Logo BeritaSatu

Prancis Tangkap Satu Anggota Regu Pembunuh Khashoggi

Rabu, 8 Desember 2021 | 14:01 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Polisi Prancis pada Selasa (7/12/2021) menangkap seorang tersangka anggota regu pembunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di bandara utama Paris. Seperti dilaporkan Reuters, Khashoggi tewas dibunuh tahun 2018 di luar konsulat kerajaan di Istanbul, Turki.

Reuters melaporkan bahwa sumber polisi menyebut tahanan itu sebagai Khaled Aedh Al-Otaibi, mantan pengawal Kerajaan Arab Saudi.

“Pria berusia 33 tahun itu ditahan oleh polisi perbatasan berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Turki sebelum terbang ke Riyadh dari bandara Charles de Gaulle,” kata sumber pengadilan dan bandara.

Khaled Aedh Al-Otaibi dihadirkan di hadapan jaksa pada Rabu (8/12).

Al-Otaibi, yang disebutkan dalam daftar sanksi Inggris Inggris karena terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, juga ada dalam daftar buronan Prancis.

Pengadilan Turki pada tahun 2020 mulai mengadili secara in absentia 20 tersangka atas pembunuhan Khashoggi, termasuk dua mantan pembantu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Jaksa Turki kemudian mendakwa enam tersangka Saudi lagi atas pembunuhan itu akhir tahun itu, tetapi tidak ada pejabat Saudi yang pernah menghadapi keadilan secara langsung di Turki atas pembunuhan itu.

Pada September 2020, pengadilan Saudi membatalkan lima hukuman mati yang dikeluarkan setelah persidangan tertutup di Arab Saudi, menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara sebagai gantinya.

Khashoggi, seorang Saudi terkemuka yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan menulis untuk The Washington Post - memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mengajukan dokumen untuk menikahi tunangannya dari Turki.

Menurut pejabat AS dan Turki, regu pembunuh Saudi yang menunggu mencekik Khashoggi dan memotong-motong tubuhnya, yang hingga kini tidak pernah ditemukan

Penangkapan Al-Otaibi pada hari Selasa terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron membela keputusannya untuk memasukkan Arab Saudi dalam tur ke negara-negara Teluk. Macron mengatakan kunjungan itu tidak berarti bahwa dia telah "lupa" tentang kasus Khashoggi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari "tingkat tertinggi" pemerintah Saudi dan kasus itu menyebabkan ketegangan antara Ankara dan Riyadh.

Tetapi Erdogan tidak pernah secara langsung menyalahkan Pangeran Mohammed dan dalam beberapa bulan terakhir ada tanda-tanda mencairnya hubungan antara Turki dan Arab Saudi. Sementara menteri luar negeri Turki mengunjungi Riyadh awal tahun ini dalam upaya untuk memperbaiki hubungan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data NasionalPositivity Rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data NasionalPositivity Rate Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings