Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tentara Myanmar Tangkap 18 Petugas Medis

Kamis, 25 November 2021 | 14:47 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Naypyidaw, Beritasatu.com- Militer Myanmar telah menangkap 18 petugas medis karena memberikan perawatan kepada pasien yang menjadi anggota "organisasi teroris". Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (24/11/2021), penangkapan dikonfirmasi surat kabar yang dikelola pemerintah, merujuk pada kelompok anti-junta yang dilarang.

Pasukan melakukan penangkapan saat penggerebekan pada Senin di satu gereja di Loikaw di negara bagian Kayah timur, tempat mereka menemukan 48 pasien yang menerima perawatan, tujuh menderita Covid-19.

"Sudah diketahui bahwa perawatan medis tidak resmi diberikan kepada orang-orang yang terluka dan pasien dari organisasi teroris," kata juru bicara junta yang dikutip Global New Light of Myanmar.

Laporan itu tidak menyebutkan nama organisasi tersebut. Dikatakan 18 petugas medis yang ditangkap akan ditangani sesuai dengan hukum.

Sistem perawatan kesehatan Myanmar hampir runtuh sejak tentara menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta 1 Februari.

Banyak pekerja medis bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil dan menolak bekerja di rumah sakit yang dikelola militer sebagai protes atas aturan junta.

Banyak fasilitas kesehatan dan pekerja menjadi sasaran pasukan keamanan, menurut kelompok hak asasi manusia. Namun militer Myanmar telah mengimbau para dokter untuk kembali bekerja.

Beberapa dari empat dokter, empat perawat dan 10 pembantu perawat yang ditangkap di gereja itu sebelumnya telah didakwa dengan hasutan atas penolakan mereka untuk bekerja.

Hampir 1.300 warga sipil telah tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap sejak kudeta, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), yang telah melacak peristiwa pasca-kudeta di Myanmar.

Militer telah menolak data AAPP, yang telah dikutip oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan menuduhnya bias. Pekan lalu, seorang juru bicara junta mengatakan 200 tentara tewas dalam konflik tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

UEA Rontokkan 2 Rudal Balistik di Atas Ibu Kota

Kementerian Pertahanan UEA menuduh kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai pelaku serangan.

DUNIA | 24 Januari 2022

Setelah Serangan Fatal, UEA Larang Terbang Drone untuk Rekreasi

Uni Emirat Arab (UEA) telah melarang penerbangan drone atau pesawat nirawak di negara itu untuk rekreasi setelah serangan fatal beberapa waktu lalu.

DUNIA | 24 Januari 2022

Di Belgia, 50.000 Demonstran Antivaksin Bentrok dengan Aparat

Aparat kepolisian Belgia menembakkan meriam air, gas air mata ke demonstran antivaksin di Brussels, Belgia, Minggu (23/1/2022)

DUNIA | 24 Januari 2022

Menkes Yordania Menyatakan Positif Covid-19

Menteri Kesehatan Yordania Firas Hawari pada Minggu (23/1/2022) mengumumkan telah dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 24 Januari 2022

Hindari Pandemi Covid-19, Liga Arab Tunda KTT Tahunan

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab pertama sejak pandemi Covid-19 dimulai ditunda lagi karena meningkatnya kasus virus corona di seluruh dunia.

DUNIA | 24 Januari 2022

Fauci: Warga AS yang Tidak Divaksin Rentan Terinfeksi Omicron

Pakar Penyakit Menular Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci mengatakan warga yang tidak divaksin Covid-19 berisiko terinfeksi Omicron.

DUNIA | 24 Januari 2022

Ketegangan Meningkat, AS Tarik Pulang Semua Diplomat di Ukraina

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Minggu (23/1/2022) memanggil pulang semua personel Amerika di Kedutaan Besar Ukraina.

DUNIA | 24 Januari 2022

Sekjen Muslim World League Puji Keharmonisan Indonesia

Sekjen Muslim World League (MWL atau Rabithah 'Alam Islamiy), Muhammad Al-Issa memuji keharmonisan Indonesia di tengah keberagaman etnis, budaya, dan agama.

DUNIA | 24 Januari 2022

Tertunda, Pemecatan 1.000 Nakes Inggris yang Vaksinasi Covid-19

Sekitar 1.000 tenaga kesehatan di Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris yang tidak divaksinasi mungkin dipecat lebih lambat dari yang diperkirakan.

DUNIA | 24 Januari 2022

Libia Buka Pusat Penerimaan Imigran Ilegal Khusus Wanita dan Anak

Kementerian Luar Negeri Libia pada Minggu (23/1/2022) mengumumkan pembukaan pusat penerimaan imigran ilegal di ibu kota Tripoli khusus untuk wanita dan anak-anak.

DUNIA | 24 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Pemkot Bekasi dan BPKP Jabar Tandatangani Komitmen Antikorupsi

Pemkot Bekasi dan BPKP Jabar Tandatangani Komitmen Antikorupsi

MEGAPOLITAN | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings