Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Museum Nasional Afghanistan Dibuka Kembali

Selasa, 7 Desember 2021 | 13:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Museum Nasional Afghanistan dibuka sekali lagi. Sementara Taliban, yang anggotanya pernah menerobos tempat itu, sekarang tampaknya menjadi salah satu pengunjung yang paling antusias.

Seperti dilaporkan AP, Senin (6/12/2021), museum di Kabul barat daya menampung artefak dari periode Paleolitik hingga abad ke-20. Museum dibuka kembali lebih dari seminggu yang lalu untuk pertama kalinya sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

Direktur Museum Afghanistan, Mohammad Fahim Rahimi, dan stafnya sejauh ini diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan meskipun mereka, seperti banyak pegawai negeri Afghanistan, belum menerima gaji sejak Agustus.

Hanya penjaga keamanan yang berubah, kata Rahimi, dengan Taliban sekarang menggantikan kontingen polisi yang dulu menjaga gedung dan menyediakan penjaga keamanan wanita untuk memeriksa pengunjung wanita. Saat ini, sekitar 50-100 orang mengunjungi museum setiap hari.

Pemadaman listrik sering terjadi dan generator museum telah rusak, membuat banyak ruang pameran menjadi gelap gulita. Pada Jumat, beberapa Taliban, sebagian dengan senapan serbu tergantung di bahu mereka, termasuk di antara pengunjung yang menggunakan lampu ponsel untuk mengintip ke dalam kotak pajangan keramik kuno dan senjata abad ke-18.

“Ini dari sejarah kuno kami, jadi kami datang untuk melihatnya,” kata milisi Taliban, Mansoor Zulfiqar, seorang pria berusia 29 tahun yang berasal dari provinsi Khost di Afghanistan tenggara yang kini telah ditunjuk sebagai penjaga keamanan di Kementerian Dalam Negeri.

“Saya sangat senang,” komentarnya tentang kunjungan pertamanya ke museum, mengagumi warisan nasional negaranya.

Zulfiqar mengaku telah menghabiskan 12 tahun di penjara Pul-e-Charkhi yang terkenal di Kabul, yang terbesar di Afghanistan. Saat berada di sana, seseorang telah memberitahunya tentang museum dan dia memimpikan suatu hari ketika Taliban akan memerintah Afghanistan lagi dan dia akan dapat mengunjungi museum itu.

Tetapi ketika Zulfiqar masih kecil pada tahun 2001, Taliban mengobrak-abrik museum, menghancurkan patung-patung yang tak ternilai harganya, terutama yang dianggap tidak Islami. Salah satunya, sisa-sisa patung batu kapur yang diyakini sebagai raja dari abad ke-2, berdiri di pintu masuk gedung museum, yang sekarang dipugar oleh para ahli dari Prancis dan departemen restorasi museum itu sendiri.

Pada tahun yang sama, Taliban mendinamit dua patung Buddha raksasa abad ke-6 yang diukir di tebing di Bamiyan di Afghanistan tengah atas perintah dari pemimpin Taliban Mullah Mohammed Omar, satu langkah yang disambut dengan kemarahan internasional.

Jadi ketika Taliban menyapu Afghanistan musim panas ini, mengambil provinsi demi provinsi, ada kekhawatiran besar bahwa nasib serupa menunggu warisan budaya negara itu, terutama apa pun dari zaman pra-Islam. Setidaknya sejauh ini, hal itu belum terjadi.

Saifullah, seorang anggota Taliban berusia 40 tahun dari provinsi Wardak dan guru di madrasah, satu sekolah agama Islam, mengatakan dia yakin penghancuran artefak tahun 2001 di museum telah dilakukan oleh anggota Taliban berpangkat rendah tanpa perintah dari pejabat petinggi.

Berkeliling museum untuk pertama kalinya, Saifullah, yang menggunakan satu nama, mengatakan dia akan mengajak murid-muridnya, beberapa di antaranya sekarang menjadi penjaga di museum itu sendiri, untuk mengunjungi Museum Nasional Afghanistan.

“Generasi dapat belajar dari ini, dan apa yang kita miliki pada masa lalu. Kami memiliki sejarah yang kaya,” katanya.

Mungkin penguasa baru Afghanistan sekarang setuju dengan prasasti yang terukir di satu plakat di luar pintu masuk gedung museum: "Satu bangsa tetap hidup ketika budayanya tetap hidup."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Malaysia Bakal Tindak Nelayan Asing Tanpa Izin Kunjungan Kerja Sementara

Departemen Imigrasi Malaysia akan menindak semua nelayan asing yang masih gagal mengajukan Izin Kunjungan Kerja Sementara mulai Januari 2022.

DUNIA | 19 Januari 2022

Malaysia Longgarkan Pembatasan Covid-19 untuk Perayaan Imlek

Malaysia mengumumkan pelonggaran pembatasan Covid-19 untuk perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang.

DUNIA | 19 Januari 2022

Tingkat Kepercayaan pada Pemerintah Indonesia Nomor Empat Tertinggi se-Dunia

Indonesia berada pada posisi empat besar negara dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap pemerintahan.

DUNIA | 19 Januari 2022

Sempat Terkubur Abu Vulkanik, Bandara Tonga Kembali Beroperasi untuk Bantuan

Tonga dapat menerima banyak penerbangan yang macet dari Australia dan Selandia Baru mulai Kamis (20/1/2022) besok.

DUNIA | 19 Januari 2022

Beda dengan Pendahulunya, Biden Presiden AS Paling Jarang Bertemu Media

Diketahui, Biden hanya mengadakan sembilan kali konferensi pers resmi sejak menjabat hingga 31 Desember 2021.

DUNIA | 19 Januari 2022

Kunjungi Ukraina, Blinken Beri Peringatan Rusia Bisa Segera Menyerang

Blinken memperingatkan, kalau Rusia dapat segera meluncurkan serangan ke Ukraina.

DUNIA | 19 Januari 2022

Peru Selidiki Tumpahan Minyak Diduga Akibat Bencana di Tonga

Tumpahan minyak itu diduga disebabkan oleh gelombang besar yang tidak biasa akibat letusan gunung berapi dan tsunami pada akhir pekan lalu di Tonga.

DUNIA | 19 Januari 2022


Rusak Akibat Erupsi, Perbaikan Kabel Telekomunikasi di Tonga Butuh Sebulan

Letusan gunung berapi Hunga Tonga Hunga Ha'apai menyebabkan kerusakan pada sambungan seluler di kepulauan tersebut.

DUNIA | 19 Januari 2022

Kemenkominfo Luncurkan E-Book G20pedia

Kemenkominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Rabu (19/1/2022), meluncurkan G20pedia.

DUNIA | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Malaysia Bakal Tindak Nelayan Asing Tanpa Izin Kunjungan Kerja Sementara

Malaysia Bakal Tindak Nelayan Asing Tanpa Izin Kunjungan Kerja Sementara

DUNIA | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings