Logo BeritaSatu

PBB Sebut ISIS Lakukan Kejahatan Perang di Penjara Irak

Minggu, 5 Desember 2021 | 08:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Setidaknya 1.000 tahanan yang didominasi Syiah dibunuh secara sistematis oleh ISIS di penjara Mosul, Irak tahun 2014. Seperti dilaporkan AP, Jumat (3/12/2021), pernyataan itu dilontarkan Kepala tim PBB Christian Ritscher yang menyelidiki kekejaman di Irak.

Kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis (2/12), Christian Ritscher mengatakan bukti yang dikumpulkan dari kuburan massal yang berisi sisa-sisa korban eksekusi yang dilakukan kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Penjara Pusat Badush dan dari para penyintas menunjukkan persiapan rinci serangan oleh anggota senior ISIS diikuti dengan serangan pada pagi 10 Juni 2014.

“Tahanan yang ditangkap dibawa ke lokasi yang dekat dengan penjara, dipisahkan berdasarkan agama mereka dan dipermalukan. Setidaknya 1.000 tahanan yang didominasi Syiah kemudian dibunuh secara sistematis,” katanya.

Ritscher mengatakan analisis para penyelidik terhadap bukti digital, dokumenter, korban selamat dan forensik, termasuk dokumen ISIS, telah mengidentifikasi sejumlah anggota dari kelompok ekstremis, yang juga dikenal sebagai Daesh yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Sebagai hasil dari penyelidikan, Ritscher mengatakan Tim Investigasi PBB untuk Mempromosikan Akuntabilitas atas Kejahatan yang dilakukan oleh kelompok ISIS di Irak telah menyimpulkan bahwa ISIS melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan seperti pembunuhan, pemusnahan, penyiksaan, penghilangan paksa, penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya di Penjara Badush serta kejahatan perang pembunuhan yang disengaja, penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, dan kemarahan atas martabat pribadi.

Milisi ISIS merebut kota-kota Irak dan mendeklarasikan kekhalifahan gadungan di sebagian besar wilayah di Suriah dan Irak pada 2014. Kelompok itu secara resmi dinyatakan kalah di Irak pada 2017 setelah pertempuran berdarah tiga tahun yang menewaskan puluhan ribu orang dan kota-kota. di reruntuhan, tetapi sel-sel tidurnya terus melancarkan serangan di berbagai bagian Irak.

Pada Mei, pendahulu Ritscher Karim Khan mengatakan kepada dewan bahwa penyelidik telah menemukan “bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa ekstremis ISIS melakukan genosida terhadap minoritas Yazidi pada tahun 2014. Dia juga mengatakan kelompok milisi tersebut berhasil mengembangkan senjata kimia dan menggunakan gas mustard.

Ritscher memuji "momen penting" dua hari lalu yang menyaksikan hukuman pertama kalinya seorang anggota ISIS atas kejahatan genosida di pengadilan regional di Frankfurt, Jerman. Warga Irak berusia 29 tahun itu juga dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan kerusakan tubuh yang mengakibatkan kematian atas kematian seorang gadis Yazidi berusia 5 tahun yang dibelinya sebagai budak bersama ibunya dan kemudian dirantai di panas matahari sampai mati.

“Kami sekarang memiliki kesempatan, secara kolektif, untuk menjadikan penuntutan seperti itu sebagai norma, bukan pengecualian yang dirayakan. Bekerja sama dengan otoritas Irak dan wilayah Kurdistan, bersama dengan para penyintas dan dengan dukungan dewan ini, kami sedang membangun bukti yang dapat memberikan keadilan yang berarti bagi semua orang yang menderita dari kejahatan ISIS di Irak,” kata Ritscher.

Ritscher mengatakan bukti yang dikumpulkan terkait dengan serangan penjara Badush menggarisbawahi perencanaan rinci oleh ISIS dalam melakukan kekejaman mereka.

“Bukti tim juga menunjukkan bahwa ISIS dengan jelas mengidentifikasi dan kemudian menyita pabrik produksi kimia dan sumber bahan prekursor lainnya, sementara juga mengambil alih kampus Universitas Mosul sebagai pusat penelitian dan pengembangan,” tambah Ritscher.

Menurut Ritscher, program kelompok ekstremis menjadi lebih canggih dan penyelidik telah mengidentifikasi lebih dari 3.000 korban serangan senjata kimia Daesh serta penggunaan proyektil artileri roket yang mengandung zat sulfur mustard.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DPR Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Puan: Komitmen Selamatkan Bumi

DPR telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik gedung wakil rakyat.

NEWS | 29 September 2022

Anggaran Shadow Team Bersumber dari Kemendikbudristek

Anggaran shadow team atau tim bayangan Menteri Nadiem Makarim bersumber dari anggaran Kemendikbudristek.

NEWS | 29 September 2022

Febri Diansyah Bela Sambo-Putri, ICW: Langkah yang Gegabah

ICW menyoroti langkah eks Jubir KPK Febri Diansyah yang bergabung dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 29 September 2022

Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Harus Terus Disuarakan

Solusi dua negara Israel dan Palestina dengan posisi yang setara harus terus disuarakan, demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Dorong Penuntasan Tunjangan Profesi bagi 1,6 Juta Guru

PGRI mendorong pemerintah melalui Kemendikbudristek guna menuntaskan 1,6 juta guru yang belum mendapatkan tunjangan profesi.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Berupaya Evakuasi Terduga Teroris DPO MIT Poso

Personel kepolisian berusaha mengevakuasi jasad terduga teroris Askara alias Pak Guru yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur.

NEWS | 29 September 2022

Ibunda Brigadir J Harap Penegak Hukum Bekerja Jujur

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak berharap penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

NEWS | 29 September 2022

Mbah Mijan Sebut Lesti Kejora dan Rizky Billar Jodoh Panjang, Warganet Bereaksi

"Lesti Kejora dan Rizky Billar berjodoh panjang, Mbah doakan yang terbaik," kata Mbah Mijan dalam akun Twitter pribadinya.

NEWS | 29 September 2022

HT Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso

Ketua UmumPerindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dikukuhkan sebagai ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso (Apmiso) Nusantara.

NEWS | 29 September 2022

PGRI Minta UU Guru dan Dosen Dikeluarkan dari RUU Sisdiknas

PB PGRI meminta pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen dari Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

EKONOMI | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings