Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Untuk Negara di Perbatasan Afghanistan, Rusia Imbau Tolak Pasukan NATO

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia telah meminta negara-negara Asia Tengah untuk menolak rencana penempatan pasukan NATO di wilayah sekitar Afghanistan. Seperti dilaporkan RT, Rabu (27/10/2021), imbauan itu disampaikan menyusul penarikan tergesa-gesa pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dari Kabul dan jatuhnya kota itu ke tangan Taliban.

“Kami sekali lagi meminta agar negara-negara tetangga Afghanistan mencegah kehadiran militer AS dan NATO di tanah mereka, karena mereka berencana untuk pindah ke sana sehubungan dengan penarikan pasukan dari Afghanistan,” ujar
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Rabu (27/10).

Sebelumnya pada hari itu, dalam satu wawancara dengan Rossiyskaya Gazeta, Yuri Kokov, wakil sekretaris Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa AS berusaha untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut. AS menggunakan dalih operasi antiterorisme.

Setelah penarikan pasukan Barat dari negara itu pada bulan Agustus, Rusia telah meningkatkan kehadiran di wilayah tersebut. Rusia mengadakan latihan bersama dengan bekas republik Soviet seperti Uzbekistan dan Tajikistan di sepanjang perbatasan bersama.

Pada Sabtu, serangkaian latihan militer menyatukan pasukan dari negara-negara termasuk Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan dan Rusia, dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Tajikistan. Tentara berlatih memukul mundur simulasi serangan lintas batas dari teroris.

Awal tahun ini, ketika Taliban memperoleh kekuatan melawan pemerintah yang didukung AS di Kabul, salah satu kepala Pertahanan Rusia, Anatoly Sidorov, kepala Kepala Staf Gabungan di CSTO, mengatakan negara-negara tetangga Afghanistan siap untuk mengusir setiap serangan yang masuk dengan bantuan pasukan Rusia.

“Kami telah melihat pos terdepan Taliban. Setidaknya untuk saat ini, kami tidak melihat agresi datang dari [mereka]. Mereka tidak bersembunyi sama sekali. Tampaknya situasinya cukup damai di pihak Afghanistan,” kata Sidorov.

Namun, pada saat yang sama, Moskwa telah memposisikan dirinya sebagai perantara perdamaian di Asia Tengah, menjadi tuan rumah bagi delegasi perwakilan politik dari Taliban.

Terlepas dari kenyataan bahwa kelompok militan Islam secara resmi terdaftar sebagai organisasi teroris dan dilarang beroperasi di Rusia, para pejabat telah membela negosiasi yang sedang berlangsung sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan stabilitas regional.

Selama pertemuan dengan utusan Taliban pekan lalu, Lavrov menekankan bahwa pemerintah de facto baru harus menggunakan kekuatannya untuk mencegah ketidakstabilan di masa depan di wilayah tersebut.

"Kami menyerukan gerakan Taliban untuk secara tegas mencegah siapa pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk kepentingan negara ketiga, terutama terhadap tetangga dekat Afghanistan atau negara-negara Asia Tengah, teman dan sekutu kami," katanya.

Pada Juli, dilaporkan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan penggunaan pangkalannya di wilayah sekitar Afghanistan oleh pasukan AS untuk tujuan pengawasan.

"Pada gilirannya, kami berencana untuk menggunakan peluang kami untuk memasukkan mereka melalui PBB, SCO [Shanghai Cooperation Organization], CSTO [Collective Security Treaty Organization], dan struktur multilateral lainnya,” tambahnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menegaskan bahwa masyarakat internasional, termasuk negara-negara seperti Tiongkok dan Pakistan, harus bekerja sama untuk memastikan kawasan itu tidak menjadi sarang teror dan perdagangan narkoba.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rakyat Israel Larang Bepergian, Keluarga PM Bennet Boleh

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuai kecaman pada Kamis (2/12/2021) setelah istri dan anak-anaknya terbang berlibur ke luar negeri.

DUNIA | 2 Desember 2021

Kemlu Pulangkan 199 WNI/PMI dari Malaysia

Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Indonesia di Malaysia kembali melakukan percepatan pemulangan 199 WNI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) kelompok rentan dari berbagai Detensi Imigrasi di Malaysia.

DUNIA | 2 Desember 2021

Mantan Kanselir Austria Kurz Mundur dari Politik

Mantan kanselir Austria, Sebastian Kurz, telah mengumumkan kepergiannya dari dunia politik.

DUNIA | 2 Desember 2021

Varian Omicron, Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab

Inggris menyetujui obat Covid-19, Sotrovimab yang tampaknya efektif melawan varian Omicron.

DUNIA | 2 Desember 2021

Singapura Deteksi 2 Kasus Varian Omicron Covid-19

Kementerian Kesehatan Singapura menyebutkan bahwa terdapat dua kasus impor Covid-19 diidentifikasi merupakan varian Omicron.

DUNIA | 2 Desember 2021

Jadi Kota Termahal, Biaya Hidup di Tel Aviv Sangat Tinggi

Tel Aviv dinobatkan sebagai kota termahal di dunia untuk ditinggali, dengan biaya hidup yang sangat tinggi.

DUNIA | 2 Desember 2021

Lira Anjlok, Presiden Turki Ganti Menkeu

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah mengganti menteri keuangan negara itu setelah berminggu-minggu gejolak ekonomi.

DUNIA | 2 Desember 2021

Sekjen PBB: Jangan Kucilkan Negara Lain Gara-gara Omicron

Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan saat ini sudah minimal 25 negara yang melaporkan kasus itu.

DUNIA | 2 Desember 2021

Lebanon Luncurkan Bantuan Tunai Meskipun Krisis Moneter

Lebanon membuka pendaftaran untuk dua program bantuan tunai guna membantu 700.000 keluarga rentan mengatasi penarikan subsidi penting.

DUNIA | 2 Desember 2021

UE Mulai Pertimbangkan Wajib Vaksinasi Covid-19

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah mendesak negara-negara di Uni Eropa (UE) untuk "memikirkan" vaksinasi Covid-19 wajib bagi warganya.

DUNIA | 2 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
2 Eks Kader Gerindra Gugat Prabowo Senilai Rp 1 Triliun

2 Eks Kader Gerindra Gugat Prabowo Senilai Rp 1 Triliun

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings