Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Taliban Minta Bantuan Asing untuk Atasi Pengungsi Afghanistan

Senin, 20 September 2021 | 14:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Seorang pemimpin Taliban meminta tindakan dan bantuan dari masyarakat internasional, termasuk lembaga donor, untuk membantu pengungsi Afghanistan menjelang musim dingin yang mendekat.

Dalam beberapa hari terakhir, kelompok bantuan telah memperingatkan Afghanistan menghadapi "krisis kemanusiaan yang akan datang" jika bantuan dan sumber daya tidak dikirim ke negara itu.

Kemiskinan bisa melonjak hingga 97% pada pertengahan tahun depan, menurut Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), karena kelaparan dan kekeringan memaksa ribuan orang pindah ke kota-kota untuk mencari perlindungan.

Dalam satu wawancara dengan Al Jazeera, menteri pengungsi Taliban, Khalil-ur-Rahman Haqqani, mengatakan saat ribuan orang mengungsi, sekarang ada perdamaian di Afghanistan dan semua orang bisa kembali ke rumah.

“Diperkirakan 20.000 orang berada di Kabul dari lembah Panjshir. Prioritasnya adalah Kabul karena merupakan kota terpadat dan menampung jumlah pengungsi tertinggi,” kata Haqqani kepada Al Jazeera.

Haqqani menambahkan bahwa orang-orang akan diberikan bantuan untuk kembali dan membantu “membangun kembali rumah mereka” jika telah rusak.

Tetapi interaksi apa pun dengan Haqqani kemungkinan akan rumit karena pemerintah AS telah menetapkannya sebagai "teroris global". Amerika Serikat telah memberikan hadiah US$ 5 juta (Rp 71,5 miliar) dan dia juga telah diberi sanksi oleh PBB, dengan beragam tuduhan termasuk berhubungan dengan al-Qaeda.

Kelompok itu menyatakan sanksi seharusnya dihapus menyusul kesepakatan yang ditandatangani oleh AS di Qatar tahun lalu.

Dia mengatakan tahap selanjutnya dari rencana tersebut adalah membuat “kota-kota khusus di setiap provinsi” dari mana orang-orang dipindahkan dan dirancang untuk memiliki “fasilitas serta pekerjaan dalam pembangunan, jasa, konstruksi dan pertanian bagi masyarakat setempat”.

“Alasannya adalah untuk memastikan ada solusi satu jendela bagi mereka yang menginginkanuntuk membantu, memusatkan kebutuhan dari seluruh negeri, mengurangi pemborosan, menghapus korupsi dan memastikan semua bantuan menjangkau mereka yang paling layak mendapatkannya,” tambahnya.

“Memang ada masalah cash flow, tapi insya Allah masalah ini perlahan kita atasi juga. Yang paling penting adalah perdamaian di Afghanistan tidak menjamin adanya pengungsi atau orang terlantar,” tambah Haqqani.

Pada Jumat, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi meminta negara-negara untuk terlibat dengan Taliban atau mengambil risiko “krisis kemanusiaan”.

Berbicara di Islamabad, ibu kota negara tetangga Pakistan, Grandi mengatakan masyarakat internasional seharusnya tidak hanya memberikan bantuan kepada negara yang dilanda kemiskinan itu, tetapi juga menerima pengungsi Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Kemitraan AS dengan ASEAN Penting untuk Indo-Pasifik Bebas Terbuka

Biden mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-ASEAN bersama para pemimpin negara anggota ASEAN dan sekretaris jenderal (sekjen) ASEAN.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Tesla Nikmati Uang Negara, Tapi Elon Musk Takut Pajak

Elon Musk ternyata mulai berkelit untuk menghindari pajak. Padahal secara tidak langsung, Tesla dibangun dengan dukungan uang negara pemerintah Amerika Serikat

DUNIA | 28 Oktober 2021

Hubungan Ekonomi dan Perdagangan Indonesia – Pakistan Terus Menggeliat

Meski dunia masih dilanda pandemi Covid-19, hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Pakistan terus menggeliat dan menunjukkan kecenderungan positif.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Jadi Negara Pencemar, India Tolak Umumkan Target Emisi Nol Bersih

India pada Rabu (27/10/2021) menolak seruan untuk mengumumkan target emisi nol karbon bersih.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Swedia Tawarkan Vaksin Penguat pada Lansia dan Nakes

Swedia menawarkan vaksin penguat Covid-19 kepada para orang lanjut usia dan tenaga kerja kesehatan (nakes).

DUNIA | 28 Oktober 2021

Untuk Negara di Perbatasan Afghanistan, Rusia Imbau Tolak Pasukan NATO

Rusia telah meminta negara-negara Asia Tengah untuk menolak rencana penempatan pasukan NATO di wilayah sekitar Afghanistan.

DUNIA | 28 Oktober 2021

2022, Turki Targetkan Pendapatan Rp 430 Triliun dari Pariwisata

Turki menargetkan pendapatan pariwisata Turki hingga US$ 30,4 miliar (Rp 430 triliun) pada 2022.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Mentan Ingatkan Pentingnya Ketangguhan Sistem Pangan Kawasan ASEAN

Mentan Syahrul Yasin Limpo menekankan urgensi penguatan resilensi/ketangguhan sistem pangan kawasan, terhadap berbagai guncangan harus disikapi secara serius.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Banjir Bandang di Italia Ubah Jalan Kota Sisilia Jadi Sungai

Banjir bandang telah mengubah jalan menjadi sungai di kota pelabuhan Catania, pulau Sisilia, Italia.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Bagi Petani Afghanistan, Krisis Iklim Lebih Buruk daripada Perang

Iklim sekarang menjadi krisis yang lebih buruk daripada perang bagi para petani Afghanistan.

DUNIA | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Seskab Ajak Elemen Bangsa Bersatu dan Bangkit

Seskab Ajak Elemen Bangsa Bersatu dan Bangkit

POLITIK | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings