Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Jumat, 24 September 2021 | 12:12 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Jenewa, Beritasatu.com - Myanmar menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan akibat perang saudara yang meningkat, setelah aksi perlawanan terhadap junta militer meluas. Demikian penjelasan kepala hak asasi manusia PBB memperingatkan pada hari Kamis (23/9/2021).

Michelle Bachelet mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, waktu hampir habis bagi negara-negara lain untuk meningkatkan upaya memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas

Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintah Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer pada Februari, yang memicu pemberontakan nasional yang coba dihancurkan oleh junta.

Serangan terhadap tentara telah meningkat sejak anggota parlemen digulingkan oleh para jenderal menyerukan "perang defensif rakyat" awal bulan ini.

Bachelet mengatakan, situasi hak asasi manusia telah memburuk secara signifikan sebagai dampak dari kudeta "menghancurkan kehidupan dan harapan di seluruh negeri".

"Konflik, kemiskinan, dan dampak pandemi meningkat tajam, dan negara menghadapi pusaran penindasan, kekerasan, dan keruntuhan ekonomi," katanya.

Dihadapkan dengan "penindasan luar biasa terhadap hak-hak dasar", gerakan perlawanan bersenjata tumbuh.

"Tren yang mengganggu ini menunjukkan kemungkinan yang mengkhawatirkan dari perang saudara yang meningkat," katanya.

Bachelet mendesak negara-negara untuk mendukung proses politik yang akan melibatkan semua pihak, dengan mengatakan blok regional ASEAN dan kekuatan berpengaruh harus menggunakan insentif dan disinsentif "untuk membalikkan kudeta militer dan spiral kekerasan yang putus asa".

"Stabilitas dan jalan Myanmar menuju demokrasi dan kemakmuran telah dikorbankan selama beberapa bulan terakhir ini untuk memajukan ambisi elit militer yang memiliki hak istimewa dan mengakar," katanya.

"Konsekuensi nasionalnya mengerikan dan tragis, konsekuensi regional juga bisa sangat besar. Komunitas internasional harus melipatgandakan upayanya untuk memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas sebelum terlambat".

Bachelet mengatakan, lebih dari 1.100 orang kini dilaporkan tewas di tangan pasukan keamanan sejak kudeta, sementara lebih dari 8.000 lainnya, termasuk anak-anak, telah ditangkap dan lebih dari 4.700 masih ditahan.

Ia mendesak semua pihak, terutama militer, untuk mengizinkan akses tidak terbatas ke bantuan kemanusiaan, dan menyerukan pembebasan segera semua tahanan politik.

Bachelet juga menyerukan, semua angkatan bersenjata untuk melindungi warga sipil dan mengatakan penggunaan serangan udara dan artileri di daerah pemukiman harus segera dihentikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

Krisis energi melanda banyak negara di dunia yang sedang dalam pemulihan ekonomi global.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Warga India Pertanyakan Urgensi Foto PM Modi di Sertifikat Vaksin

Sejumlah warga India mempertanyakan urgensi keberadaan foto Perdana Menteri Narendra Modi di sertifikat vaksin Covid-19.

DUNIA | 20 Oktober 2021

November, Hawaii Akan Terbuka untuk Pelancong yang Divaksin Covid-19

Hawaii akan terbuka untuk pelancong yang sudah divaksinasi lengkap untuk urusan bisnis atau kesenangan, mulai 1 November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Israel Deteksi Kasus Pertama Varian Delta Baru

Kasus pertama varian Delta Covid-19 baru yakni "AY4.2" terdeteksi di Israel pada Selasa (19//10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

PM Australia: Teknologi, Cara Terbaik untuk Capai Target Iklim

Target bersih nol emisi karbon pada tahun 2050 akan menjadi "sangat positif" bagi Australia jika itu dapat dicapai melalui teknologi dan bukan harga karbon.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Mata Uang Kripto Merusak Efektivitas Sanksi AS

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 20 Oktober 2021

Uni Eropa Jadi Pengekspor Vaksin Covid-19 Terbesar

Uni Eropa (UE) menjadi pengekspor vaksin Covid terbesar, dengan mengirimkan lebih dari satu miliar dosis ke seluruh dunia.

DUNIA | 20 Oktober 2021

UE: Kembali ke Batu Bara Akan Jadi Tragedi Iklim

Kembali menggunakan energi kotor dari batu bara selama krisis energi saat ini akan menjadi tragedi iklim.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Muhammad Kembali Jadi Nama Bayi yang Populer di Inggris

Muhammad adalah nama paling populer kelima untuk bayi laki-laki Inggris pada tahun 2020.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas

Serangan bom ganda di Damaskus tewaskan 14 personel militer Suriah pada Rabu (20/10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

DUNIA | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings