Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei: Mayoritas Warga AS Salahkan Perusahaan Minyak Atas Perubahan Iklim

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Mayoritas orang yang tinggal di Amerika Serikat (AS) memandang perubahan iklim sebagai masalah prioritas tinggi. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (26/10/2021), dua survei terbaru menunjukkan mereka juga menyalahkan perusahaan minyak.

Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research dan Energy Policy Institute di University of Chicago jajak pendapat menemukan bahwa 55 % orang Amerika ingin legislatif AS meloloskan RUU yang akan meningkatkan proporsi listrik AS yang dihasilkan dari sumber energi bersih. Hanya 16 % dari mereka yang disurvei secara eksplisit menentang tindakan legislatif seperti itu.

Secara lebih luas, jajak pendapat menunjukkan bahwa sekitar 59% orang Amerika menilai perubahan iklim sebagai sangat atau sangat penting bagi mereka, naik dari 49% pada 2018.

Sementara itu, 75% dari responden yang disurvei mengatakan mereka percaya bahwa perubahan iklim sedang terjadi, dan hanya 10% yang mengatakan tidak. Secara keseluruhan, 55% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka percaya perubahan iklim sebagian besar atau seluruhnya disebabkan oleh manusia.

Satu jajak pendapat terpisah yang dirilis pada Selasa, yang dilakukan oleh YouGov dan ditugaskan oleh Guardian, Vice News, dan Covering Climate Now, menunjukkan bahwa 60% orang Amerika percaya bahwa perusahaan minyak dan gas "sepenuhnya atau sebagian besar" bertanggung jawab atas perubahan iklim.

Sekitar 57% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa perusahaan minyak dan gas harus membayar kerusakan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Sementara 60% mengatakan perusahaan tersebut harus membayar untuk meningkatkan infrastruktur agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

Jajak pendapat menunjukkan meningkatnya tekanan publik pada perusahaan energi, yang telah menghadapi sejumlah undang-undang terkait perubahan iklim dari pemerintah lokal dan negara bagian di seluruh AS.

Data tersebut muncul ketika Presiden Joe Biden telah berjuang untuk meloloskan undang-undang perubahan iklim dan sebelum KTT Iklim PBB COP 26.

Jajak pendapat yang dirilis pada Selasa (26/10) datang ketika Presiden AS Joe Biden telah berjuang untuk menemukan dukungan yang cukup di antara rekan-rekan Demokrat. Dukungan itu dperlukan untuk meloloskan paket sosial besar-besaran yang akan mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memerangi perubahan iklim.

Pada Selasa, berbicara pada peluncuran laporan iklim terbaru PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan waktu hampir habis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah pemanasan global yang dapat merusak planet ini.

"Jam terus berdetak. Kesenjangan emisi adalah hasil dari kesenjangan kepemimpinan. Tetapi para pemimpin masih dapat menjadikan ini titik balik menuju masa depan yang lebih hijau daripada titik kritis bencana iklim,” katanya di New York.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Israel Gunakan Cara Lawan Teroris untuk Lacak Omicron

Negara itu akan memakai cara kontra-terorisme, teknologi pelacakan telepon untuk menahan penyebaran varian Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Varian Omicron, Swiss Tambah 5 Negara di Daftar Karantina

Swiss memperluas persyaratan karantina untuk membendung penyebaran Omicron kepada para pelancong dari Inggris, Republik Ceko, Belanda, Mesir dan Malawi.

DUNIA | 28 November 2021

Sindir Tiongkok, AS Puji Afsel Cepat Identifikasi Omicron

AS memuji Afrika Selatan (Afsel) pada hari Sabtu (27/11/2021) karena dengan cepat mengidentifikasi jenis Covid-19 baru yang disebut Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Indonesia akan all out untuk mengupayakan agar Yuri Octavian Thamrin dapat terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO periode 2021-2025.

NASIONAL | 28 November 2021

Kaum Wanita Afghanistan Menentang Aturan Media Taliban

Kaum wanita Afghanistan menentang aturan baru media ala Taliban.

DUNIA | 27 November 2021

ASEAN, Organisasi Kawasan yang Paling Stabil

Organisasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, merupakan salah satu organisasi kawasan yang paling stabil dan dinamis

DUNIA | 27 November 2021

PM India Didesak Larang Masuk Pelancong Asal Wabah Omicron

Perdana Menteri Narendra Modi didesak untuk menangguhkan penerbangan masuk dari negara-negara yang terkena dampak varian baru Covid-19, atau Omicron.

DUNIA | 27 November 2021

Denmark Dukung Vaksinasi Covid Anak Usia 5 Tahun

Denmark menjadi negara pertama yang mendukung vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 55 tahun.

DUNIA | 27 November 2021

Jepang Tingkatkan Pertahanan dari Ancaman Tiongkok dan Korut

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida telah memperbarui janjinya untuk mempertimbangkan semua opsi keamanan.

DUNIA | 27 November 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, PM Belanda Perintahkan Jam Malam

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte memerintahkan jam malam untuk melawan lonjakan Covid-19

DUNIA | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Percepatan Vaksin di Kabupaten Bogor, Kapolri Turun Tangan

Percepatan Vaksin di Kabupaten Bogor, Kapolri Turun Tangan

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings