Jokowi: Jangan Sampai Vaksin Covid-19 Didemo Seperti UU Cipta Kerja
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Jokowi: Jangan Sampai Vaksin Covid-19 Didemo Seperti UU Cipta Kerja

Senin, 19 Oktober 2020 | 12:56 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin pengadaan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi menjadi seperti Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang mendapatkan resistensi publik karena kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi.

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas (ratas) Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2020)

Presiden meminta pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi tidak dilakukan tergesa-gesa. Ia menekankan, terlebih dahulu harus dibangun komunikasi publik, terutama terkait halal dan haram dari vaksin tersebut, sehingga tidak ada kesalahpahaman dalam diri masyarakat, seperti yang terjadi pada UU Ciptaker.

“Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa kejadian kayak Undang-Undang Cipta Kerja,” katanya.

Meski tidak semua informasi mengenai vaksin harus disampaikan ke publik, Jokowi mengharapkan jajaran kementerian/lembaga mempersiapkan komunikasi publik dengan baik. Mulai dari hal yang berkaitan dengan halal dan haram, harga, kualitas hingga distribusi vaksin tersebut.

"Saya harapkan betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publiknya," terang Jokowi.

Proses-proses komunikasi publik, lanjut Jokowi, harus disiapkan secara hati-hati. Terutama yang berkaitan dengan kelompok warga yang mendapatkan vaksin gratis dan mandiri (bayar sendiri).

“Siapa yang gratis, Siapa yang mandiri? Dijelaskan betul. Harus detail ini. Ini jangan sampai nanti dihantam oleh isu, dipelintir kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo-demo lagi, karena sekarang memang masyarakat pada posisi yang sulit,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, titik kritis dari vaksinasi nanti adalah saat implementasi. Ia menegaskan tahap implementasi tidak mudah. Karena itu, proses vaksinasi dan prioritas warga yang mendapatkan vaksinasi harus dijelaskan secara transparan kepada masyarakat.

“Jangan menganggap mudah implementasi, tidak mudah, prosesnya seperti apa. Siapa yang pertama disuntik terlebih dahulu, kenapa dia harus dijelaskan betul kepada publik," ujar Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden: Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Libur Panjang Akhir Oktober

Pengalaman libur panjang 1,5 bulan yang lalu setelah itu terjadi kenaikan kasus agak tinggi.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Vaksin Sinovac Aman tetapi Khasiatnya Kurang Maksimal

Uji klinis biasanya dilakukan 8 bulan. Namun, karena dalam kondisi darurat, proses pemantauan dipangkas jadi 3 bulan sehingga khasiatnya belum sampai 100%.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Suplemen Kolagen Bantu Atasi Risiko Penuaan Dini

Mulai usia 25 tahun, produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 40 Juta

Rinciannya, kasus Covid-19 di dunia kini berada di angka 40.056.551 (jumlah kasus aktif 8.988.911).

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kepatuhan Minum Obat Penderita Jantung Harus Ditingkatkan

Kepatuhan dan keteraturan minum obat penderita penyakit jantung masih rendah dan harus ditingkatkan. Hal ini sangat penting dilakukan demi kesembuhan penderita.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Publik Anggap Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Cukup Terkendali

Dari hasil survei diketahui, sebanyak 51,8 persen responden menganggap penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup terkendali.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

16 Provinsi Laporkan Jumlah Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru

Data Kementerian Kesehatan pada hari ini, 18 Oktober melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 4.105, sedangkan kasus sembuh bertambah 3.732.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Klaster Unjuk Rasa Sulit Dilacak

"Kalau saya perhatikan, peserta aksi memang tidak peduli dengan pencegahan penularan,” kata epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Riris Andono Ahmad.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Ini Sebaran 4.105 Kasus Covid-19 pada 18 Oktober

Dari total kasus baru Covid-19 sebanya 4.105, DKI Jakarta masih menjadi yang terbanyak dengan laporan tambahan kasus baru sebanyak 971.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.105, Kasus Positif di Indonesia Jadi 361.867

Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.732 sehingga total menjadi 285.324 dan kasus meninggal bertambah 80 menjadi 12.511.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS