk menjual produk tersebut, namun mengajarkan kepada petani untuk membuatnya sendiri, karena selain mudah, bahan-bahan yang diperlukan bisa diperoleh dari alam. Ada pun bahan-bahan yang diperlukan seperti air leri, air kelapa, gula, keong dan akar putri malu.

Petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini mulai dari pemaparan materi, diskusi, praktik di lapangan dan pembuatan bahan yang disebut sebagai obat untuk mengendalikan OPT tanaman perkebunan, pangan dan hortikultura.

“Petani sangat berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini sering dilakukan sehingga petani tidak buta dalam pengenalan dan penanganan OPT tanaman kopi kedepannya. Hal ini merupakan tugas bagi balai untuk membantu petani di Prov. Sumatera Utara,” pungkas Loekas.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Melemah Jelang Rapat ECB

Indeks Stoxx600 turun 0,31 persen, DAX Jerman turun 0,04 persen, FTSE Inggris turun 0,61 persen, CAC Prancis turun 0,39 persen.

EKONOMI | 10 September 2020

Jakarta PSBB Kembali, IHSG Ditutup Melemah 5%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 5,01 persen ke kisaran 4.891,5 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020).

EKONOMI | 10 September 2020

Bursa Asia Ditutup Mixed, Indonesia dan Tiongkok Kompak Melemah

Nikkei Tokyo naik 0,88 persen, indeks Komposit Shanghai turun 0,61 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,65 persen, ASX 200 Australia naik 0,51 persen.

EKONOMI | 10 September 2020

Politisi Gerindra: IHSG Anjlok "Hal yang Biasa" dalam Era Pandemi

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan IHSG yang fluktuatif dalam zaman Covid-19 adalah hal biasa dalam situasi yang luar biasa.

EKONOMI | 10 September 2020

PII Berikan Penjaminan Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo

Penjaminan yang diberikan oleh PT PII tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor dalam berinvestasi.

EKONOMI | 10 September 2020

Terus Berkembang, Fintech Dapat Mendorong Pemulihan Ekonomi

Industri fintech Indonesia diperkirakan akan terus berkembang, didukung oleh jumlah penduduk usia kerja yang tinggi dan penetrasi internet yang pesat.

EKONOMI | 10 September 2020

Cigna Tawarkan Asuransi Terjangkau

Cigna Indonesia memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id.

EKONOMI | 10 September 2020

Awali Sesi II, IHSG Belum Lepas dari Tekanan Jual

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020), IHSG melemah 4,91 persen ke 4.896,66.

EKONOMI | 10 September 2020

5 Sektor Ini Diharapkan Dapat Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kelima sektor yang terus didorong tersebut antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan juga konstruksi.

EKONOMI | 10 September 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.765-Rp 14.852 per dolar AS.

EKONOMI | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS