Kempupera Kembangkan Teknologi Mortar Busa untuk Infrastruktur Tanah Lunak
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Kempupera Kembangkan Teknologi Mortar Busa untuk Infrastruktur Tanah Lunak

Senin, 24 Februari 2020 | 17:35 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / Edi Hardum

Jakarta, Beritasatu.com - Sekitar 20 juta hektar (ha) atau sekitar 10% dari luas total daratan Indonesia adalah tanah lunak. Penyebaran tanah lunak umumnya dijumpai pada daerah dataran pantai, antara lain di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, pantai timur Pulau Sumatera, pantai selatan Pulau Kalimantan, pantai timur Pulau Kalimantan, pantai selatan Pulau Sulawesi, pantai barat Pulau Papua dan pantai selatan Pulau Papua.

Kondisi ini membuat daya dukung tanah rendah sehingga tidak dapat menyokong struktur bangunan di atasnya dengan baik, seperti membuat jalan amblas dan keretakan gedung. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) mengembangkan Teknologi Mortar Busa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam siaran persnya, Senin (24/2/2020) mendorong para peneliti untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi penyediaan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat dengan tetap memperhatikan kriteria murah, mudah, cepat dan berkelanjutan.

“Hasil-hasil Litbang sangat penting untuk mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur melalui inovasi-inovasi yang lebih murah, lebih cepat dan lebih baik, ” kata Basuki.

Mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak yang dikembangkan oleh Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

Mortar busa memiliki berat yang ringan di mana massa jenis maksimum 0,8 ton/m3 untuk lapis base dengan UCS minimum 2.000 kilogram/cm2, serta massa jenis maksimum 0,6 ton/m3 untuk lapis sub-base dengan UCS minimum 800 kilogram/cm2. Seperti mortar beton, mortar busa juga memiliki sifat memadat sendiri.

Keunggulan dari teknologi ini di antaranya adalah dapat menghemat dana hingga 60% - 70% dan dapat menghemat waktu pengerjaan hingga 50% jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional. Selain itu juga ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit material konstruksi terutama bahan alam.

Salah satu pemanfaatan teknologi mortar busa ini adalah Jalan Layang Antapani di Bandung, Jawa Barat. Jalan Layang Antapani merupakan pilot project teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. CMP adalah pengembangan teknologi mortar busa yang dikombinasikan dengan struktur baja bergelombang. Pekerjaan lainnya antara lain Flyover Klonengan di Tegal dan Flyover Manahan di Solo.

Teknologi mortar busa ini digunakan sebagai pengganti timbunan tanah, atau sub base yang biasanya dipakai tanpa memerlukan lahan yang lebar karena dapat dibangun tegak dan tidak memerlukan dinding penahan serta tidak perlu alat pemadat karena dapat memadat dengan sendirinya.

Penggunaan baja bergelombang, selain mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan jalan layang juga lebih efisien secara pembiayaan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Ditutup Turun, Eropa Dibuka Melemah

Bursa Asia Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 8 poin (0,28 persen) mencapai 3.031.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kemkop dan UKM Tingkatkan Daya Saing UMKM di Destinasi Wisata Super Prioritas

Kemkop dan UKM lakukan konsolidasi perkuat KUMKM.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Insentif untuk Maskapai Masih Dibahas

Pemberian insentif untuk maskapai masih dibahas oleh pemerintah.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kemhub Imbau Maskapai Optimalkan Rute Domestik

Kemhub mengimbau maskapai mengoptimalkan rute domestik, guna mengantisipasi utilitas pesawat.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi 112 Poin ke Rp 13.872

Kurs rupiah berada di level Rp 13.872 per dolar AS atau terdepresiasi 112 poin (0,81 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.760.

EKONOMI | 24 Februari 2020

320 Saham Terkoreksi, IHSG Merosot 1,28%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,28 persen ke kisaran 5.807,05 pada akhir perdagangan hari ini, Senin (24/2/2020).

EKONOMI | 24 Februari 2020

Warga Desa Antusias Gunakan Pelet Kayu sebagai Alternatif Energi Bersih

Rintisan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) biomassa/pelet kayu sebagai alternatif energi bersih sudah dijalankan di enam lokasi oleh PT EMI.

EKONOMI | 24 Februari 2020

BKPM Yakin Omnibus Law Cipta Kerja Bisa Perbaiki EODB

RUU Cipta Kerja yang disusun dengan metode omnibus law diyakini bisa memperbaiki peringkat Indonesia dalam kemudahan berbisnis ke peringkat 40.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Telkom Perluas Penetrasi Layanan ke Wilayah 3T

Telkom memperluas jaringan penetrasinya hingga ke wilayah 3T di Indonesia.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Omnibus Law Cipta Kerja Belum Final, Pemerintah Masih Buka Ruang Dialog

Omnibus Law yang telah diserahkan Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan merupakan hasil final dari RUU tersebut.

EKONOMI | 24 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS