Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: Deforestasi Tak Kunjung Berakhir

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:24 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Para peneliti memperingatkan deforestasi tak kunjung berakhir dan dunia gagal untuk membantu memenuhi tujuan iklim dan alam. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (12/10/2021), negara-negara di dunia hanya menghabiskan sebagian kecil dari hampir US$500 miliar (Rp 7,03 triliun) yang dibutuhkan setiap tahun untuk menghentikan hilangnya pohon dan memulihkan hutan di seluruh dunia.

Satu laporan tahunan tentang Deklarasi Hutan New York 2014 menemukan pengurangan berkelanjutan dalam jumlah hutan yang diperlukan untuk memenuhi target 2030 untuk mengakhiri deforestasi sangat tidak mungkin dalam waktu dekat. Deklarasi itu didukung oleh lebih dari 200 negara, perusahaan dan kelompok hijau.

Laporan tahun 2021 berfokus pada keuangan dan kehutanan dalam rencana aksi iklim nasional yang diajukan untuk kesepakatan iklim Paris 2015, menemukan bahwa banyak pemerintah belum menetapkan tujuan perlindungan hutan spesifik di bawah pakta itu.

Laporan kemajuan oleh 28 masyarakat sipil dan kelompok penelitian juga menemukan bahwa, sejak 2010, negara-negara hanya menginvestasikan antara 0,5% dan 5% dari perkiraan US$ 460 miliar per tahun yang dibutuhkan untuk melestarikan, mengelola, dan menghidupkan kembali hutan di planet ini.

Michael Allen Brady dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional, yang berkontribusi pada laporan tersebut, mengatakan pendanaan saat ini "hanya setetes dari apa yang kita butuhkan".

"Dengan meningkatkan investasi dalam perlindungan hutan dan pengelolaan berkelanjutan, dunia dapat mengurangi emisi sambil mengamankan udara bersih, air, serat, makanan, mata pencaharian dan keanekaragaman hayati," tambah ilmuwan itu dalam satu pernyataan.

Menebang hutan memiliki implikasi besar bagi tujuan global untuk mengekang perubahan iklim, karena pohon menyerap sekitar sepertiga dari emisi karbon, yang dilepaskan jika membusuk atau dibakar.

Pada tahun 2020, kehilangan hutan tropis di seluruh dunia menyamai luas Belanda, menurut layanan pemantauan Global Forest Watch.

Di bawah Perjanjian Paris, sekitar 195 negara sepakat untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata global abad ini hingga "jauh di bawah" 2 derajat Celsius dan idealnya 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Para peneliti menganalisis tujuan nasional yang ditetapkan untuk kesepakatan itu oleh 32 negara dengan potensi paling besar untuk mengurangi emisi karbon melalui penghentian deforestasi, peningkatan pengelolaan hutan, dan penanaman pohon baru - termasuk Brasil, Indonesia, Rusia, Tiongkok, dan Republik Demokratik Kongo.

Laporan tersebut menemukan ambisi rendah, dengan hanya 10 negara yang telah menetapkan target kuantitatif, sementara sekitar seperempat dari total mengatakan target mereka hanya dapat dipenuhi jika mereka menerima dukungan keuangan internasional.

“Apa yang dapat kita lihat dari rencana iklim nasional ini adalah bahwa ambisi tersebut jauh dari potensi,” kata penulis utama laporan tersebut Franziska Haupt, mitra pengelola di firma penasihat Climate Focus.

Selain meningkatkan pendanaan, kata Haupt, negara-negara konsumen komoditas kaya harus bermitra dengan negara-negara berkembang untuk mengatasi deforestasi dan memperkenalkan undang-undang untuk membersihkan rantai pasokan mereka,.

Haupt juga menyerukan subsidi publik untuk dialihkan dari kegiatan yang berkontribusi terhadap deforestasi, seperti pertanian komersial dan bahan bakar fosil, dan ke proyek-proyek hijau yang memberdayakan masyarakat adat dan lokal.

Laporan tersebut memuji upaya untuk mengatasi deforestasi di beberapa negara, seperti perencanaan dan regulasi tata guna lahan Vietnam yang efisien, dan larangan perdagangan kayu ilegal dan pembukaan hutan tua di Laos dan Indonesia.

Dalam laporan terpisah yang diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology pada Selasa (12/10), para peneliti mengidentifikasi solusi berbiaya terendah yang melibatkan lahan yang dapat diadopsi oleh negara-negara untuk mengurangi emisi pemanasan planet dan memenuhi janji iklim mereka.

Kira-kira setengah dari pengurangan emisi yang hemat biaya akan datang dari melindungi, memulihkan dan meningkatkan pengelolaan hutan dan ekosistem lainnya, seperti bakau dan lahan gambut, mereka menemukan.

"Perubahan pada praktik pertanian, mengalihkan pola makan konsumen ke makanan yang lebih berkelanjutan dan sehat, dan mengurangi limbah makanan juga dapat memainkan peran utama," tambah studi tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Israel Gunakan Cara Lawan Teroris untuk Lacak Omicron

Negara itu akan memakai cara kontra-terorisme, teknologi pelacakan telepon untuk menahan penyebaran varian Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Varian Omicron, Swiss Tambah 5 Negara di Daftar Karantina

Swiss memperluas persyaratan karantina untuk membendung penyebaran Omicron kepada para pelancong dari Inggris, Republik Ceko, Belanda, Mesir dan Malawi.

DUNIA | 28 November 2021

Sindir Tiongkok, AS Puji Afsel Cepat Identifikasi Omicron

AS memuji Afrika Selatan (Afsel) pada hari Sabtu (27/11/2021) karena dengan cepat mengidentifikasi jenis Covid-19 baru yang disebut Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Ini Target Indonesia dalam Sidang ITTO ke-57

Indonesia akan all out untuk mengupayakan agar Yuri Octavian Thamrin dapat terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO periode 2021-2025.

NASIONAL | 28 November 2021

Kaum Wanita Afghanistan Menentang Aturan Media Taliban

Kaum wanita Afghanistan menentang aturan baru media ala Taliban.

DUNIA | 27 November 2021

ASEAN, Organisasi Kawasan yang Paling Stabil

Organisasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, merupakan salah satu organisasi kawasan yang paling stabil dan dinamis

DUNIA | 27 November 2021

PM India Didesak Larang Masuk Pelancong Asal Wabah Omicron

Perdana Menteri Narendra Modi didesak untuk menangguhkan penerbangan masuk dari negara-negara yang terkena dampak varian baru Covid-19, atau Omicron.

DUNIA | 27 November 2021

Denmark Dukung Vaksinasi Covid Anak Usia 5 Tahun

Denmark menjadi negara pertama yang mendukung vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 55 tahun.

DUNIA | 27 November 2021

Jepang Tingkatkan Pertahanan dari Ancaman Tiongkok dan Korut

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida telah memperbarui janjinya untuk mempertimbangkan semua opsi keamanan.

DUNIA | 27 November 2021

Cegah Lonjakan Covid-19, PM Belanda Perintahkan Jam Malam

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte memerintahkan jam malam untuk melawan lonjakan Covid-19

DUNIA | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Percepatan Vaksin di Kabupaten Bogor, Kapolri Turun Tangan

Percepatan Vaksin di Kabupaten Bogor, Kapolri Turun Tangan

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings