Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

JK: Amerika Berharap Ada Perang Saudara di Afghanistan

Minggu, 22 Agustus 2021 | 10:54 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden RI 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla, atau biasa disebut JK, menyatakan bahwa Amerika Serikat berharap ada perang saudara di Afghanistan setelah mereka menarik pasukannya. Namun hal itu tidak terjadi.

Perang saudara tidak terjadi karena sejatinya baik kelompok Taliban dan pemerintah Afghanistan, kata JK, sejak awal ingin berdamai.

Ketika menjabat sebagai wapres, JK adalah salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam sejumlah pertemuan mencari jalan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan di bawah kepemimpinan Ashraf Ghani.

JK: Amerika Berharap Ada Perang Saudara di Afghanistan
Jusuf Kalla dalam Diskusi Publik “Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia”, Sabtu (21/8/2021).

Berbicara pada diskusi publik secara daring, Sabtu (21/8/2021), JK mengatakan, ada tiga pihak yang berada dalam suatu situasi perang yakni Amerika, pemerintah Afghanistan, dan Taliban. Namun perang, kata JK, sebenarnya hanya antara Taliban dan Amerika.

“20 tahun Amerika perang dengan biaya US$ 2 triliun jadi sama dengan kira-kira Rp 30.000 triliun. Anda Bayangkan itu, (jumlah itu) kira-kira sama dengan 12 tahun anggaran (APBN) kita dihabisin hanya untuk memerangi kelompok Taliban dengan korban kira-kira 3.000 tentara Amerika,” kata JK dalam diskusi yang bertajuk “Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia”.

Baik Amerika, pemerintah Afghanistan, maupun Taliban, menurut JK, sebenanya ingin keluar dari jebakan perang itu.

“Saat saya berbicara dengan mereka kedua-duanya (Taliban dan pemerintah Afghanistan), mereka sebenanya ingin damai, ingin kompromi, ingin power sharing. Tapi yang paling resah di Afghanistan itu justru Amerika. Mereka tidak ingin seperti di Vietnam, pulang dengan terbirit-birit,” katanya.

Karena itu, kata JK, Amerika menerima ketika pada pertemuan antara pihak Taliban dan pemerintah Afghanistan akhir 2020 di Qatar menyetujui penarikan pasukan Amerika.

“Karena selama 20 tahun, ini menjadi perang terlama dalam sejarah Amerika, tidak dimenangkan Amerika. Amerika bisa menang pada perang besar tapi tidak pernah menang perang dengan sistem perang girilya, apakah itu di Vietnam, Afghanistan, di Irak, Libya, atau Somalia,” jelas JK.

Baik Amerika, pemerintah Afghanistan maupun pihak Taliban semua setuju penarikan tentara Amerika.

“Bagi Amerika opsi itu menyenangkan karena mereka bisa meninggalkan Afghanistan,” katanya.

JK menilai Taliban lebih pandai. Selama ini kekuatan Amerikalah yang mendominasi dalam negeri Afghanistan. Bila Amerika meninggalkan Afghanistan maka kekuatan pemerintahan Afghanistan yang disokong Amerika akan menurun.

“Kita tahu semua rencana mereka (tentara Amerika) mundur Mei kemudian Agustus lalu September, maka sebenarnya yang terjadi Amerika mengharapkan ada perang saudara di Afghanistan. Tapi kita tahu semua bahwa setelah tentara Amerika mau pergi, Taliban maju (menguasai sejumlah wilayah), tentara-tentara pemerintah tidak ada yang melawan,” ujar JK.

Dalam hal ini, menurut JK, bukan karena tentara Taliban yang hebat melainkan karena tentara pemerintah yang mundur atau malah melarikan diri. Ketika pasukan Taliban masuk Kabul dan kota-kota lainnya, pihak pemerintah justru tidak mau berperang.

“Dan menurut saya inilah solusi terbaik. Tidak terjadi perang saudara. Karena kalau terjadi perang saudara maka habislah itu Afghanistan. Dan umat Islam juga bisa habis. Maka terjadilah pengalihan pemerntahan seperti sekarang ini,” kata JK pada diskusi yang diprakarsai Center for Indonesian Reform, Data Sight, dan Institut Indonesia ini.

Dalam kesempatan panel, Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA, menyatakan, begitu Amerika meninggalkan Afghanistan maka tidak ada alasan bagi Taliban untuk memerangi warganya sendiri yang mendukung pemerintah.

“Tidak perlu ada peperangan. Saya setuju dengan Pak JK bahwa ini adalah langkah yang sangat tepat,” katanya.

Ditambahkan, posisi Taliban yang kini menguasai Afghanistan menuai reaksi masyarakat internasional. Tidak sedikit yang khawatir.

Kemenangan Taliban dianggap sebagai pintu lebar menguatnya ekstrimisme atau terorisme yang didukung negara. Sudarnoto menilai reaksi itu terlampau berlebihan karena stigma.

Karena kekhawatiran itu, kata Sudarnoto, Amerika membekukan atau memblokir aset bank sentral Afghanistan senilai Rp 138,7 triliun dan menghentikan pengiriman uang tunai ke Afghanistan utk mencegah pemerintah yang dikendalikan Taliban mengakses rekening tersebut. Harapannya adalah akan ada masalah-masalah ekonomi dalam negeri Afghanistan. “Dan mungkin bisa menyebabkan chaos,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dokter Penemu Omicron: Gejalanya Ringan Saja

Gejala akibat varian Omicron berbeda dengan gejala yang ditumbulkan oleh varian Delta dan Alpha.

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, Maroko Tangguhkan Penerbangan Internasional

Maroko akan menangguhkan semua penerbangan penumpang internasional reguler selama dua minggu karena kekhawatiran pada varian baru Covid-19 Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Laos Berharap Kereta Peluru Dorong Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Laos berharap kereta peluru dapat mendorong peningkatan ekonomi negara.

DUNIA | 29 November 2021

Botswana Temukan Lagi 15 Kasus Omicron

Menteri Kesehatan Botswana Edwin Dikoloti mengatakan telah mendeteksi 15 kasus lagi varian virus corona Omicron, pada Minggu (28/11/2021)

DUNIA | 29 November 2021

Filipina Beli Lagi 20 Juta Dosis Vaksin Covid Pfizer

Filipina akan membeli tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

DUNIA | 29 November 2021

Pidato Pertama, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Internasional

Pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund meminta bantuan internasional untul Afghanistan.

DUNIA | 29 November 2021

WHO Belum Pastikan Omicron Penyebab Sakit Parah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum dapat memastikan apakah varian baru Omicron lebih menular atau menyebabkan sakit parah.

DUNIA | 29 November 2021

Prancis Deteksi Sejumlah Kasus Terduga Omicron

Kementerian Kesehatan Prancis telah menemukan delapan kemungkinan kasus varian Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Mesir Izinkan Vaksin Covid Pfizer untuk Remaja

Mesir mengesahkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer untuk remaja berusia 12-15 tahun pada Minggu (28/11/2021).

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, WHO Minta Negara Tetap Buka Perbatasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong negara-negara untuk tetap membuka perbatasan, meskipun ada kekhawatiran varian Omicron dari Covid-19.

DUNIA | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Dinilai Tidak Adil, Anies Kirim Surat ke Menaker

Dinilai Tidak Adil, Anies Kirim Surat ke Menaker

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings