Alami Surplus Januari-April 2020, Ekspor Industri Pengolahan Naik 7%
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Alami Surplus Januari-April 2020, Ekspor Industri Pengolahan Naik 7%

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:32 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja ekspor dari industri pengolahan masih mencatatkan nilai positif meskipun di tengah tekanan pandemi Covid-19. Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga US$ 42,75 miliar atau naik sebesar 7,14% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Neraca perdagangan untuk industri pengolahan pada periode Januari-April 2020 adalah surplus sebesar US$ 777,34 juta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian (Kemperin), Janu Suryanto di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Janu menyebutkan, nilai ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020 tercatat mencapai US$ 9,76 miliar. Apabila dilihat dari volumenya, ekspor produk industri pengolahan pada bulan keempat tahun ini sebesar 8,49 juta ton atau naik sebesar 2,66% dibanding Maret 2020.

Ada pun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020, dengan menyentuh nilai US$ 2,35 miliar. “Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada bulan April 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar US$ 1,30 miliar atau memberi kontribusi sebesar 55,28%,” jelas Janu.

Sumbangsih lainnya, diikuti oleh sektor industri logam dasar sebesar US$ 2 miliar, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$ 1,06 miliar, serta industri kertas dan barang dari kertas US$ 564 juta.

Berikutnya, nilai ekspor industri karet, barang dari karet, dan plastik menembus US$ 501 juta, kemudian industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki US$ 463 juta, industri komputer, barang elektronik, dan optik US$ 417 juta, serta industri pakaian jadi US$ 397 juta.

“Pada bulan April 2020, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan dari Indonesia, diikuti oleh Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura, dan Korea Selatan,” ungkap Janu.

Apabila dilihat dari pertumbuhan secara tahunan (y-o-y), ekspor ke Singapura naik hingga 25,09%, Tiongkok menanjak sebesar 16,25%, dan Korea Selatan melonjak sekitar 5,59%.

Sementara itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemperin, Elis Masitoh, menyatakan, pelonggaran kebijakan lockdown di sejumlah negara tujuan ekspor akan menjadi momentum untuk menggenjot pengapalan alat pelindung diri (APD) dari Indonesia. "Ke depannya, kita akan bisa menjadi produsen APD atau masker kain untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia,” ujarnya.

Kemperin mendata, saat ini industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional memiliki kapasitas produksi APD hingga 54 juta unit per bulan. Adapun, kebutuhan di dalam negeri hanya sekitar 10 juta unit per bulan.

Elis menjabarkan, kebutuhan APD untuk petugas kesehatan mencapai 5,5 juta unit per bulan. Adapun, Kemenperin telah menyiapkan penyangga atau kebutuhan cadangan sekitar 5 juta—8 juta unit hingga akhir tahun ini. “Saat ini, produksi APD nasional kondisinya surplus hingga 40 juta unit APD per bulan,” ungkapnya.

Artinya, produksi APD bisa menjadi titik cerah bagi industri TPT untuk meningkatkan kinerjanya melalui capaian ekspor pada masa pandemi saat ini.

Elis menyebutkan, beberapa negara tujuan ekspor yang bersedia menyerap APD dari Indonesia, antara lain Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Menurutnya, industri yang akan mengekspor APD tersebut adalah pabrikan skala besar hingga sektor industri kecil menengah (IKM).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bendungan Meninting Tambah Pasokan Air Irigasi di Lombok

Kempupera tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Barat.

EKONOMI | 28 Mei 2020

KKP Usulkan Tambahan Anggaran Stimulus Nelayan Rp 1,024 Triliun

KKP menyatakan, tambahan anggaran stimulus nelayan ditujukan untuk beberapa sektor.

EKONOMI | 28 Mei 2020

PTPN XII Siap Terapkan Skenario New Normal

PTPN XII tengah fokus pada penerapan new normal sesuai arahan Menteri BUMN.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pelindo III Sediakan 50.000 Rapid Test Gratis

Pelindo III akan melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan bantuan rapid test gratis.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kempupera Salurkan Bantuan 40 Rusus untuk Masyakat Papua Barat

Kempupera membangun 40 Rusus tipe 36 tersebut dengan total anggaran Rp 7,64 miliar.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.715

Pelemahan rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang negara Asia lainnya

EKONOMI | 28 Mei 2020

BI Optimistis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2% PDB

Defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2020 mencapai US$ 3,9 miliar atau 1,42% dari PDB

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pengembang Siap Laksanakan New Normal

Era normal baru mendorong pengembang untuk tetap semangat membangun rumah bagi rakyat.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%

BNI Syariah sudah melakukan simulasi atas beberapa skenario dari dampak pandemi.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pariwisata Sehat, Aman, dan Berkualiats Makin Diminati

Harus dilakukan dengan teliti dan detail dengan masing-masing kepala daerah.

EKONOMI | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS