Kemkop dan UKM Bersinergi dengan BPKP, Pastikan Penerima Banpres Produktif Usaha Mikro Tepat Sasaran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kemkop dan UKM Bersinergi dengan BPKP, Pastikan Penerima Banpres Produktif Usaha Mikro Tepat Sasaran

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 23:50 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, 17 Agustus 2020, pemerintah akan mulai menyalurkan program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres Produktif Usaha Mikro-PUM), sebesar Rp 2,4 juta bagi pelaku usaha mikro.

Ditargetkan akan ada sebanyak 12 juta hingga bulan September 2020 pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan tersebut. Kemkop dan UKM bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersinergi, untuk memastikan penerima Banpres Produktif Usaha Mikro tepat sasaran.

Menkop dan UKM, Teten Masduki, mengatakan, data menjadi kunci sukses agar Banpres PUM tepat sasaran. Untuk itu, pihaknya bersinergi dengan BPKP, dalam melakukan cleansing data penerima usaha mikro.

"Pertemuan ini terkait dengan program Banpres PUM. Melibatkan 12 juta pelaku usaha mikro. Tahap awal baru 9,1 juta penerima. Karena ini program Presiden, maka harus betul-betul clear and clean prosesnya. Kuncinya adalah data penerima," tegas Menkop dan UKM, Teten Masduki, usai bertemu dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, di kantor BPKP, Jakarta, Jumat (14/8/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Menurut Teten, kerjasama kedua belah pihak akan terus dilakukan, agar setiap bantuan dari pemerintah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tepat sasaran dan terserap dengan baik. Bahkan mulai Selasa (18/8/2020), kata Teten, tim BPKP akan berkantor di Kemkop dan UKM untuk memastikan data penerima clear and clean.

"Kami dari awal kerjasama dengan BPKP, untuk melakukan cleansing data. Ini akan terus dilakukan. Nanti tim BPKP akan ngantor ditempat kami, mulai Selasa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, cleansing data akan dilakukan agar persyaratan penerima Banpres Usaha Mikro sebesar Rp 2,4 juta kepada 12 juta penerima, terpenuhi.

Menurut Ateh, kriteria yang harus dipenuhi diantaranya adalah belum pernah menerima pinjaman dari perbankan, dan pelaku usaha mikro. "Cleansing data akan dilakukan secara teliti. Penerima ada persyaratannya, seperti non bankable, pelaku usaha mikro dan harus sebagai data baru," kata Ateh.

Ateh menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan pengecekan data, dengan sistem informasi kredit program (SIKP) di Kementerian Keuangan, hingga ke tingkat daerah, untuk memastikan penerima Banpres Produktif Usaha Mikro clear. Ia menegaskan, kerja sama tersebut untuk integrasi data agar tepat sasaran.

"Kita akan cek dulu datanya, termasuk dari SIKP di Kemenkeu. Kita juga minta data dari daerah.Cek semua di daerah. Banyak kerjanya. Intinya integrasi data. Kerjasama ini yang terpenting adalah tepat sasaran. Targetnya 12 juta penerima sampai September 2020," tegas Kepala BPKP.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pertamina EP Pastikan Percepatan Recovery CPP Gundih

Pertamina EP Asset 4 memastikan upaya percepatan recovery CPP Gundih selesai pada November 2020.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Ansy Lema: Ada Paradoks dalam Industri Sawit

Selama ini sawit hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar. Belum ada keberpihakan dan perlindungan negara kepada petani sawit.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Sambut HUT Ke-75 RI, PPI Gelar Pangan Murah Merdeka

Dalam rangka HUT ke-75 RI, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menggelar program Pangan Murah Merdeka.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Sandiaga Optimistis Sektor UMKM Pulih Paling Cepat

Menurut Sandiaga, sektor UMKM berkontribusi terhadap 60 persen perekonomian, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Hindari Empat Kesalahan Ini Saat Menggunakan Paylater

Sering kali pengguna paylater tidak memperhitungkan kemampuan bayar, sehingga angsuran terbengkalai.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

PTPP Tuntaskan Pembangunan Bandara NYIA

Pelaksanaan pembangunan New Yogyakarta International Airport dapat diselesaikan dalam waktu 8 bulan.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

PGN Tingkatkan Utilisasi LNG Untuk Kelistrikan

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding gas menjadikan pola pemanfaatan gas bumi pada pemenuhan kebutuhan gas di sektor pembangkit listrik sebagai

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Tingkatkan Ekspor, PPI Akselerasi Kiprah di Kancah Internasional

PPI kini tengah berupaya meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan dari Indonesia.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

PSBB Dilonggarkan, Permintaan BBM Naik 17%

Kondisi pandemi Covid-19 membuat permintan BBM turun 25 persen dibandingkan kondisi normal sebesar 140.550 di akhir 2019.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

10 Days Challenge 2020 BEI Periode II Jaring 1.254 SID Baru

Kompetisi 10 Days Challenge 2020 periode kedua yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia telah menjaring 1.254 single investor identification (SID) baru.

EKONOMI | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS