INDEX

BISNIS-27 447.922 (-1.99)   |   COMPOSITE 5096.45 (-20.33)   |   DBX 966.383 (-6.2)   |   I-GRADE 139.404 (-0.63)   |   IDX30 427.333 (-1.57)   |   IDX80 113.424 (-0.46)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.8)   |   IDXG30 119.109 (-0.51)   |   IDXHIDIV20 379.033 (-1.4)   |   IDXQ30 124.381 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.24)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.88)   |   IDXV30 108.161 (-1.14)   |   INFOBANK15 830.634 (-3.57)   |   Investor33 372.738 (-1.03)   |   ISSI 150.924 (-0.45)   |   JII 548.46 (-1.45)   |   JII70 187.38 (-0.52)   |   KOMPAS100 1019.47 (-4.22)   |   LQ45 787.196 (-2.22)   |   MBX 1409.36 (-5.12)   |   MNC36 279.413 (-0.86)   |   PEFINDO25 280.307 (-0.15)   |   SMInfra18 241.86 (-0.5)   |   SRI-KEHATI 315.824 (-1.06)   |  

Biayai Penanganan Covid-19, BI Bisa Beli SUN dan SBSN di Pasar Perdana

Rabu, 1 April 2020 | 13:33 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, beberapa poin perluasan kewenangan yang diatur antara lain memberikan keleluasaan Bank Indonesia (BI) untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangka panjang di pasar perdana, guna membantu Pemerintah membiayai penanganan dampak penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan.

"Kewenangan BI membeli SUN/SBSN di pasar perdana ini bukan sebagai first lender, melainkan sebagai last lender. Dalam hal ini ketika pasar tidak bisa menyerap kebutuhan penerbitan SUN maupun SBSN, baik jumlahnya maupun kalau menyebabkan suku bunga terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi, tentu saja ini tidak hanya membebani fiskal, tetapi juga tidak rasional. Di sinilah BI bisa membeli SUN atau SBSN di pasar perdana yang perlu dimasukkan di dalam Perppu,” kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (1/4/2020).

Selanjutnya adalah BI diberi kewenangan untuk membeli repo surat berharga yang dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk biaya penanganan permasalahan solvabilitas bank sistemik dan bank selain bank sistemik, dan juga memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pembiayaan likuiditas jangka pendek berdasarkan prinsip syariah kepada bank sistemik atau bank selain bank sistemik.

“Ini adalah sebagai langkah-langkah antisipatif, belum tentu terjadi. Misalnya nanti kalau LPS memerlukan likuditas, memerlukan biaya di dalam menangani masalah di perbankan, untuk itu sebagai langkah antisipatif di sini BI diperbolehkan dalam kondisi yang tidak normal ini kemudian membeli secara repo surat-surat berharga yang dimiliki LPS, supaya LPS bisa melakuakn fungsi-fungsinya. Kita akan mencegah supaya ini tidak terjadi. Tetapi kalau pun terjadi, Perppu ini sudah memungkinkan,” jelas Perry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dana LPS Cukup untuk Likuidasi Bank

Dana LPS cukup untuk melikuidasi bank-bank yang akan gulung tikar.

EKONOMI | 1 April 2020

Bursa Asia Melemah Siang Ini

MSCI index pukul 12.50 WIB turun 17,7 poin (1,53 persen) mencapai 1.147,1.

EKONOMI | 1 April 2020

BI Jaga Kurs Tak Sampai Rp 17.500, apalagi Rp 20.000 Per Dolar AS

Dalam skenario berat di tengah ancaman corona, kurs bisa mencapai Rp 17.500 per dolar AS dan skenario sangat berat Rp 20.000 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

LPS Akan Diberikan Kewenangan Terbitkan Surat Utang

LPS akan diberi kewenangan untuk menerbitkan sendiri surat utang kepada investor dengan menggunakan mekanisme pasar.

EKONOMI | 1 April 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.325-Rp 16.457 per dolar AS.

EKONOMI | 1 April 2020

187 Saham Naik, IHSG Sesi Siang Menguat ke 4.555

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 31.781 miliar saham senilai Rp 3,555 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020

Selamatkan Warga di Desa, Presiden Jokowi Diminta Bentuk Bank Pangan

Dengan adanya bank pangan setiap desa atau kelurahan secara mandiri menyiapkan kebutuhan pangan dengan mengutamakan penyerapan hasil pangan di wilayahnya.

EKONOMI | 1 April 2020

Masih Terkendali, Inflasi Maret 0,10%

Inflasi tahun kalender berjalan (Januari–Maret) 2020 sebesar 0,76 persen.

EKONOMI | 1 April 2020

Skenario Terburuk, Konsumsi Rumah Tangga Hanya Tumbuh 1,6%

Pengeluaran konsumsi rumah tangga tadinya ditargetkan di APBN tumbuh 5% sebagai komponen pembentuk PDB.

EKONOMI | 1 April 2020

Menkeu: Imbas Corona Investasi Bisa Merosot Minus 4%

Konsumsi domestik diperkirakan tumbuh 3,2 persen hingga 1,6 persen.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS