Sepanjang 2019, Sektor Industri Unggulan Tumbuh Melesat
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Sepanjang 2019, Sektor Industri Unggulan Tumbuh Melesat

Kamis, 6 Februari 2020 | 17:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / Edi Hardum

Jakarta, Beritasatu.com - Industri tekstil dan pakaian jadi menunjukkan kinerja yang gemilang sepanjang tahun 2019 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,35%. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang terus membaik di tengah tekanan kondisi ekonomi global. Pertumbuhan signifikan di sektor industri tekstil dan pakaian jadi ditopang oleh meningkatnya produksi pakaian jadi di sentra-sentra industri.

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian sebagai satu dari lima sektor manufaktur yang menjadi prioritas dalam pengembangannya. Terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0, karena dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, akan mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (6/2/2020).

Agus mengungkapkan, sektor industri tekstil dan produk testil (TPT) juga mencatat nilai ekspor sepanjang tahun 2019 yang mencapai US$ 12,9 miliar. Sebagai salah satu sektor padat karya, sektor tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,73 juta orang.

Oleh karena itu, Kemperin menjalankan beberapa langkah untuk terus meningkatkan kinerja sektor tersebut, antara lain dengan mendorong perluasan akses pasar serta merestrukturisasi mesin dan peralatan. “Jadi, untuk menggenjot daya saing industri TPT, banyak hal yang kami pacu. Misalnya, memudahkan ketersediaan bahan baku dan pasokan energi,” sebutnya.

Sektor industri nonmigas lainnya yang juga tumbuh optimal pada 2019 adalah industri kertas, dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 8,86% yang sejalan dengan meningkatnya permintaan luar negeri.

Selanjutnya industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 8,38% yang pertumbuhannya didorong oleh peningkatan produksi bahan kimia, barang dari kimia, serta produk farmasi, obat kimia, dan obat tradisional.

Kemudian, industri furnitur mencapai 8,35% yang dipengaruhi peningkatan permintaan luar negeri sehingga mendorong tumbuhnya ekspor. Sementara, industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan stabil sebesar 7,78%, didukung oleh peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Seperti disampaikan Badan Pusat Statistik, perekonomian global pada Triwulan IV-2019 diperkirakan masih lemah dan belum stabil akibat masih lemahnya perdagangan global dan investasi. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 tumbuh sebesar 5,02% dibandingkan tahun 2018.

Optimistis

Agus optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi, serta kinerja industri manufaktur Tanah Air yang akan terus membaik, bahkan mampu mencapai target pertumbuhan hingga 5,3%. Terlebih bila didukung dengan penetapan harga gas untuk industri yang diharapkan maksimal sebesar US$ 6 per million metric british thermal unit (MMBTU).

“Sebelumnya, kami menyampaikan tujuh isu di sektor industri yang harus ditindaklanjuti, apabila isu harga gas untuk industri bisa diselesaikan, pemerintah optimistis dengan target pertumbuhan sektor industri,” sebut Agus.

Agus mengungkapkan, selain itu kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas terhadap terhadap total PDB 2019 mencapai 17,58%. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor industri masih terus konsisten memberikan kontribusi terbesar pada perekonomian nasional.

“Terlebih, aktivitas industri membawa efek ganda yang luas bagi peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor,” ucapnya.

Sementara itu, ekspor sektor industri pada Januari-Desember 2019 tercatat sebesar US$ 126,57 miliar dan menyumbang 75,5% dari total ekspor Indonesia.

Lima sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan sepanjang tahun 2019, yaitu industri makanan yang menyetor hingga US$ 27,16 miliar atau berkontribusi sebesar 21,46%.

Selanjutnya, industri logam dasar US$ 17,37 miliar (13,72%). Berikutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia tercatat US$ 12,65 miliar (10%), industri pakaian sebesar US$ 8,3 miliar (6,56%), serta industri kertas dan barang dari kertas yang menyetor US$ 7,27 miliar (5,74%).

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kinerja industri manufaktur, Kemperin tengah menjalankan berbagai langkah strategis sebagai upaya meningkatkan nilai ekspor dari sektor industri pengolahan.

Di antaranya melalui peningkatan daya saing dan penyiapan produk unggulan. Kemudian, pemanfaatan free trade agreement (FTA) seperti percepatan negosiasi FTA, perluasan ke pasar nontradisional, dan inisiasi FTA bilateral sesuai kebutuhan industri.

“Kami juga melaksanakan program promosi internasional melalui pendampingan promosi dan ekspor, meningkatkan kapasitas produsen untuk ekspor, serta melakukan link and match dengan jejaring produksi global. Selanjutnya, memberikan dukungan fasilitas seperti fasilitasi pembiayaan ekspor, pendampingan kasus unfair trading, dan penurunan hambatan ekspor (NTMs),” tegas Agus.

Disamping itu, pada April 2020 mendatang Indonesia juga menjadi official partner country pada ajang Hannover Messe 2020 di Jerman. Kesempatan ini merupakan momentum baik untuk memperkenalkan kesiapan industri Indonesia di era industri 4.0, mempromosikan kerja sama investasi dan ekspor sektor industri, serta memperkuat kerja sama bilateral dengan Jerman maupun dengan negara-negara lain yang berorientasi pada inovasi teknologi.

“Kehadiran pada perhelatan tersebut tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang menjadi official partner country, tetapi juga mendukung upaya national branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menpupera: Tarif Tol Japek Atas-Bawah Akan Sama

Jalan bebas hambatan ini, dijadwalkan selesai pada pekan kedua Februari 2020.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Kemperin Cetak Operator Robotik dan IKM Cokelat

Kemperin terus fasilitasi ketersediaan tenaga kerja industri yang kompeten.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Batik Air Datangkan 5 Pesawat Airbus A320 Tahun Ini

Pesawat A320 seri terbaru dinilai lebih hemat bahan bakar dibandingkan generasi pendahulunya.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Indef Sebut Ekonomi Indonesia Mengarah ke Sektor Jasa

Pertumbuhan sektor jasa jauh lebih tinggi dibandingkan sektor industri.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Indef: Kontribusi Ekonomi Digital Belum Signifikan

Indef melihat kontribusi ekonomi digital pada saat ini cenderung hanya menjadi 'jualan'.

EKONOMI | 6 Februari 2020

IHSG Bertambah 8 Poin, Kapitalisasi Saham ASII dan HMSP Naik

Astra International Tbk (ASII) mengalami kenaikan tertinggi Rp 100 (1,56 persen) mencapai Rp 6.500 dengan kapitalisasi pasar Rp 263,1 triliun.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Erick Thohir dan Sandiaga Bahas Pengelolaan BUMN

Keduanya membahas seputar pengelolaan BUMN yang profesional dan transparan.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Harga Bawang Putih di Medan Meroket

Selama ini, pasokan bawang putih dari Tiongkok mendominasi pasar tradisional.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Mantan Menkeu JB Sumarlin Meninggal di Usia 87 Tahun

Pada masa Revolusi, JB Sumarlin ikut bergerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia (PMI) dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jawa Timur.

EKONOMI | 6 Februari 2020

Indef: Kinerja 100 Hari Kabinet Baru di Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2019 di bawah ekspektasi.

EKONOMI | 6 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS