Logo BeritaSatu

PM Inggris Akhiri Aturan Ketat Pembatasan Covid

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis (20/1/2022), mengumumkan berakhirnya langkah-langkah aturan ketat pembatasan Covid-19 yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran cepat varian Omicron. Seperti dilaporkan Reuters, Inggris berupaya hidup berdampingan dengan Covid-19 setelah mengalami puncak kasus.

Inggris adalah negara pertama yang membatasi perjalanan internasional atas varian Omicron, meningkatkan alarm tentang mutasinya, dan pada bulan Desember memberlakukan saran bekerja di rumah, lebih banyak memakai masker dan izin vaksin untuk memperlambat penyebarannya.

Tetapi saat kasus melonjak ke rekor tertinggi, rawat inap dan kematian tidak meningkat pada tingkat yang sama. Sebagian kondisi itu disebabkan peluncuran vaksin penguat Inggris dan tingkat keparahan varian yang lebih rendah.

“Banyak negara di seluruh Eropa telah mengalami karantina musim dingin lebih lanjut, tetapi pemerintah mengambil jalan yang berbeda,” kata Johnson kepada anggota parlemen.

Johnson mengklaim pemerintah Inggris telah mengambil keputusan terberat dengan benar dan jumlah pasien yang masuk ke perawatan intensif sudah turun.

Pendekatan Johnson untuk menghindari karantina wilayah dan hidup dengan virus kontras dengan pendekatan tanpa toleransi terhadap Covid-19 di Tiongkok dan Hong Kong, dan pembatasan yang lebih ketat di banyak negara Eropa lainnya.

“Ilmuwan kami percaya bahwa kemungkinan gelombang Omicron kini telah mencapai puncaknya secara nasional karena kampanye pendorong yang luar biasa, bersama-sama dengan cara publik menanggapi langkah-langkah Rencana B, kita bisa kembali ke Rencana A,” ujarnya.

Johnson mengatakan tidak ada yang disebut langkah-langkah Rencana B yang akan masih berlaku, karena masker wajah tidak akan diberlakukan secara hukum di mana pun, izin Covid-19 tidak akan wajib dan saran untuk bekerja dari rumah akan berakhir.

PM Inggris telah menghadapi kritik atas penanganan pandemi secara keseluruhan, dan Inggris telah melaporkan 152.513 kematian, total tertinggi ketujuh secara global. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara telah mengikuti langkah-langkah anti-coronavirus mereka sendiri, umumnya dengan pembatasan yang lebih ketat, tetapi juga mulai melonggarkannya.

Johnson berharap untuk mengatur ulang agendanya menyusul kehebohan atas pertemuan saat masa karantina di kantornya. Dia mengaku menghadiri pesta di taman kantor dan kediaman Downing Street pada Mei 2020 saat pertemuan justru dilarang.

Pencabutan langkah-langkah Rencana B, bersama dengan navigasi Omicron-nya tanpa menggunakan karantina wilayah yang ketat, dapat membantunya menenangkan penentang keras pembatasan di kaukusnya sendiri di tengah kemelut partai.

Sepertiga dari 15 juta kasus di Inggris telah dilaporkan sejak awal Omicron. Sebaliknya, Inggris telah melaporkan 5 persen kematian akibat Covid-19 sejak varian itu diidentifikasi pada akhir November.

“Idenya adalah dengan benar-benar mencoba untuk memberikan banyak dorongan pada program vaksin penguat, akan mungkin untuk menjalankannya tanpa metode yang paling memaksa,” ujar Profesor Francois Balloux dari Institut Genetika Universitas College London, kepada Reuters.

“Dalam hal morbiditas dan mortalitas, saya pikir ini mungkin merupakan keputusan yang tepat,” tambah Balloux.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Tanaman Cabai

Peningkatan produktivitas tanaman cabai turut menjadi menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan).

NEWS | 23 Mei 2022

Kapal Feri Cepat di Filipina Terbakar, 7 Orang Tewas

Kapal feri cepat di Filipina yang membawa 134 penumpang terbakar pada Senin (23/5/2022), yang menewaskan tujun (7) orang penumpang.

NEWS | 23 Mei 2022

Kolonel Pengawal Revolusi Iran Tewas, Agen Israel Ditangkap

Perwira Pengawal Revolusi Iran berpangkat kolonel tewas dibunuh di Teheran, yang diduga melibatkan agen Israel yang ditangkap.

NEWS | 23 Mei 2022

Tiongkok Disebut Banyak Penjarakan Etnis Uighurdi Xinjiang

Berdasarkan dokumen yang diverifikasi oleh Associated Press, Tiongkok memenjarakan lebih dari 10.000 nama orang Uighur.

NEWS | 23 Mei 2022

Cemindo Gemilang Luncurkan Inovasi Semen Anti-Lembab

PT Cemindo Gemilang Tbk (Perseroan) meluncurkan Semen Merah Putih Watershield dengan keunggulan, yaitu anti-lembab, mencegah karat dan korosi.

NEWS | 23 Mei 2022

Temuan 26 Kasus, 5.000 Warga Beijing Dikirim ke Pusat Karantina

5.000 warga Kota Beijing, Tiongkok, dikirim ke pusat karantina terpadu setelah ditemukan 26 kasus positif Covid-19.

NEWS | 23 Mei 2022

Anthony Albanese Dilantik Menjadi PM Ke-31 Australia

emimpin Partai Buruh, Anthony Albanese, pada Senin (23/5/2022) dilantik sebagai perdana menteri (PM) ke-31 Australia.

NEWS | 23 Mei 2022

KPK Kembali Tegaskan Tidak Berhenti Buru Harun Masiku

KPK berkomitmen dalam menuntaskan tiap perkara korupsi yang tengah ditangani oleh lembaga anti rasuah itu, termasuk menangkap Harun Masiku. 

NEWS | 23 Mei 2022

Mulai Hari Ini, Dani Ramdan Kembali Pimpin Kabupaten Bekasi

Dani Ramdan akan dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bekasi pada Senin 23 Mei 2022 di Bekasi, Jawa Barat.

NEWS | 23 Mei 2022

Moeldoko Jamin Keluhan Publik Pasti Ditindaklanjuti

Moeldoko menjamin bahwa seluruh pengaduan dari masyarakat mengenai kebijakan publik pasti akan ditindaklanjuti.

NEWS | 23 Mei 2022


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemendes PDTT: Ini Kondisi Pedesaan 23 Tahun Lagi

Kemendes PDTT: Ini Kondisi Pedesaan 23 Tahun Lagi

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings