Logo BeritaSatu

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Minggu, 26 September 2021 | 11:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Hampir dapat dipastikan bahwa para Taliban yang menguasai Afghanistan tidak akan tampil pada pertemuan para pemimpin dunia Majelis Umum PBB 2021.

Seperti dilaporkan India Express, Minggu (26/9/2021), Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan duta besar Afghanistan yang saat ini diakui untuk PBB adalah Ghulam Isaczai, yang mewakili pemerintahan mantan presiden Ashraf Ghani yang sekarang digulingkan. Isaczai masih terdaftar sebagai dubes untuk negara tersebut.

Taliban menantang mandat duta besar dari mantan pemerintah Afghanistan, yang digulingkan pada 15 Agustus. Taliban meminta hak untuk perwakilan negara itu pada Debat Umum tingkat tinggi majelis. Debat dimulai Selasa dan berakhir Senin (27/9), dengan perwakilan Afghanistan sebagai pembicara terakhir.

Alasan utama penolakan adalah bahwa komite Majelis Umum yang memutuskan tantangan kredensial belum terpenuhi, dan sangat tidak mungkin untuk bertemu saat akhir pekan.

Pada Rabu (22/9), juru bicara Majelis Monica Grayley mengatakan komite sembilan anggota umumnya bertemu pada bulan November dan akan mengeluarkan keputusan "pada waktunya."

Taliban berpendapat bahwa mereka sekarang bertanggung jawab dan memiliki hak untuk menunjuk duta besar. Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan bulan lalu ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO berada di tahap akhir penarikan mereka yang kacau dari negara itu setelah 20 tahun.

Dalam satu surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menteri luar negeri Taliban yang baru diangkat, Ameer Khan Muttaqi, mengatakan Ghani “digulingkan” pada 15 Agustus dan bahwa negara-negara di seluruh dunia tidak lagi mengakuinya sebagai presiden.

Oleh karena itu, kata Muttaqi, Isaczai tidak lagi mewakili Afghanistan dan Taliban mencalonkan perwakilan tetap PBB yang baru, Mohammad Suhail Shaheen. Dia adalah juru bicara Taliban selama negosiasi damai di Qatar.

"Kami memiliki semua persyaratan yang diperlukan untuk pengakuan pemerintah. Jadi kami berharap PBB, sebagai badan dunia yang netral, mengakui pemerintah Afghanistan saat ini," kata Shaheen kepada The Associated Press, Rabu.

Ketika Taliban terakhir memerintah dari tahun 1996 hingga 2001, PBB menolak untuk mengakui pemerintah mereka. Sebaliknya PBB memberikan kursi Afghanistan kepada pemerintah Presiden Burhanuddin Rabbani yang sebelumnya didominasi panglima perang, yang dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri pada tahun 2011.

Pemerintah Rabbani-lah yang membawa Osama bin Laden, dalang 9/11, ke Afghanistan dari Sudan pada 1996.

Taliban menginginkan pengakuan internasional dan bantuan keuangan untuk membangun kembali negara yang dilanda perang itu. Namun susunan pemerintahan baru Taliban menimbulkan dilema bagi PBB. Beberapa menteri sementara, termasuk Muttaqi, ikut dalam daftar hitam teroris internasional dan penyandang dana terorisme PBB.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Militer Sudan Bubarkan Pemerintah

Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan para anggota kabinet dikenakan tahanan rumah atau dan ditahan di lokasi rahasia.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Dubes RI untuk Belgia Ajak Mahasiswa Jadi “A Good Indonesian

Ketua PPI William Rotty dan Wakil Ketua PPI Belgia Muhammad Daffa Dezar membuka acara Welcoming Day PPI Belgia.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

Kabar kematian Mahjabin Hakimi, seorang pemain bola voli nasional wanita Afghanistan yang mati dipenggal Taliban pada awal Oktober dibantah pihak keluarganya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Menlu Retno: Presiden Jokowi Bakal Hadir dan Berpartisipasi di KTT ASEAN

Presiden diagendakan bertolak ke Roma, Italia, untuk menghadiri KTT Group of Twenty (G-20) yang digelar pada tanggal 30-31 Oktober 2021.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Baru 1% Warga Divaksinasi Penuh, Papua Nugini Perlu Dukungan Atasi Kasus Covid-19

Kasus Covid-19 di negara kepulauan berpenduduk 9 juta jiwa itu telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, dengan 385 kasus baru tercatat pada Kamis.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Tahun 2060 Tiongkok Targetkan Kurangi Energi Fosil di Bawah 20%

Tiongkok menargetkan kebijakan energi bersih yang ambisius untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hingga di bawah 20 persen pada tahun 2060.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Austria Siapkan RUU Melegalkan Orang Dewasa Sakit Parah untuk Dibantu Bunuh Diri

Undang-undang baru memungkinkan orang dewasa yang sakit kronis atau parah untuk membuat ketentuan untuk bunuh diri yang dibantu.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kediamannya Dikepung Tentara, PM Sudan Dikenai Tahanan Rumah

PM Sudan Abdallah Hamdok dikenai tahanan rumah setelah pasukan militer yang tak teridentifikasi mengepung kediamannya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Serangan Bom Isi Paku di Uganda, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Serangan dengan bom, yang berisi paku-paku dan pecahan peluru, itu mengincar sebuah restoran di pinggiran ibu kota.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Tampil dengan Kuncir Kuda, Tunangan Keponakan Kaisar Jepang Ini Jadi Sorotan Publik

Tabloid memuat foto-foto kuncir kuda Komuro yang berusia 30 tahun dari setiap sudut, dengan beberapa membandingkannya dengan simpul atas seorang samurai.

DUNIA | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Uang Pemerintah Irak Senilai Rp 850 Miliar Dicuri di Mosul

Uang Pemerintah Irak Senilai Rp 850 Miliar Dicuri di Mosul

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings