Kemdes PDTT Tetapkan Skala Prioritas Penerima BLT Dana Desa
INDEX

BISNIS-27 491.129 (9.06)   |   COMPOSITE 5612.42 (81.3)   |   DBX 1062.36 (2.51)   |   I-GRADE 161.886 (3.18)   |   IDX30 478.794 (9.24)   |   IDX80 126.714 (2.25)   |   IDXBUMN20 355.426 (7.44)   |   IDXG30 131.028 (1.68)   |   IDXHIDIV20 432.126 (7.33)   |   IDXQ30 139.823 (2.79)   |   IDXSMC-COM 243.691 (2.62)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (4.42)   |   IDXV30 122.487 (2.63)   |   INFOBANK15 946.8 (23.64)   |   Investor33 412.464 (7.97)   |   ISSI 165.112 (1.46)   |   JII 597.802 (5.64)   |   JII70 206.187 (2)   |   KOMPAS100 1134.88 (19.87)   |   LQ45 883.061 (16.63)   |   MBX 1552.46 (25.65)   |   MNC36 308.511 (5.59)   |   PEFINDO25 308.232 (6.64)   |   SMInfra18 281.756 (4.35)   |   SRI-KEHATI 352.482 (6.98)   |  

Kemdes PDTT Tetapkan Skala Prioritas Penerima BLT Dana Desa

Jumat, 24 Juli 2020 | 13:50 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) menetapkan skema prioritas calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk selanjutnya dijadikan pedoman ketentuan bagi seluruh pelaksana dalam menyalurkan BLT.

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar di Jakarta, Jumat (24/7/2020), mengatakan, dalam hal ini, ia menetapkan skema prioritas calon penerima bantuan untuk selanjutnya dijadikan pedoman ketentuan bagi seluruh pelaksana dalam menyalurkan BLT.

Dari skema yang telah ditetapkan tersebut, kata Halim, dipastikan penerima BLT Dana Desa terbanyak meliputi para petani dan buruh tani. Ia menargetkan setidaknya 88% anggaran BLT terserap untuk membantu petani dan buruh tani. Selebihnya, 4% untuk nelayan dan buruh nelayan. Sementara itu, buruh pabrik 2%, untuk guru 1% dan pedagang atau UMKM 5%.

Sesungguhnya, kebijakan BLT pemerintah merupakan respons untuk membantu masyarakat menghadapi dampak pandemi Covid-19. Namun, Halim ingin mempertajam daya guna agar kebijakan pemerintah tepat sasaran, berimplikasi strategis dan bernilai jangka panjang.

Utamanya, terhadap pembangunan ekonomi yang diidentifikasi sebagai aspek paling terdampak Covid-19. Sebagai representasi otoritas penentu kebijakan, kata Halim, pihaknya memahami betul peta pembangunan ekonomi masyarakat Indonesia.

Dimana, basis ekonomi nasional memiliki determinasi pada bidang pertanian yang - secara empirik- aktifitasnya lebih terkonsentrasi di kawasan pedesaaan. Sebagaimana keterangan Sosiolog Rahardjo (1999) yang mengutip Pakar Pedesaan Amerika Serikat Paul H Landis- bahwa desa dapat didefiniskan sebagai suatu lingkungan (ekonomi) yang penduduknya tergantung pada pertanian.

Dari keterangan di atas, semakin terlihat terang benang merah bahwa inisiatif Kemdes PDTT menjadikan petani dan buruh tani sebagai prioritas penerima bantuan bukan berangkat dari ruang yang kosong.

Seperti diketahui, Kemdes telah merilis data sebanyak 6. 862.968 perani dan buruh tani serta 315.028 nelayan dan buruh nelayan telah menerima BLT terhitung sejak 14 Juli 2020. Selebihnya, 156.954 buruh pabrik, 69.532 guru dan 394.345 pedagang atau pelaku UMKM.

Kesinambungan antara desa dengan aspek pertanian sangat beralasan. Banyaknya lahan dan dukungan geografis lainnya membuat mayoritas masyarakat yang mendiami pedesaan berprofesi sebagai petani.

Sehingga, pedesaan sangat identik dengan pengembangan ekonomi berbasis pertanian. Sejatinya, dapat disimpulkan bahwa gagasan tentang ketahanan pangan sangat bergantung pada bagaimana produktifitas pertanian desa. “Dan desa adalah lumbung ketahanan pangan yang sesungguhnya,” kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wakil Menteri BUMN I Kunjungi Pilot Project Food Estate Sukamandi

Pengembangan Food Estate untuk memacu pertumbuhan produksi beras nasional.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Milenial Harus Siap Jadi Pengusaha Sukses

Untuk merintis usaha bahkan menjadi entrepreneur atau wirausahawan, sukses tidak mungkin bisa diraih dengan instan.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Pengiriman Paket SiCepat Naik Jadi 650.000 Per Hari

Kinerja SiCepat di tahun 2020 meningkat 110 persen dengan pertumbuhan (month to month/MoM) rata-rata 4 kali lipat di setiap bulannya.

EKONOMI | 24 Juli 2020

PP Properti Rampungkan Pembangunan Olive Tower GDL

Proyek apartemen berkonsep resort dengan bentuk bangunan melengkung tanpa sudut setinggi 42 lantai ini, menambah deretan gedung pencakar langit di Surabaya.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.585

Kurs rupiah berada di level Rp 14.585 per dolar AS atau terdepresiasi 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.580.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Sesi I, IHSG Menyusut 0,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,91 persen ke kisaran 5.098,3 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2020).

EKONOMI | 24 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Menguji Kemampuan dan Kapabilitas CEO

Iconomics apresiasi peran CEO dalam melewati masa pandemi melalui ajang Best CEO- Employees’ Choice Award 2020.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Bizcom Indonesia Fasilitasi Peluang Investasi di Masa Pandemi

Bizcom Indonesia kembali menyelenggarakan Investor Gathering ke-37 dengan mengangkat tema Strategy and Opportunity during Pandemic.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.500

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (24/7/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.500.

EKONOMI | 24 Juli 2020

Rawan Aksi Ambil Untung, IHSG Dibuka Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,35 persen ke kisaran 5.127,09 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2020).

EKONOMI | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS