Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: Tingkat Gas Rumah Kaca Capai Rekor

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:28 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Jenewa, Beritasatu.com - Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mencapai tingkat rekor tahun lalu, kata pernyatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Senin (25/10/2021). Ini merupakan peringatan keras menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) COP26 tentang memburuknya pemanasan global.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca yang terus meningkat akan mengakibatkan cuaca yang lebih ekstrim dan dampak luas pada lingkungan, ekonomi, dan kemanusiaan.

WMO mengatakan, perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 memicu penurunan sementara pada emisi baru, tetapi tidak memiliki dampak nyata pada tingkat atmosfer gas rumah kaca dan pertambahannya.

Buletin Gas Rumah Kaca (GGB) yang diterbitkan organisasi mengatakan tingkat kenaikan tahunan pada 2020 berada di atas rata-rata tahunan, yakni antara 2011 dan 2020. Tren tersebut berlanjut pada 2021.

WMO mengatakan bahwa selama emisi berlanjut, suhu global akan terus meningkat.

Mengingat umur panjang karbon dioksida (CO2), tingkat suhu yang sudah diamati akan bertahan selama beberapa dekade bahkan jika emisi dikurangi dengan cepat menjadi nol bersih.

Adapun Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 diadakan di Glasgow, Skotlandia pada 31 Oktober hingga 12 November.

"Buletin Gas Rumah Kaca berisi pesan ilmiah yang gamblang untuk negosiator perubahan iklim di COP26," kata kepala WMO Petteri Taalas, Senin (25/10/2021).

"Pada laju peningkatan konsentrasi gas rumah kaca saat ini, kita akan melihat peningkatan suhu pada akhir abad ini jauh melebihi target Perjanjian Paris 1,5 sampai dua derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. "Kita jauh dari jalur," tukasnya.

Taalas mengatakan bahwa jika dunia terus menggunakan bahan bakar fosil secara tak terbatas, planet ini bisa menjadi sekitar 4 derajat Celsius lebih hangat pada 2100. Tetapi membatasi pemanasan hingga 1,5 C masih dimungkinkan melalui upaya mitigasi.

Tidak Ada Waktu untuk Kalah

WMO mengatakan bahwa dengan terus meningkatnya emisi gas rumah kaca, di samping kenaikan suhu, planet ini juga bisa mengharapkan cuaca yang lebih ekstrim.

Itu termasuk panas dan curah hujan yang tinggi, pencairan es, kenaikan permukaan laut, dan pengasaman laut. Semuanya akan berdampak luas pada orang-orang di seluruh dunia.

"Kita perlu mengubah komitmen kita menjadi tindakan yang akan berdampak pada gas yang mendorong iklim berubah," lanjut Taalas.

"Kita perlu meninjau kembali sistem industri, energi, dan transportasi, serta seluruh cara hidup kita. Perubahan yang diperlukan terjangkau secara ekonomi dan secara teknis memungkinkan. Tidak ada waktu untuk kalah," tambahnya.

WMO juga mengungkapkan bahwa bagian tenggara hutan hujan Amazon, yang telah lama menjadi penyerap karbon, kini telah menjadi sumber emisi karbon.

"Ini mengkhawatirkan dan ini terkait dengan deforestasi," tegasnya.

Euan Nisbet dari Grup Gas Rumah Kaca Universitas London membandingkan pengukuran gas rumah kaca dengan posisi meluncur ke dalam kecelakaan mobil.

"Bencana semakin dekat dan dekat, tetapi Anda tidak bisa menghentikannya. Anda dapat dengan jelas melihat kecelakaan di depan, dan semua yang bisa Anda dilakukan adalah melolong," katanya.

Sementara itu, Direktur Institut Perubahan Iklim Edinburgh Dave Reay mengatakan laporan itu memberikan penilaian terus terang atas pencapaian COP sejauh ini. "Sebuah kegagalan epik," tutur Reay.

Catatan CO2

Adapun tiga gas rumah kaca utama adalah CO2, metana, dan dinitrogen oksida. CO2 adalah yang paling penting, berkontribusi untuk sekitar 66% dari efek pemanasan pada iklim.

Konsentrasi CO2 mencapai 413,2 bagian per juta (ppm) pada 2020 atau naik 2,5 ppm, dan berada pada 149% dari tingkat pra-industri pada 1750, kata WMO.

Laporan tersebut mengatakan bahwa sekitar setengah dari CO2 yang dipancarkan oleh aktivitas manusia tetap berada di atmosfer, sedangkan separuh lainnya berakhir di lautan dan daratan.

"Terakhir kali Bumi mengalami konsentrasi CO2 yang sebanding adalah tiga sampai lima juta tahun yang lalu. Tetapi tidak ada 7,8 miliar orang saat itu," tambah Taalas. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Varian Omicron, Swiss Tambah 5 Negara di Daftar Karantina

Swiss memperluas persyaratan karantina untuk membendung penyebaran Omicron kepada para pelancong dari Inggris, Republik Ceko, Belanda, Mesir dan Malawi.

DUNIA | 28 November 2021

Sindir Tiongkok, AS Puji Afsel Cepat Identifikasi Omicron

AS memuji Afrika Selatan (Afsel) pada hari Sabtu (27/11/2021) karena dengan cepat mengidentifikasi jenis Covid-19 baru yang disebut Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Indonesia akan all out untuk mengupayakan agar Yuri Octavian Thamrin dapat terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO periode 2021-2025.

NASIONAL | 28 November 2021

Kaum Wanita Afghanistan Menentang Aturan Media Taliban

Kaum wanita Afghanistan menentang aturan baru media ala Taliban.

DUNIA | 27 November 2021

ASEAN, Organisasi Kawasan yang Paling Stabil

Organisasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, merupakan salah satu organisasi kawasan yang paling stabil dan dinamis

DUNIA | 27 November 2021

PM India Didesak Larang Masuk Pelancong Asal Wabah Omicron

Perdana Menteri Narendra Modi didesak untuk menangguhkan penerbangan masuk dari negara-negara yang terkena dampak varian baru Covid-19, atau Omicron.

DUNIA | 27 November 2021

Denmark Dukung Vaksinasi Covid Anak Usia 5 Tahun

Denmark menjadi negara pertama yang mendukung vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 55 tahun.

DUNIA | 27 November 2021

Jepang Tingkatkan Pertahanan dari Ancaman Tiongkok dan Korut

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida telah memperbarui janjinya untuk mempertimbangkan semua opsi keamanan.

DUNIA | 27 November 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, PM Belanda Perintahkan Jam Malam

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte memerintahkan jam malam untuk melawan lonjakan Covid-19

DUNIA | 27 November 2021

Zelensky Tuduh Rusia Rencanakan Kudeta di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "perwakilan" Rusia berencana untuk menggulingkan pemerintahnya minggu depan.

DUNIA | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Joksyn Gelar Turnamen Layangan Khusus Teknik Ulur

Joksyn Gelar Turnamen Layangan Khusus Teknik Ulur

NASIONAL | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings