BMKG : Waspadai Potensi Hujan Lebat di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

BMKG : Waspadai Potensi Hujan Lebat di Indonesia

Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:04 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan akan dilanda hujan lebat disertai angin kencang hingga esok, Minggu (26/1/2020). Potensi hujan lebat tersebut akan terjadi di Sumatera Barat, Lampung, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat.

Sedangkan hari ini, Sabtu (25/1/2020), potensi hujan lebat dapat terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Untuk wilayah Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua diprediksi masih berpeluang terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Minggu (26/1/2020).

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo mengatakan, saat ini faktor pengaruh eksternal dari luar wilayah Indonesia tidak ada. Namun tetap waspada potensi hujan lebat.

Meski begitu, tentu kondisi hujan di setiap wilayah akan berbeda. Sebab di Indonesia memiliki 342 zona musim (zom), di mana periode musim hujan ataupun musim kemaraunya bisa berbeda dalam setiap periodenya.

"Misalnya saja pada periode musim hujan atau musim kemarau meski periodenya sama namun intensitasnya akan bisa berbeda di setiap wilayah. Bisa saja ada yang lebih basah saat musim hujan, atau lebih kering saat musim kemarau," katanya di Jakarta, Sabtu (25/1).

Untuk itulah lanjutnya, BMKG terus melakukan monitoring prakiraan cuaca jangka pendek (cuaca harian) 1-3 hari dengan tingkat akurasi (validasi) 80 persen.

Bahkan untuk memperbarui prakiraan tersebut, BMKG juga memonitor dengan skala yang lebih singkat tiga jam sebelum kejadian berupa peringatan dini dengan tingkat akurasi 90 persen.

Hal ini kata Prabowo harus dilakukan karena dari prakiraan cuaca itu bisa berubah cepat karena faktor alam. faktor yang mempengaruhi berupa faktor global hingga lokal.

"Kita akan monitoring faktor global, regional, meso (skala di atas lokal) dan lokal. Kalau keempat-empatnya muncul maka akan memberikan sinyal yang kuat terhadap prakiraan cuaca," ucapnya.

Namun jika tidak muncul keempat faktor tadi, maka akan dilihat faktor mana yang lebih dominan.

Oleh karena itu makin cepat periode perubahan, maka kondisi akan berubah cepat sekitar 3-5 jam. Oleh karena itu diperlukan sistem peringatan dini.

Ia menambahkan, saat ini yang teramati dari keempat faktor itu perubahannya sangat cepat.

Fenomena global seperti madden julian oscalliation (MJO) atau gangguan awan, hujan, angin dan tekanan udara yang melintasi kawasan tropis, La Nina (kondisi banyak hujan), El Nino (kondisi minim hujan) yang biasanya muncul tujuh tahun, kini bisa muncul dalam kurun waktu 4-5 tahun.

Prabowo mencontohkan, tahun 1997-1998 hanya satu tahun berselang El Nino diikuti La Nina terjadi lebih cepat dari peluang kemunculannya dalam periode tiga tahunan. Kondisi yang tidak jauh berbeda terjadi kembali di tahun 2015-2016 meski intensitasnya tidak sekuat tahun 1997-1998, tapi periode musim hujan memanjang di tahun 2016, setelah sebelumnya di tahun 2015 terjadi El Nino.

Dari monitoring BMKG diperkirakan fase basah MJO akan kembali terjadi di akhir Januari hingga awal Februari 2020. Kondisi monsoon Asia atau fenomena perubahan iklim secara ekstrem yang terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara secara ekstrem di kawasan daratan India dan Lautan Hindia dan seruakan dingin (cold surge) akan muncul. Kondisi ini tentu akan menambah curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

"Saat hujan lebat pada 1 Januari 2020, pada 28 Desember 2019 teramati ada lonjakan cold surge. Kemudian juga teramati pada 11 Januari dan muncul pada 15 Januari 2020. Kemarin, Jumat (24/1/2020) juga muncul tapi tidak dominan," paparnya.

Dari kondisi prakiraan cuaca saat musim hujan, BMKG juga mengingatkan perlunya mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi (banjir, longsor dan puting beliung).

Ditambah lagi adanya faktor perubahan lingkungan yang terjadi hampir merata di sejumlah wilayah. Penebangan pohon yang berfungsi sebagai resapan air turut mempengaruhi sulitnya air hujan terserap ke dalam tanah dan justru menjadi air limpasan run off.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Yayasan Pendidikan Astra Komitmen Ikut Ciptakan SDM Unggul

Cakupan dari sistem SCS ini antara lain standardisasi media ajar, kolaborasi media ajar, dan pembelajaran digital.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Saat Barongsai Gubernur Jateng Minta Angpao kepada Wakil Wali Kota...

Aksi kocak gubernur itu berhasil membuat ribuan warga tergelak dengan polahnya memainkan kesenian khas Negeri Tirai Bambu itu.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Ketua MPR: Imlek Momentum Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Toleransi

Ketua MPR: Imlek Momentum Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Toleransi

NASIONAL | 25 Januari 2020

Menteri PAN dan RB Bantah Penghapusan Tenaga Honorer di Daerah

Tjahjo juga menegaskan kepada pemerintah daerah masing-masing agar menyiapkan pos anggaran jika ingin melakukan perekrutan tenaga honor.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Penumpang Bandara Juanda Meningkat Saat Imlek

Pada hari Rabu (22/1/2020) total trafik 42.657 penumpang dengan rincian di terminal 1 sebanyak 31.226 dan di Terminal 2 sebanyak 11.431 orang.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Petugas Kesehatan Awasi Ketat Kedatangan Pesawat Luar Negeri

Setiap penumpang pesawat yang masuk ke terminal kedatangan dideteksi suhu tubuhnya.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Perayaan Imlek di Sumut Berlangsung Aman

Sumut merupakan miniaturnya Indonesia.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Gapasdap Kecewa Penyesuaian Tarif Penyeberangan Ditentang Kemhub

Bambang menjelaskan, usulan tarif baru relatif kecil dan tidak membebani masyarakat.

NASIONAL | 25 Januari 2020

BP3TKI Pekanbaru Sinyalir Kapal Tenggelam Bawa TKI Ilegal

Dugaan TKI ilegal semakin diperkuat karena kapal yang tenggelam berangkat dari Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis pada malam hari.

NASIONAL | 25 Januari 2020

Seekor Paus Berukuran 20 Meter Terdampar di Rote

Warga sudah melaporkan hal itu ke Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN).

NASIONAL | 25 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS