Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bank-Bank Sentral Berusaha Mengatasi Risiko Iklim

Kamis, 2 September 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

New York, Beritasatu.com - Bank-bank sentral utama dunia dipandang sebagai penyelamat ekonomi global setelah krisis keuangan 2008 dan ketika pandemi virus corona melanda tahun lalu. Tetapi mereka dinilai kurang bersatu dalam hal menyikapi perubahan iklim.

Awal dari keterlibatan bank sentral dalam aksi iklim kerap dikaitkan dengan pidato 2015 oleh Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) saat itu, Mark Carney, berjudul "Mematahkan tragedi cakrawala: Perubahan iklim dan stabilitas keuangan".

Meskipun tidak terlibat langsung dalam mengatasi pemanasan global, bank sentral harus waspada atas dampaknya terhadap ekonomi dan sistem keuangan.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, lembaga-lembaga tersebut perlu memasukkan pertimbangan tentang iklim ke dalam kebijakannya. Sekaligus mengawasi ancaman terhadap mandat utama mereka untuk memastikan stabilitas harga, menyiapkan implikasi bagi pengawasan perbankan dan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Salah satu alat yang mereka miliki adalah sejumlah bank stress test, yang dapat mengukur bagaimana lembaga keuangan akan bertahan dalam menghadapi guncangan iklim.

Bank stress test dapat didefinisikan sebagai analisis yang dilakukan di bawah skenario ekonomi yang tidak menguntungkan, seperti resesi yang berkepanjangan atau krisis keuangan.

Tes tersebut dirancang guna menentukan tingkat kecukupan modal bank dalam menahan dampak ketidakstabilan ekonomi atau perkembangan ekonomi yang merugikan.

Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) baru saja meluncurkan inisiatif uji stres iklim, Bank Sentral Prancis pada Mei telah memeriksa sembilan kelompok perbankan dan 15 perusahaan asuransi. Pihaknya mengungkapkan risiko moderat untuk lembaga-lembaga ini.

ECB juga dapat mempertimbangkan risiko iklim saat membeli obligasi korporasi atau menerima obligasi yang digunakan untuk agunan. Hal ini memberikan preferensi pada aset perusahaan yang tidak terlibat dalam kegiatan polusi.

Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) juga sedang mempertimbangkan tes stres iklim. Sementara BOE memulai tesnya pada Juni 2021, meninjau bank-bank seperti HSBC dan Barclays.

Banyak bank sentral telah bergabung dengan Jaringan Bank Sentral (NCB) dan Pengawas Penghijauan Sistem Keuangan (NGFS), yang saat ini terdiri dari 95 bank sentral dan regulator, termasuk di Tiongkok, India, dan Brazil.

NGFS adalah jaringan bank sentral dan pengawas keuangan, bertujuan untuk mempercepat scaling up keuangan hijau yang ramah lingkungan serta mengembangkan rekomendasi untuk peran bank sentral untuk perubahan iklim

Anggota lain, Bank sentral Jepang (BoJ), pada Juni 2021 menawarkan pembiayaan tanpa bunga kepada lembaga pemberi pinjaman yang mendanai proyek lingkungan. BoJ juga akan membeli obligasi hijau dalam mata uang asing.

Di Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) juga telah mengarungi masalah ini. Tetapi Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pada Juni 2021, bahwa perubahan iklim bukanlah sesuatu yang dipertimbangkan secara langsung dalam menetapkan kebijakan moneter.

Namun ia mengatakan, risiko keuangan terkait iklim ada dalam lingkupnya. Jadi The Fed melihat pada implikasi untuk pengawasan bank dan regulasi sistem keuangan AS.

Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menjelaskan bahwa bank sentral tidak memiliki alat atau juga bukan badan yang tepat, untuk memikirkan perubahan iklim dan mengurangi perubahan iklim.

"(Tetapi) kami benar-benar terlibat dalam memikirkan risiko iklim," kata dia. Termasuk masalah seperti seberapa buruk cuaca, kebakaran, dan angin topan dapat memengaruhi nilai properti dan kemampuan untuk mendapatkan asuransi, serta bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Tindakan sejauh ini terus berjalan, kata Eric Dor, direktur studi ekonomi di School of Management IESEG, Prancis.

"(Meskipun tidak ada kekurangan ide) melaksanakannya sangat kompleks. Anda harus meyakinkan banyak pemangku kepentingan,” ujarnya.

Tetapi itu tidak berarti memaksakan kendala keuangan pada institusi selama stress test, atau seleksi aset hijau untuk dibeli. "Anda harus progresif," Dor menambahkan.

Para bankir sentral dari negara-negara terkaya mendesak pemerintah untuk memimpin dalam menangani isu-isu iklim, seperti yang mereka lakukan dalam dua krisis ekonomi terakhir.

"Ini adalah pemerintah, bukan bank sentral, yang terutama bertanggung jawab untuk memfasilitasi transisi yang teratur dan siapa yang mengendalikan alat utama yang diperlukan," kata Presiden ECB Christine Lagarde pada Juli 2021.

Romain Svartzman, ekonom di Bank sentral Prancis dan rekannya menulis laporan berjudul "The Green Swan". Mereka meneliti risiko iklim terhadap sistem keuangan, mengatakan bank sentral memiliki peran untuk dimainkan. Tetapi bank tidak akan menghasilkan apa-apa, jika mencoba untuk menyelesaikannya sendiri.

"Tidak ada gunanya bank sentral bergerak sendiri di negara di mana pemerintah tidak melakukan apa-apa, dan sebaliknya," ungkapnya dalam tulisan tersebut. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiongkok Rancang Aturan yang Bisa Hukum Orang Tua Atas Kelakuan Buruk Anaknya

Orang tua di Tiongkok yang anak-anaknya menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan dapat menghadapi hukuman.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tak Dilibatkan dalam Pembicaraan dengan Taliban, Utusan AS untuk Afganistan Mundur

Kepergian Khalilzad terjadi setelah ia tidak dilibatkan dalam pembicaraan resmi pertama antara pemerintah Joe Biden dengan Taliban.

DUNIA | 19 Oktober 2021


Komisi Eropa Apresiasi Komitmen Indonesia Atasi Perubahan Iklim Dunia

Timmermans mengungkapkan, ada ambisi yang jelas dari Indonesia, yaitu menjadi salah satu pemimpin iklim di ASEAN.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Donald Trump Gugat Komite DPR yang Selidiki Kerusuhan di Capitol

Menurut Trump, komite itu meminta catatan Gedung Putih tentang dirinya secara tidak sah.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Sudah Divaksin Lengkap Namun Meninggal, Ini Penjelasan Medis Dokter dari Kasus Colin Powell

Mantan Menlu AS Colin Powell meninggal karena komplikasi Covid-19. Keluarganya mengumumkan, dia telah divaksinasi lengkap.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN, Junta Myanmar Bebaskan Ratusan Tahanan Politik

Pemerintahan junta militer Myanmar telah membebaskan ratusan tahanan politik dari penjara Insein, termasuk juru bicara partai Aung San Suu Kyi.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tersangka Pembunuh yang Dapat Simpati Publik Tiongkok, Akhirnya Tewas dalam Pelarian

Tingkat simpati dan dukungan sangat tidak biasa bagi seorang tersangka pembunuh di Tiongkok, di mana pelaku pembunuhan dapat dihukum mati.

DUNIA | 19 Oktober 2021

5 Orang Tewas Diserang di Norwegia, Polisi: Korban Ditikam Bukan Dipanah

Korban, empat perempuan dan satu pria berusia 52-78 tahun tewas dalam serangan 13 Oktober di Kota Kongsberg, yang berjarak sekitar 70 km dari Ibu Kota Oslo.

DUNIA | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

KESEHATAN | 31 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings