INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kempupera Mulai Gulirkan Stimulus di Sektor Perumahan per 1 April 2020

Rabu, 1 April 2020 | 14:01 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengalokasikan anggaran bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp 1,5 triliun untuk 175.000 rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal tersebut sebagai salah satu antisipasi dampak ekonomi akibat Covid-19 sesuai Kebijakan Stimulus Fiskal Presiden RI Joko Widodo, yang salah satunya dalam bidang perumahan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kempupera, Eko D. Heripoerwanto, mengatakan, bentuk stimulus fiskal tersebut berupa pengalokasian dana untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan tetap memberikan subsidi bantuan uang muka (SBUM) untuk KPR.

"SSB dan SBUM diharapkan akan operasional pada 1 April 2020 melalui Bank Pelaksana yang telah bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Saat ini tiga bank telah menyatakan minat sebagai bank pelaksana, yaitu Bank BTN, Bank BNI, dan Bank BRI. Kementerian PUPR masih membuka peluang bagi bank lain yang ingin bekerja sama, sehingga MBR mendapatkan kesempatan seluas-luasnya memanfaatkan jaringan bank di daerah untuk mengakses subsidi perumahan ini," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2020).

Ditambahkan Heri, dua skema pembiayaan tersebut kembali dihadirkan karena melihat kinerja tahun sebelumnya bahwa keduanya merupakan subsidi yang banyak diterima masyarakat diantara skema lainnya seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP ) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Menurutnya, manfaat yang didapatkan MBR dari SSB yaitu pembayaran angsuran KPR dengan suku bunga sebesar 5% per tahun selama 10 tahun. Pemerintah akan membayarkan subsidi sebesar selisih angsuran antara suku bunga pasar dari perbankan dengan angsuran yang dibayar debitur/nasabah.

"Khusus untuk pembelian rumah tapak, MBR akan mendapatkan manfaat tambahan yaitu pemberian sebagian uang muka KPR melalui SBUM sebesar Rp 4 juta dan khusus untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat mendapat SBUM sebesar Rp 10 juta," ungkap Heri.

Terkait dengan persyaratan untuk mendapat subsidi, antara lain dikatakan Heri, harus merupakan warga negara Indonesia (WNI) berpenghasilan maksimal Rp8 juta, belum punya rumah, dan belum pernah mendapat subsidi. "Melalui pemberian stimulus fiskal subsidi perumahan ini diharapkan dapat membantu MBR untuk mendapatkan rumah yang layak huni dan terjangkau, terutama pada masa sulit pandemi Covid-19," ujarnya.

Heri menyatakan, dengan adanya stimulus fiskal subsidi perumahan melalui SSB dan SBUM pada tahun 2020 ini, secara keseluruhan target Pemerintah dalam pemberian fasilitasi bantuan pembiayaan perumahan kepada sebanyak 330.000 rumah tangga MBR diharapkan dapat tercapai.

"Jumlah tersebut terdiri dari KPR FLPP sekitar 88.000 rumah tangga MBR (diluar percepatan penyaluran pada tahun 2019), BP2BT sebanyak 67.000 rumah tangga MBR, dan KPR SSB sebanyak 175.000 rumah tangga MBR," tutur Heri.

Dikatakan, per tanggal 30 Maret 2020, total debitur KPR FLPP sebanyak 12.375 rumah tangga MBR. "Pemerintah berupaya semaksimal mungkin membantu MBR agar dapat memenuhi salah satu kebutuhan pokok kehidupan, yaitu tempat tinggal," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemperin Jaga Produktivitas Industri Mamin

Industri mamin jadi andalan dalam perekonomian nasional.

EKONOMI | 1 April 2020

Peduli Dampak Covid-19, Frisian Flag Sumbang 532.000 Produk Susu

Masyarakat perlu menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bernutrisi baik yang mengandung protein dan vitamin yang cukup.

EKONOMI | 1 April 2020

Berbalik, LPS Kini Berencana Naikkan Nilai Penjaminan Simpanan

LPS minta naikkan penjaminan simpanannya kepada KSSK.

EKONOMI | 1 April 2020

Biayai Penanganan Covid-19, BI Bisa Beli SUN dan SBSN di Pasar Perdana

BI diberi keleluasaan bantu pemerintah tangani Covid-19.

EKONOMI | 1 April 2020

Dana LPS Cukup untuk Likuidasi Bank

Dana LPS cukup untuk melikuidasi bank-bank yang akan gulung tikar.

EKONOMI | 1 April 2020

Bursa Asia Melemah Siang Ini

MSCI index pukul 12.50 WIB turun 17,7 poin (1,53 persen) mencapai 1.147,1.

EKONOMI | 1 April 2020

BI Jaga Kurs Tak Sampai Rp 17.500, apalagi Rp 20.000 Per Dolar AS

Dalam skenario berat di tengah ancaman corona, kurs bisa mencapai Rp 17.500 per dolar AS dan skenario sangat berat Rp 20.000 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

LPS Akan Diberikan Kewenangan Terbitkan Surat Utang

LPS akan diberi kewenangan untuk menerbitkan sendiri surat utang kepada investor dengan menggunakan mekanisme pasar.

EKONOMI | 1 April 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.325-Rp 16.457 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

187 Saham Naik, IHSG Sesi Siang Menguat ke 4.555

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 31.781 miliar saham senilai Rp 3,555 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS