Logo BeritaSatu

Untuk Misi Kemanusiaan, Uni Eropa Hadir Kembali di Afghanistan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Brussels, Beritasatu.com- Uni Eropa (UE) menyatakan pada Jumat (21/1/2022) telah membangun kembali kehadiran fisik di Afghanistan untuk tujuan kemanusiaan. Seperti dilaporkan Reuters, UE menekankan tidak secara resmi mengakui pemerintahan yang dipimpin Taliban.

Pernyatan UE adalah pengumuman pertama oleh kekuatan Barat sejak 27 negara Uni Eropa. Banyak pemerintah menarik staf dan diplomat dari Afghanistan saat Kabul jatuh ke tangan kelompok Islam garis keras Taliban pada Agustus lalu.

"Uni Eropa telah mulai membangun kembali kehadiran minimal staf Delegasi UE internasional untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan memantau situasi kemanusiaan," ujar juru bicara Komisi Eropa untuk urusan luar negeri Peter Stano.

Dalam satu cuitan Twitter, seorang juru bicara kementerian luar negeri Taliban sebelumnya mengatakan bahwa para pejabatnya telah mencapai kesepahaman dengan UE, yang "secara resmi membuka kedutaannya dengan kehadiran permanen di Kabul dan praktis memulai operasi".

Juru bicara Uni Eropa berhenti mengatakan misi telah secara resmi dibuka kembali.

"Kehadiran minimal kami di Kabul tidak boleh dilihat sebagai pengakuan. Ini juga telah dikomunikasikan dengan jelas kepada otoritas de facto," katanya.

Pada Jumat, kementerian luar negeri Norwegia mengatakan telah mengundang perwakilan Taliban ke Oslo pada 23 Januari untuk berbicara dengan perwakilan masyarakat internasional dan anggota masyarakat sipil Afghanistan.

Pemerintah secara global telah bergulat dengan bagaimana menghindari secara resmi mengakui Taliban, yang berkuasa pada 15 Agustus ketika pasukan asing menarik diri, sambil bekerja untuk membendung krisis kemanusiaan yang berkembang di Afghanistan.

Banyak negara telah meningkatkan bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk kebutuhan mendesak dan sebagian besar melewati saluran pemerintah. Sebagian besar bantuan pembangunan ke negara itu telah terputus dan pembatasan ketat ditempatkan pada sektor perbankan karena sanksi terhadap anggota kelompok milisi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penumpang Kereta Api Wajib Masker dan Tak Perlu Antigen

Penumpang kereta api (KA) wajib menggunakan masker, tetapi tidak perlu tes antigen jika sudah divaksin lengkap atau dosis ketiga (booster).

NEWS | 19 Mei 2022

Korea Utara Laporkan Ratusan Ribu Kasus Covid-19 Baru

Korea Utara (Korut) melaporkan penambahan ratusan ribu kasus infeksi Covid-19 ke beban pandemi yang terus meningkat.

NEWS | 19 Mei 2022

PAN Optimistis Usung Ridwan Kamil dalam Pilpres 2024

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya optimistis mencalonkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju dalam Pilpres 2024.

NEWS | 19 Mei 2022

Bahas HAM dengan BEM Trisakti, Moeldoko Dapat Apresiasi

Kesediaan Kepala Staf Presiden Moeldoko menemui BEM Trisakti mendapatkan apresiasi dari generasi muda.

NEWS | 19 Mei 2022

Perkara Ade Yasin, KPK Telusuri Pengumpulan Uang dari SKPD Bogor

Perkara Ade Yasin, KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri pengumpulan uang dari SKPD Bogor.

NEWS | 19 Mei 2022

Taiwan Berharap Bisa Ikut Pertemuan WHA Pekan Depan

Taiwan akan terus bekerja dengan seluruh dunia untuk memastikan bahwa semua menikmati hak asasi manusia atas kesehatan.

NEWS | 19 Mei 2022

1 Terduga Teroris Jaringan MIT Poso Menyerahkan Diri

Satu terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial MRW (22) menyerahkan diri ke polisi.

NEWS | 19 Mei 2022

Lautan di Dunia Alami Tingkat Paling Asam dalam 26.000 Tahun

Lautan di dunia berada di tingkat terpanas dan paling asam dalam 26.000 tahun. Perang di Ukraina mengancam komitmen iklim global.

NEWS | 19 Mei 2022

Satgas Pamtas Yonif 126/KC Temukan Ladang Tanaman Ganja

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC Kolakopsrem 172/PWY menemukan ladang ganja seluas kurang lebih 400 meter persegi di jalan lintas Jayapura Wamena

NEWS | 19 Mei 2022

Elon Musk Mengaku Tak Lagi Dukung Partai Demokrat AS

Elon Musk mengaku tidak bisa lagi mendukung Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), dan akan memilih Partai Republik.

NEWS | 19 Mei 2022


TAG POPULER

# Lin Che Wei


# UAS


# Cabul


# Atribut Keagamaan


# Tes Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tiket VIP Formula E Habis, VVIP Terjual di Atas 50%

Tiket VIP Formula E Habis, VVIP Terjual di Atas 50%

NEWS | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings