INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Stok Logistik WNI yang Tertahan di Wuhan Mencukupi

Sabtu, 25 Januari 2020 | 09:57 WIB
Oleh : DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Stok logistik seperti makanan dan kebutuhan dasar lain bagi 93 warga negara Indonesia yang tertahan di Kota Wuhan, Tiongkok, masih mencukupi.

"Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) telah membangun jalur komunikasi melalui WeChat untuk terus memonitor keadaan," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha melalui pesan singkat, Sabtu (25/1/2020).

Sebanyak 93 WNI berada di Wuhan, hingga Jumat (24/1) pukul 11.00 waktu setempat atau 25 jam setelah penutupan semua pintu keluar-masuk Ibu Kota Provinsi Hubei berlaku efektif pada 23 Januari 2020 pukul 10.00 untuk mencegah penyebaran virus korona tipe baru.

"Sampai saat ini tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit virus korona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus," kata Ketua PPIT Cabang Wuhan, Nur Musyafak dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Menurut dia, hampir seluruh pihak kampus di Wuhan melakukan berbagai upaya pencegahan dengan membagikan masker, sabun cair, dan termometer gratis kepada setiap mahasiswa.

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun meminta semua WNI di Wuhan agar tidak panik.

Pemerintah RRT memastikan kebutuhan hidup masyarakat Wuhan selama penutupan berlangsung terpenuhi.

Sebelumnya KBRI Beijing mencatat 428 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei dan 200 di antaranya di Wuhan. Namun sebagian besar sudah pulang ke Tanah Air untuk mengisi liburan musim dingin yang bertepatan dengan musim libur Tahun Baru Imlek dan libur semester.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 41 Orang

Penularan ke sesama manusia telah diawasi.

DUNIA | 25 Januari 2020

Prancis Konfirmasi Dua Kasus Wabah Virus Korona

Buzyn juga mengatakan dua kasus virus korona itu menjadi temuan pertama yang dikonfirmasi di Eropa.

DUNIA | 25 Januari 2020

Di Davos, CEPI Janji Percepat Pengembangan Vaksin Virus Korona

CEPI akan memulai tiga program untuk mengembangkan vaksin melawan virus korona.

DUNIA | 24 Januari 2020

Virus Korona Diduga Ditularkan Lewat Sup Kelelawar

Sup kelelawar yang terkenal di kota Wuhan adalah perantaranya.

DUNIA | 24 Januari 2020

Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 25 Orang

Ada 830 kasus orang terpapar virus tersebut dan 25 orang meninggal.

DUNIA | 24 Januari 2020

Anti-Infiltration Act untuk Memperkuat Pertahanan Demokrasi Taiwan

Anti-infiltration Act merupakan respon Legislatif Yuan terhadap "5 usulan Xi" yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok.

DUNIA | 24 Januari 2020

Virus Korona Sampai di Arab Saudi, Seorang Perawat Terinfeksi

Kerajaan Arab Saudi pada Rabu mengatakan pihaknya akan mulai menyaring penumpang yang datang dari Tiongkok.

DUNIA | 24 Januari 2020

1 Juta Penduduk Singapura Adalah Warga Malaysia

Sementara itu, pendatang asal Indonesia mencakup 6,4 persen dari populasi di Singapura.

DUNIA | 22 Januari 2020

Di Davos, Trump Kecam Aktivis Lingkungan

Dia menggambarkan para aktivis sebagai “penerus dari para peramal bodoh masa lalu".

DUNIA | 22 Januari 2020

Trump Ajak Para Pemimpin Dunia Lindungi Warga Masing-masing

Kebijakan America First membuat AS terjebak sengketa dagang, tetapi di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS melesat.

DUNIA | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS