Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Lebanon Luncurkan Bantuan Tunai Meskipun Krisis Moneter

Kamis, 2 Desember 2021 | 19:44 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beirut, Beritasatu.com- Lebanon pada Rabu (1/12/2021) membuka pendaftaran untuk dua program bantuan tunai guna membantu 700.000 keluarga rentan mengatasi penarikan subsidi penting. Seperti dilaporkan Al Jazeera, rencana bantuan itu diberikan meskipun Lebanon kekurangan anggaran.

Menteri Sosial, Hector Hajjar mengatakan pada acara peluncuran di Grand Serail di pusat kota Beirut, tempat Perdana Menteri Najib Mikati, anggota parlemen, dan diplomat hadir, bahwa inisiatif bantuan tunai hanya dimaksudkan untuk sementara.

“Program-program ini bukan solusi,” katanya.

Pendaftaran untuk inisiatif ini akan tetap dibuka hingga akhir Januari. Pertama kali diumumkan September lalu di bawah pemerintahan sementara mantan perdana menteri Hassan Diab, peluncuran program tersebut terhambat oleh masalah teknis dan administratif, kata para pejabat. Tetapi kekurangan dana juga menjadi masalah.

Bank Dunia telah mendapatkan pinjaman US$ 246 juta (Rp 3,52 triliun) untuk mendanai sepenuhnya satu program yang disebut Aman. Bantuan itu bertujuan untuk memberi 150.000 keluarga sekitar US$150 (Rp 2,15 juta)per bulan masing-masing dan menutupi tagihan US$ 200 (Rp 2,86 juta) biaya sekolah untuk 87.000 siswa sekolah menengah. Semua pembayaran untuk program Aman akan dilakukan dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Tetapi program kartu ransum, yang datang dengan perkiraan harga US$ 556 juta (Rp 7,97 triliun) untuk menyediakan hingga US$ 126 (Rp 1,8 juta) per bulan untuk keluarga yang memenuhi syarat, belum mendapatkan sumber pendanaan yang dikonfirmasi. Sejauh ini tidak jelas apakah uang tunai akan didistribusikan dalam dolar AS atau dalam pound Lebanon. Kepastian mata uang merupakan perbedaan penting mengingat pound tunduk pada depresiasi yang dapat dengan mudah mengikis daya beli manfaat.

Hajjar mengatakan bahwa pembicaraan antara pemerintah dan Bank Dunia sedang dalam “tahap lanjutan” untuk mengamankan pendanaan untuk program kartu jatah.

Kepada Al Jazeera, Direktur Regional Bank Dunia dari Departemen Mashreq Saroj Kumar Jha mengatakan bahwa pemerintah Lebanon telah mengirimkan permintaan resmi untuk mengamankan pendanaan, tetapi jumlah yang belum dikonfirmasi.

Jha juga tidak mengharapkan Bank Dunia akan mendanai seluruh program, dan bahwa pemerintah Lebanon perlu mengalokasikan dana untuk program tersebut dari anggaran nasional 2022.

“Inilah bagaimana keberlanjutan datang. Anda perlu mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik untuk kebutuhan masyarakat,” kata Jha.

Selama lebih dari dua tahun, Lebanon berada dalam pergolakan krisis ekonomi yang melumpuhkan yang telah menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian. Lebih dari tiga perempat populasi sekarang hidup dalam kemiskinan, sementara pound Lebanon telah kehilangan 90% nilainya.

Dengan ekonomi yang compang-camping dan tidak ada sektor produktif yang layak, pemerintah Lebanon terpaksa mengambil pinjaman dari banyak pemberi pinjaman secara bersamaan untuk mencoba dan menjaga negara berfungsi seminimal mungkin.

Pemerintah awalnya bermaksud untuk memperkenalkan program bantuan tunai yang ditargetkan sebagai pengganti segera untuk subsidi mahal untuk bensin, bahan bakar, gandum dan obat-obatan yang merugikan negara sekitar US$ 7 miliar (Rp 100 triliun) setiap tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Taliban Tuntut Pencairan Dana Rp 143 Triliun yang Dibekukan

Taliban menuntut pencairan aset senilai US$10 miliar atau sekitar Rp 143 triliun yang dibekukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

DUNIA | 25 Januari 2022

Hujan Salju Lebat, Bandara Istanbul Ditutup

Hujan salju lebat di Turki memaksa Bandara Istanbul ditutup pada Senin (24/1/2022).

DUNIA | 25 Januari 2022

RI–Singapura Dorong Lima Konsensus ASEAN untuk Myanmar

Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya pelaksanaan Five-Point Consensus.

DUNIA | 25 Januari 2022

Maskapai Emirates Hukum Karyawan yang Kegemukan

Maskapai penerbangan papan atas, Emirates menghukum karyawan yang kegemukan atau kelebihan berat badan.

DUNIA | 25 Januari 2022

Kamp Pengungsi Suriah Dilanda Cuaca Dingin Ekstrem

Kondisi musim dingin yang ekstrem hingga minus 7 derajat Celsius di Suriah utara telah menyebabkan penderitaan massal bagi 2,8 juta orang.

DUNIA | 25 Januari 2022

Indonesia-Singapura Kerja Sama Pemulihan Ekonomi dan Pengembangan SDM

Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menyepakati kerja sama pemulihan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM)

DUNIA | 25 Januari 2022

Survei: Trump Unggul Jauh Sebagai Capres Partai Republik

Jika Trump kembali berhadapan dengan Joe Biden, dia akan mengalahkan petahana 46% melawan 40%.

DUNIA | 25 Januari 2022

Masih Pandemi Covid, Pakistan Tetap Lanjutkan Program Antipolio

Pihak berwenang Pakistan pada Senin (24/1/2022) melanjutkan kampanye anti-polio nasional bahkan ketika infeksi virus corona melonjak.

DUNIA | 25 Januari 2022

RI Ambil Alih Pengaturan Ruang Udara Natuna dari Singapura

Indonesia-Singapura sepakati penyesuaian layanan ruang udara Natuna.

DUNIA | 25 Januari 2022

Presiden Malawi Bubarkan Seluruh Kabinet Terkait Tuduhan Korupsi

Presiden Malawi Lazarus Chakwera telah membubarkan seluruh kabinet negara itu di tengah tuduhan korupsi terhadap beberapa menteri.

DUNIA | 25 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Genjot Penjualan, Paramount Land Luncurkan Dua Produk Komersial

Genjot Penjualan, Paramount Land Luncurkan Dua Produk Komersial

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings