Kemperin Pulihkan IKM Perhiasan Jadi Andalan Ekspor
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Kemperin Pulihkan IKM Perhiasan Jadi Andalan Ekspor

Jumat, 5 Juni 2020 | 15:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian terus mendorong para pelaku industri kecil menengah (IKM) agar tetap bergairah menjalankan usahanya di tengah tekanan berat dari dampak pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang dipacu adalah IKM perhiasan, karena telah mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya.

“Selaku pembina industri, kami bertekad melakukan pengembangan kepada sektor IKM di dalam negeri supaya tetap eksis di saat pandemi Covid-19, di antaranya adalah IKM perhiasan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Gati menyebutkan, perhiasan merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan bagi Indonesia karena sumbangsihnya selama ini dapat mendongkrak nilai ekspor industri pengolahan nonmigas, yakni sebesar 1,55% sepanjang tahun 2019. Total ekspor sektor industri pada tahun lalu mencapai US$ 26,57 miliar. “Kemudian pada triwulan I tahun 2020, kontribusinya mencapai US$ 284,9 juta,” ungkapnya.

Bahkan, selama lima tahun terakhir (2015-2019), neraca perdagangan perhiasan terjadi surplus setiap tahunnya. “Total perdagangan perhiasan pada tahun 2019 sebesar US$ 2,073 miliar, terdiri dari ekspor yang menembus hingga US$ 1,957 miliar. Tahun lalu, terjadi surplus US$ 1,842 miliar,” imbuhnya.

Namun, pandemi Covid-19 membawa dampak negatif terhadap bisnis industri perhiasan, khususnya di daerah-daerah yang menjadi sentra emas dan perhiasan seperti di Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya.

“Industri perhiasan emas merupakan salah satu sektor yang cukup terdampak secara signifikan oleh efek domino pandemi ini. Alasannya, produk perhiasan bukan merupakan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, selain itu banyak toko emas fisik yang dilarang beroperasi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” papar Gati.

Oleh karena itu, guna membangkitkan kembali geliat sektor industri di tanah air, pemerintah telah memberikan berbagai kebijakan strategis dalam upaya mendukung sektor manufaktur, termasuk IKM.

Misalnya, pemberian stimulus fiskal mengenai keringanan pajak dan program restrukturisasi kredit. “Selain itu, kami telah mengusulkan skema stimulus fiskal untuk penurunan biaya dan menambah pembiayaan modal kerja sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” terangnya.

Di samping itu, Ditjen IKMA Kemenperin sedang bekerja sama dengan beberapa online marketplace untuk memkampanyekan produk-produk lokal guna mendorong penjualan pelaku usaha dan IKM, termasuk produk emas dan perhiasan.

Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) Eddy Susanto Yahya mengemukakan, penjualan perhiasan emas di pasar domestik turun drastis hingga 90% pada April 2020. Ini merupakan penjualan bulanan terendah sejak krisis moneter tahun 1998. Memasuki Mei 2020 atau bertepatan dengan bulan Ramadan, penjualan sedikit meningkat dibandingkan bulan April dengan rata-rata kenaikan 50%.

“Meski tidak boleh mudik untuk saling bersilaturahmi secara tatap muka, suasana Lebaran yang biasanya diwarnai dengan memakai perhiasan baru, masih terasa kental. Konsumen masih dapat membeli lewat toko emas yang menyediakan layanan online atau yang tetap masih buka secara fisik namun menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketat,” tuturnya.

Eddy menambahkan, kondisi pasar ekspor produk perhiasan emas tidak jauh berbeda dengan pasar domestik. “Pada bulan April, kemerosotan penjualan paling dirasakan signifikan. Hampir semua negara sedang mengalami puncak persebaran Covid-19, sehingga banyak negara tujuan ekspor emas dan perhiasan yang menerapkan lockdown dan menolak pengiriman,” tandasnya.

Namun, memasuki bulan Mei, ada beberapa negara yang telah mulai membuka pasar, seperti Hong Kong, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. “Beberapa produsen perhiasan anggota APPI mulai dapat mengirim pesanan, tetapi masih belum sebesar waktu-waktu normal. Namun demikian, penjualan di bulan Mei naik sebesar 50% dibandingkan bulan April,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kempupera Anggarkan Rp 70 Miliar Untuk Padat Karya Bedah Rumah di Sulteng

Kempupera siapkan dana Rp 70 Miliar bedah rumah di Jateng.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dana talangan dari pemerintah sekitar Rp 8,5 triliun kepada perseroan saat ini sudah selesai didiskusikan.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Matahari Perkuat Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi

Di jajaran komisaris Matahari Department Store bergabung Monish Mansukhani. Lalu, Terry O’Connor, Niraj Jain, dan Irwin Abuthan di jajaran direksi.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Perkasa! Rupiah Masuki Level Psikologis Rp 13.000-an

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 14.089 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Aksi Beli Warnai Mayoritas Bursa Asia Siang Ini

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 97,2 (0,43 persen) mencapai 22.793 poin.

EKONOMI | 5 Juni 2020

80% Emiten Bukukan Laba, Nilainya Capai Rp 403 Triliun

Total pendapatan perusahaan tercatat secara keseluruhan mencapai Rp 4.425 triliun.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Jeda Siang, IHSG Hilang 20 Poin ke 4.896

Sebanyak 198 saham naik, 196 saham melemah dan 135 saham stagnan.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Nasabah Bank Ina Akan Bisa Tarik Tunai di Indomaret

Bank Ina fokus menggarap segmen Small and medium-sized enterprises (SMEs) dan pembiayaan makro.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Bisnis Obat Resep Darya Varia Melonjak 31%

Pertumbuhan tersebut didorong produk-produk dalam kategori general medicine, critical care, dan skin care.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Emas Antam Naik Jadi Rp 888.000 Per Gram

Harga 250 gram: Rp 207,265 juta.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS