Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mentan Ingatkan Pentingnya Ketangguhan Sistem Pangan Kawasan ASEAN

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:53 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk pada pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 2 “Tanpa Kelaparan”, khususnya dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi yang memadai bagi seluruh masyarakat di kawasan ASEAN.

Karenanya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan urgensi penguatan resilensi/ketangguhan sistem pangan kawasan, terhadap berbagai guncangan harus disikapi secara serius.

“Saya mendorong negara ASEAN dan Plus Tiga untuk meningkatkan kerja sama regional dalam membangun resiliensi sistem pangan dan pertanian berkelanjutan melalui penerapan teknologi digital pertanian, solusi berbasis alam, dan energi biomass,” kata Syahrul dalam pertemuan AMAF Plus Tiga ke-21 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu(27/10/21).

Selanjutnya, Syahrul mengatakan pihaknya meyakini hal tersebut dapat dicapai melalui optimalisasi pemanfaatan berbagai forum dan mekanisme di bawah kerangka kerja sama AMAF Plus Tiga. Dirinya mengingatkan pentingnya optimalisasi Cadangan Beras Darurat ASEAN bersama Tiga Negara Mitra ASEAN (APTERR) dalam mengantisipasi kerawanan pangan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan peran APTERR dalam mendukung lebih besar lagi penanganan kejadian darurat pangan di kawasan ASEAN yang diakibatkan bencana alam, pandemi, atau krisis ekonomi untuk memperkokoh resiliensi sistem pangan kawasan ASEAN.

“Mungkin tidak kita gunakan sekarang, tetapi suatu saat bila ada hal diluar dugaan kita, seperti anomali cuaca, Covid, climate change, maka tentu saja ini Cadangan Beras Darurat akan kita butuhkan, saya ingatkan ini lagi” ucap Mentan.

Mentan menambahkan kemitraan ASEAN dengan mitra Plus Tiga (China, Jepang dan Korea) di sektor pangan, pertanian, dan kehutanan telah terjalin dengan baik selama 21 tahun. Kerja sama ini dibangun dengan semangat untuk memperkuat dialog kebijakan, koordinasi dan penanganan isu-isu pangan, pertanian, dan kehutanan.

Mentan menilai kerja sama yang erat antara ASEAN dan mitra Plus Tiga perlu dioptimalkan dengan memperkaya dan memperdalam berbagai topik kerja sama. Penguatan rantai nilai pangan regional (regional food value chain) pada beberapa sektor potensial seperti pertanian, perikanan, industri ramah lingkungan (green manufacturing), dan berbagai program untuk memperlancar arus barang dan jasa juga sangat penting untuk ditingkatkan.

“Pertemuaan berjalan sangat efektif, dan semua negara mengatakan hanya pertanian yang menjadi kekuatan paling dasar, untuk kemudian secara bertahap pulih dari dampak Covid, khususnya memberikan kontribusi dibidang ekonomi,” ujar Mentan.

ASEAN Plus Tiga
Diketahui, strategi kerja sama ASEAN Plus Tiga untuk bidang pangan, pertanian dan kehutanan yang disusun bersama untuk periode 2016-2025 telah meletakan fokus pada sembilan area strategis yaitu: (i) penguatan ketahanan pangan; (ii) pengembangan energi biomass; (iii) manajemen hutan berkelanjutan; (iv) adaptasi dan mitigasi perubahan iklim; (v) pengendalian penyakit hewan dan hama tanaman; (vi) peningkatan pengembangan sumber daya manusia dan capacity building; (vii) peningkatan produktivitas, kualitas, dan pemasaran produk pertanian; (viii) penguatan jaringan dan pertukaran informasi dan pengetahuan; serta (ix) penguatan riset dan pengembangan kerja sama.

ASEAN Plus Tiga didorong untuk lebih meningkatkan kerja sama dalam kegiatan regional, untuk mencapai produksi pertanian dan sistem pangan yang inovatif dan berkelanjutan.

Dengan tujuan untuk mempromosikan penerapan teknologi digital di bidang pertanian, penerapan solusi berbasis alam di bidang pertanian, kehutanan dan adaptasi perubahan iklim dan mitigasi dan mempromosikan ekonomi sirkular di bidang pertanian dan kehutanan, serta energi biomassa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mantan Kanselir Austria Kurz Mundur dari Politik

Mantan kanselir Austria, Sebastian Kurz, telah mengumumkan kepergiannya dari dunia politik.

DUNIA | 2 Desember 2021

Varian Omicron, Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab

Inggris menyetujui obat Covid-19, Sotrovimab yang tampaknya efektif melawan varian Omicron.

DUNIA | 2 Desember 2021

Singapura Deteksi 2 Kasus Varian Omicron Covid-19

Kementerian Kesehatan Singapura menyebutkan bahwa terdapat dua kasus impor Covid-19 diidentifikasi merupakan varian Omicron.

DUNIA | 2 Desember 2021

Jadi Kota Termahal, Biaya Hidup di Tel Aviv Sangat Tinggi

Tel Aviv dinobatkan sebagai kota termahal di dunia untuk ditinggali, dengan biaya hidup yang sangat tinggi.

DUNIA | 2 Desember 2021

Lira Anjlok, Presiden Turki Ganti Menkeu

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah mengganti menteri keuangan negara itu setelah berminggu-minggu gejolak ekonomi.

DUNIA | 2 Desember 2021

Sekjen PBB: Jangan Kucilkan Negara Lain Gara-gara Omicron

Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan saat ini sudah minimal 25 negara yang melaporkan kasus itu.

DUNIA | 2 Desember 2021

Lebanon Luncurkan Bantuan Tunai Meskipun Krisis Moneter

Lebanon membuka pendaftaran untuk dua program bantuan tunai guna membantu 700.000 keluarga rentan mengatasi penarikan subsidi penting.

DUNIA | 2 Desember 2021

UE Mulai Pertimbangkan Wajib Vaksinasi Covid-19

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah mendesak negara-negara di Uni Eropa (UE) untuk "memikirkan" vaksinasi Covid-19 wajib bagi warganya.

DUNIA | 2 Desember 2021

Varian Omicron, Kuba Kembangkan Lagi Vaksin Domestik

Kuba menyatakan para peneliti sedang mengembangkan lagi vaksin Covid-19 Soberana buatan domestik untuk memastikan perlindungan terhadap varian baru Omicron.

DUNIA | 2 Desember 2021

Saat Iklim Memanas, Hujan Gantikan Salju di Kutub Utara

Hujan akan menggantikan salju sebagai curah hujan paling umum di Kutub Utara saat krisis iklim memanaskan lapisan es utara planet Bumi.

DUNIA | 2 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Refly Harun Ajak Masyarakat Tolak Presidential Threshold

Refly Harun Ajak Masyarakat Tolak Presidential Threshold

POLITIK | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings