Logo BeritaSatu

Setelah Kekeringan, Madagaskar Dilanda Kelaparan Akibat Perubahan Iklim

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Antananarivo, Beritasatu.com- Kekeringan sudah empat tahun melanda Madagaskar akibat perubahan iklim yang melanda pulau Samudra Hindia itu. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (12/10/2021), beberapa badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah memperingatkan dalam beberapa bulan terakhir tentang "kelaparan perubahan iklim" di Madagaskar.

Beberapa hari, semua yang bisa dimakan Tsimamorekm Aly hanyalah air manis. Dia sangat senang jika ada segenggam nasi. Tetapi dengan enam anak kecil dan seorang istri yang harus dinafkahi, pria berusia 44 tahun itu mengaku tidak mampu.

"Tahun-tahun sebelumnya ada hujan, banyak hujan. Saya menanam ubi jalar dan saya punya banyak uang. Saya bahkan menikah karena saya kaya. Segalanya telah berubah," keluhnya, sambil berdiri di atas hamparan tanah, tempat satu-satunya tumbuhan kaktus hijau yang tinggi dan runcing.

"Situasi di selatan negara itu benar-benar mengkhawatirkan. Saya mengunjungi beberapa distrik dan mendengar dari keluarga bagaimana perubahan iklim telah mendorong mereka kelaparan," kata Alice Rahmoun, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Madagaskar.

Peneliti di University of California di Santa Barbara menyatakan pola curah hujan di Madagaskar turun tidak menentu, bahkan hujan sudah di bawah rata-rata selama hampir enam tahun.

"Di beberapa desa, hujan tepat terakhir terjadi tiga tahun lalu, di desa lain delapan tahun lalu atau bahkan 10 tahun lalu. Ladang gundul, biji tidak bertunas dan tidak ada makanan," ratap Rahmoun.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim menyatakan suhu di Afrika bagian selatan meningkat dua kali lipat dari tingkat global. Topan kemungkinan semakin kuat saat bumi menghangat. Selama ini, topan sudah lebih sering terjadi di Madagaskar daripada negara Afrika lainnya,

Konflik telah menjadi penyebab utama kelaparan di negara-negara seperti Etiopia, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman, ketika pertempuran menghentikan orang-orang yang bergerak untuk mencari makanan. Tapi Madagaskar termasuk negara damai.

"Perubahan iklim sangat berdampak dan sangat menonjolkan kelaparan di Madagaskar. Negara Madagaskar adalah korban perubahan iklim," keluh Presiden Andry Rajoelina saat mengunjungi daerah yang paling parah terkena dampak awal bulan ini.

Proyek Karbon Dunia menyatakan Madagaskar menghasilkan kurang dari 0,01% emisi karbon dioksida global.

"Setengah juta anak diperkirakan akan kekurangan gizi akut di Madagaskar selatan, 110.000 orang sangat parah yang menyebabkan keterlambatan perkembangan, penyakit dan kematian," kata Dana Anak PBB (UNICEF).

Nutriset, perusahaan Prancis yang memproduksi makanan darurat Plumpy'Nut, membuka pabrik di selatan Madagaskar minggu lalu. Perusahaan bertujuan untuk setiap tahun memproduksi 600 ton makanan yang diperkaya yang terdiri dari kacang, gula dan susu untuk anak-anak kurang gizi.

Pemerintah Malagasi juga memberikan sebidang tanah kepada beberapa keluarga yang melarikan diri dari daerah yang paling parah dilanda bencana. Sebanyak 200 keluarga menerima sebidang tanah dengan ayam dan kambing, yang lebih tahan kekeringan daripada sapi. Mereka juga didorong untuk menanam singkong, yang lebih tahan kekeringan dibandingkan jagung.

"Itu bencana alam. Semoga Tuhan membantu kita," kata Aly.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings