Airlangga: Pemerintah Belum Memutuskan Beli Vaksin AstraZeneca
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Airlangga: Pemerintah Belum Memutuskan Beli Vaksin AstraZeneca

Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kabar pemerintah batal membeli vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh AstraZeneca tidak sepenuhnya benar. Karena hingga saat ini pemerintah memang belum memutuskan untuk membeli vaksin dari AstraZeneca.

“Berita tersebut tidak sepenuhnya benar, karena kita belum putuskan,” kata Airlangga Hartarto dalam acara Update KPCPEN tentang Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Airlangga menjelaskan AstraZeneca menjadi salah satu kandidat vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia.

AstraZeneca menjadi kandidat karena beberapa alasan. Pertama, penelitiannya sedang di-resume di negara lain. Kedua, salah satu vaksin yang harganya mendekati harga publik. Ketiga, dapat memproduksi vaksin dalam volume yang besar.

Namun, kata Airlangga, ketersediaan vaksin AstraZeneca tidak dalam waktu dekat. "Dia baru masuk di kuartal kedua tahun depan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, arahan Presiden Jokowi terhadap vaksin-vaksin seperti AstraZeneca, Novavax dan lainnya harus tetap dikaji. Serta harus dilihat sesuai dengan kebutuhan yang ada di Indonesia. Juga dilihat kerja samanya ke depan, apakah bisa di produksi di dalam negeri atau tidak.

Karena, Airlangga menambahkan, orientasi pemerintah dalam pengadaan vaksin adalah dilakukan dengan bentuk kerja sama, yakni diperoleh bibit dan kemudian dapat diproduksi oleh Bio Farma. Dicontohkan vaksin Sinovac diproduksi di Bio Farma. "Sehingga tentu harus ada skill ability-nya yang diperlukan sesuai kebutuhan dan kapasitas pabrik yang ada. Menurut Menristek, kapasitas kita cukup luas,” jelas Airlangga.

Saat memberikan keterangan pers pada Senin (12/10/2020), Airlangga menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana sebesar US$ 250 juta untuk pengadaan 100 juta vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Uang sebesar itu untuk uang muka atau down payment (DP).

“Sekarang Menkes maupun Menteri BUMN sedang negosiasi final dengan AstraZeneca. Dan kita menyiapkan untuk pengadaan 100 juta dan untuk itu diperlukan down payment sebesar 50 persen atau 250 juta dolar AS,” kata Airlangga yang ketika itu memberikan keterangan seusai rapat terbatas mendengarkan laporan Komite PCPEN secara virtual.

Kabar penundaan pengadaan vaksin AstraZeneca datang dari bekas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemkes, Achmad Yurianto. Achmad Yurianto kepada IDN Times menyatakan bahwa Indonesia tidak jadi memesan karena AstraZeneca tidak ingin bertanggung jawab jika terjadi kegagalan produksi vaksin.

Indonesia batal membayar DP senilai US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,67 triliun. Disebutkan bahwa dalam kontrak kesepakatan dengan AstraZeneca disebutkan belum ada produksi vaksin. Uang muka yang dibayarkan akan digunakan untuk membangun produksi di Thailand.

Selain itu, disebukan pula bila terjadi kegagalan dalam produksi vaksin maka pihak pengembang vaksin tidak boleh disalahkan. Itulah alasan mengapa Indonesia tidak jadi memesan.

Sehari setelah pernyataannya, Yuri dicopot dari jabatannya dan digeser ke jabatan staf ahli menteri bidang teknologi kesehatan dan globalisasi.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, enggan berkomentar terkait kabar batalnya pembelian vaksin AstraZeneca.

Ia hanya menegaskan kandidat-kandidat vaksin yang akan digunakan di Indonesia saat ini penggunaannya masih dalam pembahasan oleh jajaran pemerintahan. “Sehingga lebih baik kita menunggu rilis resmi dari pihak terkait yaitu Kemkes dan Kementerian BUMN,” kata Wiku.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Kembangkan Enam Versi Vaksin Covid-19

Masalah platform yang berbeda ini bergantung pada teknologi yang dikuasai oleh masing-masing institusi atau peneliti.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Prof Wiku: Vaksin Perlindungan Kedua Setelah 3M

Kunci keberhasilan menangani pandemi ini ada pada masyarakat, yakni senantiasa patuh menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Kasus Stunting di Jambi Masih Tinggi

Tingginya kasus stunting di Jambi banyak dipengaruhi pemberian asupan gizi yang belum maksimal.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Rumah Tempat Berlibur Paling Aman

Jika ada kebutuhan mendesak untuk ke luar rumah, Wiku mengingatkan agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan selama berada di luar rumah.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Video Aliansi Dokter Dunia Misinformasi

Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengklarifikasi konten video pernyataan dari Aliansi Dokter Dunia tentang Covid-19. Menurutnya video itu tergolong misinformasi.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

WOM Finance Berikan Donasi Alat Kesehatan di 3 RSUD

WOM Finance menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada 3 RSUD yang ada di wilayah DKI Jakarta

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Bibit Vaksin Merah Putih Siap Diujikan ke Hewan

Setelah itu, bibit vaksin yang dianggap sudah teruji pada hewan rencananya akan diserahkan kepada Biofarma guna diproduksi dalam skala kecil.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Pentingnya Konsumsi Buah di Masa Pandemi

Pemenuhan gizi sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi berbagai penyakit di masa pandemi.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.520, Kasus Positif di Indonesia Jadi 396.454

Kasus baru di Indonesia bertambah 3.520, dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (27/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 396.454.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Penerapan Protokol Kesehatan Jangan Kendor

YLKI meminta pemerintah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 setelah momen libur panjang.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS