Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Myanmar Memanas, Pasukan Militer Junta Diserang Bom

Minggu, 19 September 2021 | 15:15 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com – Pihak junta militer Myanmar menyatakan, pasukan keamanan mendapat serangan bom dari kelompok pembangkang. Beberapa orang tewas dalam baku tembak.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari lalu. Tindakan itu memicu protes massa pro-demokrasi dan direspons tindakan keras berdarah oleh militer.

Kini di berbagai kotapraja di Myanmar, kelompok antimiliter telah membentuk apa yang disebut "pasukan pertahanan rakyat" untuk melawan balik melawan junta, meskipun sebagian besar bentrokan telah dilaporkan terjadi di daerah pedesaan.

Pasukan keamanan sedang melakukan perjalanan melalui Khayan, pinggiran pusat komersial Myanmar Yangon pada hari Jumat (17/9/2021) ketika mereka diserang dengan bom rakitan, kata junta dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (18/9/2021).

"Kedua kelompok itu saling menembak, seorang anggota pasukan keamanan terluka," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa senjata api dan amunisi disita setelah bentrokan itu.

"Beberapa teroris ... (terbunuh), salah satunya terluka".

Media lokal melaporkan setidaknya dua pembangkang tewas dan satu ditangkap

Awal bulan ini "Pemerintah Persatuan Nasional" yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen yang berafiliasi dengan partai terguling Aung San Suu Kyi menyerukan "perang defensif rakyat" dan mendesak warga sipil untuk menargetkan aset junta.

Menara komunikasi perusahaan Mytel milik militer telah menjadi target sasaran di seluruh Myanmar.

Konflik juga meningkat di wilayah Sagaing dan Magway, di mana penduduk setempat pekan ini menuduh militer membakar rumah dan membuat ribuan orang mengungsi.

"Militer telah menghancurkan wilayah kami karena pasukan perlawanan lokal," kata seorang wanita berusia 25 tahun dari kotapraja Gangaw Magway kepada AFP.

"Saya kehilangan beberapa teman saya ... hati saya hancur karena saya telah menyaksikan semua kekejaman mereka (militer) dengan mata kepala sendiri”.

Di desa Namg Kar, sejumlah rumah telah dihancurkan oleh militer, kata penduduk setempat

Penduduk kotapraja Gangaw mengatakan, di salah satu desa yang paling parah terkena dampak, Namg Kar, sejumlah rumah telah diratakan sejak 10 September, sebuah proses mulai-berhenti selama seminggu terakhir karena hujan monsun terus memadamkan api.

"Mereka (militer) mencoba membakar seluruh desa. Tapi saat itu musim hujan," kata warga tersebut, seraya menambahkan bahwa 4.000 warga Namg Kar telah mengungsi ke hutan terdekat.

"Warga takut pada tentara karena mereka bisa kembali kapan saja ke desa," katanya.

Pihak junta belum menanggapi permintaan komentar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dokter Penemu Omicron: Gejalanya Ringan Saja

Gejala akibat varian Omicron berbeda dengan gejala yang ditumbulkan oleh varian Delta dan Alpha.

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, Maroko Tangguhkan Penerbangan Internasional

Maroko akan menangguhkan semua penerbangan penumpang internasional reguler selama dua minggu karena kekhawatiran pada varian baru Covid-19 Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Laos Berharap Kereta Peluru Dorong Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Laos berharap kereta peluru dapat mendorong peningkatan ekonomi negara.

DUNIA | 29 November 2021

Botswana Temukan Lagi 15 Kasus Omicron

Menteri Kesehatan Botswana Edwin Dikoloti mengatakan telah mendeteksi 15 kasus lagi varian virus corona Omicron, pada Minggu (28/11/2021)

DUNIA | 29 November 2021

Filipina Beli Lagi 20 Juta Dosis Vaksin Covid Pfizer

Filipina akan membeli tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

DUNIA | 29 November 2021

Pidato Pertama, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Internasional

Pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund meminta bantuan internasional untul Afghanistan.

DUNIA | 29 November 2021

WHO Belum Pastikan Omicron Penyebab Sakit Parah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum dapat memastikan apakah varian baru Omicron lebih menular atau menyebabkan sakit parah.

DUNIA | 29 November 2021

Prancis Deteksi Sejumlah Kasus Terduga Omicron

Kementerian Kesehatan Prancis telah menemukan delapan kemungkinan kasus varian Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Mesir Izinkan Vaksin Covid Pfizer untuk Remaja

Mesir mengesahkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer untuk remaja berusia 12-15 tahun pada Minggu (28/11/2021).

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, WHO Minta Negara Tetap Buka Perbatasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong negara-negara untuk tetap membuka perbatasan, meskipun ada kekhawatiran varian Omicron dari Covid-19.

DUNIA | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Satgas IDI: Efikasi Vaksin Covid-19 Turun Setelah 6 Bulan

Satgas IDI: Efikasi Vaksin Covid-19 Turun Setelah 6 Bulan

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings