Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei: Hampir 80% Warga Palestina Ingin Presiden Abbas Mundur

Rabu, 22 September 2021 | 22:46 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Ramallah, Beritasatu.com- Satu jajak pendapat baru menemukan bahwa hampir 80% warga Palestina ingin Presiden Mahmoud Abbas mengundurkan diri. Seperti dilaporkan AP, Rabu (22/9/2021), temuan itu mencerminkan kemarahan yang meluas atas kematian seorang aktivis Palestina dalam tahanan pasukan keamanan dan tindakan keras terhadap protes selama musim panas.

Survei yang dirilis Selasa (21/9) menemukan dukungan untuk saingan Hamas, yakni Abbas tetap tinggi beberapa bulan setelah perang Gaza 11 hari pada bulan Mei. Saat itu, kelompok milisi Islam secara luas dilihat oleh orang-orang Palestina telah mencetak kemenangan melawan Israel yang jauh lebih kuat sementara Abbas yang didukung Barat dikesampingkan.

Jajak pendapat terbaru oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina menemukan bahwa 45% orang Palestina percaya bahwa Hamas harus memimpin dan mewakili mereka. Sementara hanya 19% yang mengatakan bahwa Fatah yang merupakan faksi sekuler Abbas pantas mendapatkan peran itu. Temuan menunjukkan hanya sedikit perubahan yang mendukung Fatah dari kekuasaan tiga bulan terakhir.

“Ini adalah jajak pendapat terburuk yang pernah kami lihat untuk presiden. Dia tidak pernah berada dalam posisi seburuk hari ini,” kata Khalil Shikaki, kepala pusat tersebut, yang telah mensurvei opini publik Palestina selama lebih dari dua dekade.

Terlepas dari popularitas yang menurun dan penolakan Abbas untuk mengadakan pemilihan, masyarakat internasional masih memandang Abbas yang berusia 85 tahun sebagai pemimpin perjuangan Palestina dan mitra penting dalam proses perdamaian dengan Israel, yang terhenti lebih dari satu dekade lalu.

Otoritas Palestina (PA) Abbas mengelola bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki di bawah perjanjian sementara yang ditandatangani dengan Israel pada puncak proses perdamaian pada 1990-an. Hamas mengusir pasukan Abbas dari Gaza ketika merebut kekuasaan di sana pada 2007, setahun setelah memenangkan pemilihan parlemen.

Kesengsaraan terbaru Abbas dimulai pada bulan April, ketika dia membatalkan pemilihan Palestina pertama dalam 15 tahun karena Fatah tampaknya menuju kekalahan memalukan lainnya. Popularitas Hamas melonjak pada bulan berikutnya di tengah protes di Yerusalem dan perang Gaza, karena banyak warga Palestina menuduh PA tidak melakukan apa pun untuk membantu perjuangan mereka melawan pendudukan Israel.

Kematian Nizar Banat, seorang pengkritik keras PA yang meninggal setelah dipukuli oleh pasukan keamanan Palestina selama penangkapan larut malam pada bulan Juni. Kejadian itu memicu protes di Tepi Barat yang diduduki yang menyerukan agar Abbas mengundurkan diri.

Ditemukan bahwa 63% warga Palestina berpikir Banat dibunuh atas perintah para pemimpin politik atau keamanan PA, dengan hanya 22 % percaya itu adalah kesalahan.

Baru-baru ini, PA mengumumkan bahwa 14 pejabat keamanan yang ambil bagian dalam penangkapan itu akan diadili. Enam puluh sembilan persen dari mereka yang disurvei merasa itu adalah respons yang tidak memadai.

Jajak pendapat tersebut menemukan sekitar 63% warga Palestina mendukung demonstrasi yang pecah setelah kematian Banat. Sementara 74% percaya penangkapan demonstran oleh PA adalah pelanggaran kebebasan dan hak-hak sipil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiongkok Rancang Aturan yang Bisa Hukum Orang Tua Atas Kelakuan Buruk Anaknya

Orang tua di Tiongkok yang anak-anaknya menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan dapat menghadapi hukuman.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tak Dilibatkan dalam Pembicaraan dengan Taliban, Utusan AS untuk Afganistan Mundur

Kepergian Khalilzad terjadi setelah ia tidak dilibatkan dalam pembicaraan resmi pertama antara pemerintah Joe Biden dengan Taliban.

DUNIA | 19 Oktober 2021


Komisi Eropa Apresiasi Komitmen Indonesia Atasi Perubahan Iklim Dunia

Timmermans mengungkapkan, ada ambisi yang jelas dari Indonesia, yaitu menjadi salah satu pemimpin iklim di ASEAN.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Donald Trump Gugat Komite DPR yang Selidiki Kerusuhan di Capitol

Menurut Trump, komite itu meminta catatan Gedung Putih tentang dirinya secara tidak sah.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Sudah Divaksin Lengkap Namun Meninggal, Ini Penjelasan Medis Dokter dari Kasus Colin Powell

Mantan Menlu AS Colin Powell meninggal karena komplikasi Covid-19. Keluarganya mengumumkan, dia telah divaksinasi lengkap.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN, Junta Myanmar Bebaskan Ratusan Tahanan Politik

Pemerintahan junta militer Myanmar telah membebaskan ratusan tahanan politik dari penjara Insein, termasuk juru bicara partai Aung San Suu Kyi.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tersangka Pembunuh yang Dapat Simpati Publik Tiongkok, Akhirnya Tewas dalam Pelarian

Tingkat simpati dan dukungan sangat tidak biasa bagi seorang tersangka pembunuh di Tiongkok, di mana pelaku pembunuhan dapat dihukum mati.

DUNIA | 19 Oktober 2021

5 Orang Tewas Diserang di Norwegia, Polisi: Korban Ditikam Bukan Dipanah

Korban, empat perempuan dan satu pria berusia 52-78 tahun tewas dalam serangan 13 Oktober di Kota Kongsberg, yang berjarak sekitar 70 km dari Ibu Kota Oslo.

DUNIA | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

KESEHATAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings