Logo BeritaSatu

Aung San Suu Kyi Dijatuhi Hukuman Tambahan 4 Tahun Penjara

Selasa, 11 Januari 2022 | 18:10 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Pengadilan junta militer di Myanmar menjatuhkan hukuman tambahan empat tahun penjara kepada pemimpin terguling Aung San Suu Kyi pada Senin (10/1/2022). Seperti dilaporkan AP, Suu Kyi dinyatakan bersalah karena mengimpor dan memiliki walkie-talkie secara ilegal serta melanggar pembatasan virus corona.

Bulan lalu, Suu Kyi divonis atas dua dakwaan lain dan dijatuhi hukuman penjara empat tahun, yang kemudian dikurangi separuhnya oleh kepala pemerintahan yang dibentuk militer.

Kasus-kasus itu termasuk di antara sekitar puluh dakwaan yang diajukan terhadap peraih Nobel Perdamaian berusia 76 tahun itu sejak tentara merebut kekuasaan Februari lalu. Militer menggulingkan pemerintahan terpilih Suu Kyi dan menangkap anggota-anggota penting dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi.

Jika terbukti bersalah atas semua tuduhan, Suu Kyi bisa dihukum lebih dari 100 tahun penjara. Pendukung Suu Kyi dan analis independen mengatakan tuduhan terhadapnya direkayasa untuk melegitimasi perebutan kekuasaan oleh militer dan mencegahnya kembali ke politik.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) kembali menyerukan pembebasan Suu Kyi dan semua yang ditahan secara sewenang-wenang sejak kudeta Februari lalu.

“Semua tahanan politik harus dibebaskan, dan jelas, ini bukan langkah ke arah yang benar,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di markas besar PBB di New York.

Putusan hari Senin di pengadilan di ibu kota, Naypyitaw, disampaikan oleh seorang pejabat hukum yang tidak mau disebutkan namanya karena takut dihukum oleh pihak berwenang, yang telah membatasi rilis informasi tentang persidangan Suu Kyi.

Pejabat hukum itu mengatakan Suu Kyi dijatuhi hukuman dua tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Ekspor-Impor karena mengimpor walkie-talkie dan satu tahun di bawah Undang-Undang Telekomunikasi karena memilikinya. Hukuman harus dijalankan secara bersamaan.

Suu Kyi juga menerima hukuman dua tahun di bawah Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam karena diduga melanggar aturan virus corona saat berkampanye.

Suu Kyi divonis bulan lalu atas dua tuduhan lain - penghasutan dan pelanggaran pembatasan Covid-19 - dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Beberapa jam setelah hukuman itu dijatuhkan, kepala pemerintahan yang dibentuk oleh militer, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, menguranginya hingga setengahnya.

Partai Suu Kyi menang telak dalam pemilihan umum 2020, tetapi militer mengklaim ada kecurangan pemilihan yang meluas, satu pernyataan yang diragukan oleh pengamat jajak pendapat independen.

Sejak vonis bersalah yang pertama, Suu Kyi telah menghadiri sidang pengadilan dengan pakaian penjara - atasan putih dan rok longyi coklat yang disediakan oleh pihak berwenang. Suu Kyi ditahan oleh militer di lokasi yang tidak diketahui, tempat televisi pemerintah melaporkan bulan lalu dia akan menjalani hukumannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terawan Ajak Rekan Sejawat Bangun Kesehatan Masyarakat

Terawan mengajak rekan sejawatnya untuk bergabung dalam Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) agar bisa berkontribusi membangun kesehatan masyarakat

NEWS | 20 Mei 2022

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong implementasi elektronifikasi dan digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

NEWS | 20 Mei 2022

Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman mendatangi kantor KPPU guna memberikan data tambahan dugaan monopoli minyak goreng (migor)

NEWS | 20 Mei 2022

Pemkot Bogor Mempermudah Pembuatan E-KTP bagi Pelajar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempermudah pembuatan identitas kependudukan e-KTP bagi pelajar.

NEWS | 20 Mei 2022

Ribuan Santri di Jatim Berselawat untuk Ganjar Pranowo

Ribuan santri menggelar gebyar selawat dan doa bersama dalam rangka ‘Mengetuk Pintu Langit’ agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

NEWS | 20 Mei 2022

Dipecat IDI, Terawan Janji Ikut Membesarkan PDSI

Mantan Menkes Terawan Agus Putranto, bergabung dan berjanji membesarkan Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) usai dipecat Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

NEWS | 20 Mei 2022

Kasus Mafia Tanah Cipayung, Kejati DKI Geledah Rumah di Pesona Khayangan

Kejati DKI Jakarta menggeledah sebuah rumah mewah di Pesona Khayangan, Depok terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah atau mafia tanah di Cipayung Jaktim.

NEWS | 20 Mei 2022

Ancaman Kekurangan Pangan Perburuk Krisis di Sri Lanka

Ancaman kekurangan pangan diyakini akan semakin memperburuk krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka.

NEWS | 20 Mei 2022

Jadi Tim Ahli Wantimpres, Kader Golkar Henry Indraguna Siap Bantu Jokowi

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Henry Indraguna yang mendapatkan kepercayaan menjadi tim ahli Wantimpres menyatakan kesiapannya membantu Presiden Jokowi.

NEWS | 20 Mei 2022

Peringati HUT Ke-57, Lemhannas Kembali ke Titik Nol

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan perayaan HUT ke-57, Lemhannas kembali ke titik nol.  

NEWS | 20 Mei 2022


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hadapi Tantangan Global, Jokowi: Utamakan Produk Lokal

Hadapi Tantangan Global, Jokowi: Utamakan Produk Lokal

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings