Logo BeritaSatu

Akibat Poster Hina Presiden Macron, Pemilik Papan Reklame Didenda Rp 167 Juta

Sabtu, 18 September 2021 | 18:01 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Pemilik papan reklame Prancis didenda 10.000 euro (Rp 167 juta) akibat memuat poster parodi Presiden Emmanuel Macron sebagai Hitler. Seperti dilaporkan RT, Jumat (17/9/2021), poster Macron itu merupakan bagian dari aksi penolakan aturan Covid-19.

Pada Jumat (17/9), pengadilan di Toulon menampar Michel-Ange Flori dengan hukuman besar sebesar 10.000 euro (Rp 167,6 juta) karena telah memparodikan Presiden Prancis sebagai Hitler di papan iklan.

Seorang jaksa berargumen di pengadilan bahwa gambar buatan Flori telah menunjukkan "keinginan yang jelas untuk menyakiti."

Flori telah menyatakan keputusannya untuk mengajukan banding, mengecam keputusan tersebut karena telah mengubur "hak untuk karikatur."

Presiden Prancis menggugat Flori pada akhir Juli setelah poster dipasang di dua papan reklame besar di sepanjang rute masuk ke kota Toulon. Gambar tersebut menggambarkan Macron mengenakan seragam dan kumis pemimpin Nazi yang menggembar-gemborkan perintah: "patuhi, dapatkan vaksinasi." Akronim partai presiden LREM (Republik Bergerak) juga dimanipulasi dalam gambar untuk meniru bentuk swastika.

"Jadi, di Macronia Anda bisa mengolok-olok nabi, itu sindiran, tetapi membuat presiden terlihat seperti diktator adalah penghujatan," tulis Flori di Twitter pada akhir Juli.

Pertengahan Juli melihat pengenalan di Prancis tentang vaksinasi wajib untuk petugas kesehatan, serta apa yang disebut "izin kesehatan" yang mengharuskan pemegang untuk membuktikan status virus atau divaksinasi mereka untuk akses ke ruang publik tertentu. Sejak pengumuman Paris, gelombang protes, beberapa bahkan menentang gagasan tindakan itu, telah mengguncang negara itu.

Simbolisme Nazi telah ditampilkan di antara pengunjuk rasa anti-Covid di seluruh Prancis. Satu pusat vaksinasi di Landes di Barat Daya negara itu dirusak pada 19 Juli, dengan pengacau anti-vax mencoret-coret kata-kata “Nazi” dan “kolaborator”, bersama dengan gambar beberapa swastika. Lebih dari seminggu kemudian, di Vendôme, “genosida” dicat di lantai hub lain.

Prancis membatalkan undang-undang "menghina presiden Republik" pada 2013 setelah menghadapi kritik dari Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. Sebelumnya, setiap pernyataan negatif dapat mengakibatkan hukuman finansial dan hukuman pidana. Namun, kepala negara dilindungi dari fitnah publik seperti orang Prancis lainnya, tetapi tuduhan jarang terjadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Riza: Anies Tak Gunakan Jabatan Gubernur untuk Urusan Politik

Anies Baswedan diyakini tidak akan menggunakan jabatan sebagai Gubernur DKI untuk urusan politik.

NEWS | 6 Oktober 2022

Rekening Istri Lukas Enembe Disebut Diblokir KPK

Rekening istri Gubernur Papua Lukas Enembe, Yulce Enembe, disebut telah diblokir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 5 Oktober 2022

Dugaan Kasus KDRT, Hari Ini Rizky Billar Dipanggil Penyidik

Penyanyi Rizky Billar rencananya besok, Kamis (6/10/2022), akan dipanggil dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus dugaan KDRT

NEWS | 6 Oktober 2022

Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe Tolak Pemeriksaan KPK

Petrus Bala Pattyona menyampaikan istri Lukas, Yulce Enembe bersama anak menolak pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 5 Oktober 2022

Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

Polisi telah menerima hasil visum Lesti Kejora buntut aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Rizky Billar.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dukung Penuh Presidensi G-20, Mendag AS: Indonesia Mitra Penting

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan dukungan untuk Indonesia dalam Presidensi G-20, yang akan digelar di Bali pada November mendatang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KIB Disarankan Usung Capres dan Cawapres dari Hasil Konvensi

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disarankan mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari hasil konvensi.

NEWS | 5 Oktober 2022

Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara, Korban: Kami Puas

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut 15 tahun penjara oleh JPU, Rabu (5/10/2022), di PN Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Rizky Billar Pernah Lempar Lesti Kejora dengan Bola Biliar

Polisi mengungkap Rizky Billar pernah melempar bola biliar ke Lesti Kejora. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gagal Bayar KSP Sejahtera Bersama

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri menetapkan ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama berinisial IS dan DZ sebagai tersangka.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rekening Istri Lukas Enembe Disebut Diblokir KPK

Rekening Istri Lukas Enembe Disebut Diblokir KPK

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings