Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Konflik di Myanmar

Rumah Warga Dibakar, Tentara Junta Disebut Tembak Mati Pendeta yang Coba Padamkan Api

Kamis, 23 September 2021 | 09:50 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com - Sebagian besar penduduk kota Myanmar di dekat perbatasan India telah melarikan diri setelah bangunan dibakar oleh artileri di tengah pertempuran antara pasukan milisi yang menentang kekuasaan junta, menurut laporan penduduk dan media. Laporan portal berita Myanmar Now menyebutkan, tentara junta menembak mati seorang pendeta Kristen yang mencoba memadamkan api.

Pihak media pemerintah membantah laporan tersebut.

The Global New Light of Myanmar media milik junta militer mengatakan, kematian pendeta sedang diselidiki dan bahwa tentara telah disergap oleh sekitar 100 "teroris" dan kedua belah pihak terlibat baku tembak.

Seorang kerabat pendeta yang meninggal mengatakan kepada Reuters bahwa hanya segelintir rumah tangga yang tersisa di Thantlang, termasuk sekitar 20 anak di panti asuhan.

"Pembunuhan seorang pendeta Baptis dan pemboman rumah-rumah di Thantlang, negara bagian Chin adalah contoh terbaru dari neraka hidup yang disampaikan setiap hari oleh pasukan junta terhadap rakyat Myanmar," Thomas Andrews, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, mengatakan dalam pesan di Twitter.

Selama pertempuran akhir pekan lalu di Thantlang, sekitar 20 rumah dibakar, dengan foto-foto di media sosial menunjukkan bangunan dilalap api.

Salai Thang, seorang pemimpin masyarakat mengatakan, empat warga sipil telah tewas dan 15 terluka dalam beberapa minggu konflik dengan militer juga menggunakan serangan udara setelah pangkalan militer diserbu.

Pasukan pertahanan Chin, sebuah milisi yang menentang militer, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 30 tentara telah tewas.

Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi klaim apa pun dan seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar.

Terjadi peningkatan pertumpahan darah di daerah-daerah seperti negara bagian Chin setelah Pemerintah Persatuan Nasional, sebuah pemerintahan bayangan bawah tanah yang dibentuk oleh penentang militer, mengumumkan pemberontakan pada 7 September dan menyerukan milisi yang baru dibentuk untuk menargetkan junta.

Upaya tentara pertahanan rakyat untuk melawan tentara yang diperlengkapi persenjataan dengan baik sering mengakibatkan warga sipil terjebak dalam baku tembak dan terpaksa melarikan diri.

Sekitar 10.000 orang biasanya tinggal di Thantlang di negara bagian Chin, tetapi sebagian besar telah pergi mencari perlindungan di daerah sekitarnya termasuk di India, kata seorang pemimpin masyarakat.

Di negara bagian Mizoram, India, kepala kelompok masyarakat sipil mengatakan, 5.500 orang dari Myanmar telah tiba hanya di dua distrik selama seminggu terakhir, saat mereka berusaha melarikan diri dari tindakan keras militer.

Di Mizoram, pendatang dari Myanmar dalam seminggu terakhir sebagian besar menyeberangi sungai Tiau dengan perahu, kata ketua Asosiasi Mizo Muda, sebuah kelompok masyarakat sipil, melalui telepon.

“Kami telah mendirikan tempat penampungan sementara menggunakan atap seng dan terpal untuk menampung para pengungsi ini murni atas dasar kemanusiaan,” kata Lalnuntluanga.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintah yang dipimpin oleh veteran pro-demokrasi Aung San Suu Kyi digulingkan pada 1 Februari lalu. Tindakan itu memicu kemarahan nasional, pemogokan, protes, dan munculnya milisi anti-junta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: reuters/channelnewsasia

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Palang Merah Desak Dunia Bantu Papua Nugini Tangani Covid-19

Tindakan internasional terpadu diperlukan untuk mendukung Papua Nugini ketika lonjakan kasus Covid-19 membanjiri sistem kesehatan negara Pasifik itu.

DUNIA | 26 Oktober 2021

November, Filipina Akan Uji Coba Kombinasi Vaksin Covid-19

Filipina akan mulai menguji kombinasi vaksin virus corona minggu ini atau awal November.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Uang Pemerintah Irak Senilai Rp 850 Miliar Dicuri di Mosul

Lebih dari US$ 60 juta (Rp 850 miliar) telah digelapkan dari anggaran publik di Mosul, Irak oleh pejabat yang baru saja dipecat.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi: Langkah Bersama dan Kolaborasi Kunci Utama Bangkitnya Ekonomi ASEAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesamaan visi, semangat kolaborasi dan kebersamaan langkah merupakan kunci utama kebangkitan ekonomi ASEAN.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Tekanan terhadap ECB Meningkat untuk Menanggapi Kenaikan Inflasi

Tekanan meningkat pada bank sentral Eropa (ECB) untuk menanggapi kenaikan inflasi di zona euro.

DUNIA | 26 Oktober 2021

PM India Konfirmasi Kehadiran di COP26

Perdana Menteri India Narendra Modi dipastikan akan menghadiri KTT iklim COP26.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Inggris Mengumumkan Pengeluaran Kesehatan £ 6 Miliar

Pemerintah Inggris akan memberikan tambahan £ 6 miliar kepada Dinas Kesehatan Nasional (NHS) untukatasi backlog yang terjadi sebagai salah satu dampak pandemi.

DUNIA | 26 Oktober 2021

AS Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mempererat kerja sama dengan Indonesia sebagai teman dan mitra kunci di Asia Tenggara.

DUNIA | 26 Oktober 2021

PBB: Tingkat Gas Rumah Kaca Capai Rekor

Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mencapai tingkat rekor tahun lalu, kata pernyatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Senin (25/10/2021).

DUNIA | 26 Oktober 2021

Setelah Kebakaran, Ribuan Pohon di California Harus Ditebang

Setelah kebakaran hutan California, Amerika Serikat (AS), lebih dari 10.000 pohon yang sekarat oleh kebakaran, kekeringan, penyakit, atau usia harus ditebang.

DUNIA | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Bidik Rp 24,9 Triliun, Mitratel Berpeluang Pecahkan Rekor IPO Terbesar Bukalapak

Bidik Rp 24,9 Triliun, Mitratel Berpeluang Pecahkan Rekor IPO Terbesar Bukalapak

EKONOMI | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings