Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB Sebut ISIS Lakukan Kejahatan Perang di Penjara Irak

Minggu, 5 Desember 2021 | 08:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Setidaknya 1.000 tahanan yang didominasi Syiah dibunuh secara sistematis oleh ISIS di penjara Mosul, Irak tahun 2014. Seperti dilaporkan AP, Jumat (3/12/2021), pernyataan itu dilontarkan Kepala tim PBB Christian Ritscher yang menyelidiki kekejaman di Irak.

Kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis (2/12), Christian Ritscher mengatakan bukti yang dikumpulkan dari kuburan massal yang berisi sisa-sisa korban eksekusi yang dilakukan kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Penjara Pusat Badush dan dari para penyintas menunjukkan persiapan rinci serangan oleh anggota senior ISIS diikuti dengan serangan pada pagi 10 Juni 2014.

“Tahanan yang ditangkap dibawa ke lokasi yang dekat dengan penjara, dipisahkan berdasarkan agama mereka dan dipermalukan. Setidaknya 1.000 tahanan yang didominasi Syiah kemudian dibunuh secara sistematis,” katanya.

Ritscher mengatakan analisis para penyelidik terhadap bukti digital, dokumenter, korban selamat dan forensik, termasuk dokumen ISIS, telah mengidentifikasi sejumlah anggota dari kelompok ekstremis, yang juga dikenal sebagai Daesh yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Sebagai hasil dari penyelidikan, Ritscher mengatakan Tim Investigasi PBB untuk Mempromosikan Akuntabilitas atas Kejahatan yang dilakukan oleh kelompok ISIS di Irak telah menyimpulkan bahwa ISIS melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan seperti pembunuhan, pemusnahan, penyiksaan, penghilangan paksa, penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya di Penjara Badush serta kejahatan perang pembunuhan yang disengaja, penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, dan kemarahan atas martabat pribadi.

Milisi ISIS merebut kota-kota Irak dan mendeklarasikan kekhalifahan gadungan di sebagian besar wilayah di Suriah dan Irak pada 2014. Kelompok itu secara resmi dinyatakan kalah di Irak pada 2017 setelah pertempuran berdarah tiga tahun yang menewaskan puluhan ribu orang dan kota-kota. di reruntuhan, tetapi sel-sel tidurnya terus melancarkan serangan di berbagai bagian Irak.

Pada Mei, pendahulu Ritscher Karim Khan mengatakan kepada dewan bahwa penyelidik telah menemukan “bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa ekstremis ISIS melakukan genosida terhadap minoritas Yazidi pada tahun 2014. Dia juga mengatakan kelompok milisi tersebut berhasil mengembangkan senjata kimia dan menggunakan gas mustard.

Ritscher memuji "momen penting" dua hari lalu yang menyaksikan hukuman pertama kalinya seorang anggota ISIS atas kejahatan genosida di pengadilan regional di Frankfurt, Jerman. Warga Irak berusia 29 tahun itu juga dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan kerusakan tubuh yang mengakibatkan kematian atas kematian seorang gadis Yazidi berusia 5 tahun yang dibelinya sebagai budak bersama ibunya dan kemudian dirantai di panas matahari sampai mati.

“Kami sekarang memiliki kesempatan, secara kolektif, untuk menjadikan penuntutan seperti itu sebagai norma, bukan pengecualian yang dirayakan. Bekerja sama dengan otoritas Irak dan wilayah Kurdistan, bersama dengan para penyintas dan dengan dukungan dewan ini, kami sedang membangun bukti yang dapat memberikan keadilan yang berarti bagi semua orang yang menderita dari kejahatan ISIS di Irak,” kata Ritscher.

Ritscher mengatakan bukti yang dikumpulkan terkait dengan serangan penjara Badush menggarisbawahi perencanaan rinci oleh ISIS dalam melakukan kekejaman mereka.

“Bukti tim juga menunjukkan bahwa ISIS dengan jelas mengidentifikasi dan kemudian menyita pabrik produksi kimia dan sumber bahan prekursor lainnya, sementara juga mengambil alih kampus Universitas Mosul sebagai pusat penelitian dan pengembangan,” tambah Ritscher.

Menurut Ritscher, program kelompok ekstremis menjadi lebih canggih dan penyelidik telah mengidentifikasi lebih dari 3.000 korban serangan senjata kimia Daesh serta penggunaan proyektil artileri roket yang mengandung zat sulfur mustard.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sempat Terkubur Abu Vulkanik, Bandara Tonga Kembali Beroperasi untuk Bantuan

Tonga dapat menerima banyak penerbangan yang macet dari Australia dan Selandia Baru mulai Kamis (20/1/2022) besok.

DUNIA | 19 Januari 2022

Beda dengan Pendahulunya, Biden Presiden AS Paling Jarang Bertemu Media

Diketahui, Biden hanya mengadakan sembilan kali konferensi pers resmi sejak menjabat hingga 31 Desember 2021.

DUNIA | 19 Januari 2022

Kunjungi Ukraina, Blinken Beri Peringatan Rusia Bisa Segera Menyerang

Blinken memperingatkan, kalau Rusia dapat segera meluncurkan serangan ke Ukraina.

DUNIA | 19 Januari 2022

Peru Selidiki Tumpahan Minyak Diduga Akibat Bencana di Tonga

Tumpahan minyak itu diduga disebabkan oleh gelombang besar yang tidak biasa akibat letusan gunung berapi dan tsunami pada akhir pekan lalu di Tonga.

DUNIA | 19 Januari 2022


Rusak Akibat Erupsi, Perbaikan Kabel Telekomunikasi di Tonga Butuh Sebulan

Letusan gunung berapi Hunga Tonga Hunga Ha'apai menyebabkan kerusakan pada sambungan seluler di kepulauan tersebut.

DUNIA | 19 Januari 2022

Kemenkominfo Luncurkan E-Book G20pedia

Kemenkominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Rabu (19/1/2022), meluncurkan G20pedia.

DUNIA | 19 Januari 2022

Vietnam Temukan Kasus Lokal Pertama Varian Omicron

Vietnam telah menemukan kasus lokal pertama Covid-19 varian Omicron, demikian menurut media milik negara pada Rabu (19/1/2022).

DUNIA | 19 Januari 2022

Ilmuwan: Letusan Gunung Tonga Bisa Merusak Lingkungan Bertahun-tahun

Letusan gunung berapi besar di negara kepulauan Pasifik Tonga dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada terumbu karang, mengikis garis pantai dan mengganggu perikanan.

DUNIA | 19 Januari 2022

Kereta Peluru Thailand-Tiongkok Akan Beroperasi 2026

Thailand memperkirakan jalur kereta peluru yang menghubungkannya dengan Tiongkok akan beroperasi pada 2026.

DUNIA | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Malaysia Bakal Tindak Nelayan Asing Tanpa Izin Kunjungan Kerja Sementara

Malaysia Bakal Tindak Nelayan Asing Tanpa Izin Kunjungan Kerja Sementara

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings