Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona

Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona

Rabu, 1 April 2020 | 14:10 WIB
Oleh : Lona Olavia / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi corona tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di belahan dunia lainnya. Sebagai warga negara tentunya masyarakat harus mematuhi apa yang telah dihimbau oleh pemerintah, guna menekan penyebaran virus corona, salah satunya adalah dengan tinggal #dirumahaja.

Namun, tinggal #dirumahaja untuk batas waktu yang tidak ditentukan memunculkan sejumlah persoalan baru, dari mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana.

Untuk itu, langkah pertama yang saat ini harus dilakukan adalah siapkan mental. Setiap orang harus menerima keadaan. Saat ini adalah kondisi darurat, tinggal #dirumahaja adalah opsi terbaik demi kebaikan bersama. Ketika kondisi mental baik, maka kita menjadi lebih siap dalam menghadapi permasalahan baru yang bisa muncul karena pandemi corona ini.

Tinggal #dirumahaja dikatakan Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga memunculkan permasalahan baru. Yang terdepan adalah membengkaknya pengeluaran rumah tangga.

Kebijakan #dirumahaja untuk pelajar dan karyawan pastinya memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil. Mau tidak mau kita harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain.

"Disinilah pentingnya memiliki dana darurat, kita bisa menggunakan sebagian dari dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra. Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat. Janganlah mengambil dari pos masa depan yang sudah kita siapkan. Yang bisa kita lakukan adalah mereview pengeluaran. Apa saja pos-pos yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra," katanya dalam siaran pers, Rabu (¼/2020).

Langkah pertama adalah membuat daftar pengeluaran rutin bulanan untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa kita stop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra kita.

Contohnya anggaran transportasi, dan pos gaya hidup seperti nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya, adalah biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Karena sudah jelas, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama kita menjalani masa #dirumahaja.

Langkah kedua, lanjut Krizia adalah menahan nafsu belanja. Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan ada segelintir masyarakat yang melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok. Padahal pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman. Jangan panik dan belanja sesuai kebutuhan.

Termasuk ketika berbelanja online. Kemudahan teknologi, dan terlalu lama tinggal di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online. Namun hati-hati, ini justru membuat kita menjadi keranjingan berbelanja, dan menambah pengeluaran rumah tangga.

"Bijaklah dalam berbelanja (online). Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant-merchant online yang banyak bertebaran selama masa #dirumahaja," imbaunya.

Kondisi saat ini, lanjutnya menyadarkan masyarakat betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah ketiga adalah tetaplah berinvestasi.

"Ketika kita menyesuaikan anggaran rumah tangga kita untuk menutupi biaya tambahan selama masa #dirumahaja, kita bisa mengurangi sedikit porsi investasi kita. Namun setelah masa penyesuaian berakhir, dan kita sudah bisa menutupi pengeluaran ekstra tersebut, sesuaikan kembali porsi investasi kita. Jika memungkinkan menambah porsi untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak kita miliki," jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kempupera Mulai Gulirkan Stimulus di Sektor Perumahan per 1 April 2020

Kempupera alokasikan anggaran bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp 1,5 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020

Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemperin Jaga Produktivitas Industri Mamin

Industri mamin jadi andalan dalam perekonomian nasional.

EKONOMI | 1 April 2020

Peduli Dampak Covid-19, Frisian Flag Sumbang 532.000 Produk Susu

Masyarakat perlu menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bernutrisi baik yang mengandung protein dan vitamin yang cukup.

EKONOMI | 1 April 2020

Berbalik, LPS Kini Berencana Naikkan Nilai Penjaminan Simpanan

LPS minta naikkan penjaminan simpanannya kepada KSSK.

EKONOMI | 1 April 2020

Biayai Penanganan Covid-19, BI Bisa Beli SUN dan SBSN di Pasar Perdana

BI diberi keleluasaan bantu pemerintah tangani Covid-19.

EKONOMI | 1 April 2020

Dana LPS Cukup untuk Likuidasi Bank

Dana LPS cukup untuk melikuidasi bank-bank yang akan gulung tikar.

EKONOMI | 1 April 2020

Bursa Asia Melemah Siang Ini

MSCI index pukul 12.50 WIB turun 17,7 poin (1,53 persen) mencapai 1.147,1.

EKONOMI | 1 April 2020

BI Jaga Kurs Tak Sampai Rp 17.500, apalagi Rp 20.000 Per Dolar AS

Dalam skenario berat di tengah ancaman corona, kurs bisa mencapai Rp 17.500 per dolar AS dan skenario sangat berat Rp 20.000 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

LPS Akan Diberikan Kewenangan Terbitkan Surat Utang

LPS akan diberi kewenangan untuk menerbitkan sendiri surat utang kepada investor dengan menggunakan mekanisme pasar.

EKONOMI | 1 April 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.325-Rp 16.457 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS