Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dilantik Jadi Presiden Iran, Raisi Janji Cabut Sanksi AS yang Menindas

Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:17 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES

Teheran, Beritasatu.com - Ebrahim Raisi dari kubu ultrakonservatif pada Selasa (3/8/2021) dilantik sebagai presiden Iran. Dalam pidato pelantikannya, Raisi menegaskan, pemerintah baru akan berusaha untuk mencabut sanksi AS yang dinilai menindas.

"(Tetapi tidak akan) mengikat standar hidup bangsa dengan keinginan orang asing. Kami percaya posisi ekonomi rakyat tidak menguntungkan, baik karena permusuhan musuh kami maupun karena kekurangan dan masalah di dalam negeri," katanya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam surat keputusan yang dibacakan oleh kepala stafnya, Selasa menyatakan. “Mengikuti pilihan rakyat, saya menugaskan Hojatoleslam Ebrahim yang bijak, tak kenal lelah, berpengalaman, dan populer, Raisi sebagai presiden Republik Islam Iran," tulis

Raisi menggantikan presiden moderat Hassan Rouhani, yang pencapaian bersejarahnya adalah perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan besar dunia.

Sejak awal, Raisi harus menangani negosiasi yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri dengan menjatuhkan sanksi besar-besaran.

Pria berusia 60 tahun itu juga menghadapi peringatan dari pemerintah AS, Inggris, dan Israel kepada Iran atas serangan kapal tanker yang mematikan pekan lalu. Pemerintah Iran menyangkal bertanggung jawab.

Dalam tanggapannya, Khamenei mengakui Iran menderita banyak kekurangan dan masalah, tetapi ia dengan cepat kembali memberi penambahan pada pernyataannya.

"Kemampuan negara bahkan lebih banyak. Memperbaiki masalah ekonomi membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan dalam semalam,” ia mengatakan.

Raisi memenangi pemilihan presiden pada Juni, di mana lebih dari separuh pemilih menjauh setelah banyak politisi kelas berat dilarang mencalonkan diri. Mantan kepala kehakiman tersebut telah dikritik oleh negara-negara Barat karena catatan terkait hak asasi manusia (HAM).

Upacara Selasa menandai aksesi resmi Raisi ke kantor pemerintah. Ia selanjutnya akan dilantik di depan parlemen pada Kamis (5/8/2021) ketika ia akan menyerahkan susunan pemerintahan yang diusulkannya.

Kepresidenan Raisi akan mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan kaum konservatif setelah kemenangan mereka pada pemilihan parlementer 2020, ditandai dengan diskualifikasi ribuan kandidat reformis atau moderat.

Kesengsaraan ekonomi Iran, diperburuk oleh sanksi AS, akan menjadi tantangan utama presiden baru menurut peneliti di European University Institute Italia Clement Therme.

“Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki situasi ekonomi dengan memperkuat relasi ekonomi republik Islam tersebut dengan negara-negara tetangga, maupun negara lainnya seperti Rusia dan Tiongkok,” kata Therme.

Kesepakatan pada 2015 membuat Iran menerima pembatasan pada kemampuan nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Tetapi kemudian Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu tiga tahun kemudian dan kembali meningkatkan sanksi. Hal ini mendorong pemerintah Iran untuk mundur dari sebagian besar komitmen nuklirnya.

Penerus Trump, Joe Biden, telah mengisyaratkan kesiapan untuk kembali ke kesepakatan. Ia terlibat negosiasi secara tidak langsung dengan pemerintah Iran di samping pembicaraan formal dengan pihak-pihak yang tersisa dari perjanjian, antara lain Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia.

Sanksi AS telah mencekik Iran dan ekspor minyak vitalnya. Ekonomi berkontraksi lebih dari 6% pada 2018 dan 2019.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Herat

Taliban menggantung mayat dengan derek yang diparkir di alun-alun kota Herat di Afghanistan pada Sabtu (25/9/2021).

DUNIA | 26 September 2021

Bom Bunuh Diri di Somalia, 8 Orang Tewas

Satu ledakan bom mobil bunuh diri telah menewaskan sedikitnya delapan orang di pos pemeriksaan keamanan dekat istana presiden di Mogadishu, ibu kota Somalia.

DUNIA | 26 September 2021

CDC: AS Sudah Berikan 389,4 Juta Dosis Vaksin Covid

Amerika Serikat (AS) telah memberikan 389.372.689 dosis vaksin Covid-19 di negara itu pada Sabtu (25/9/2021) pagi.

DUNIA | 26 September 2021

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin

DUNIA | 26 September 2021

Kritik Paspor Vaksin, Menteri Muda Belanda Dipecat

Menteri Muda Urusan Ekonomi Belanda, Mona Keijzer dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte.

DUNIA | 26 September 2021

Pemimpin Myanmar Tidak Akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Tidak ada pemimpin Myanmar yang akan berpidato di Majelis Umum tahunan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada minggu depan

DUNIA | 26 September 2021

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021

Bebas dari Penjara, Eksekutif Huawei Tinggalkan Kanada Naik Pesawat Carter

Berkat kerja keras pemerintah Tiongkok, Meng meninggalkan Kanada dengan menggunakan pesawat yang disewa pemerintah.

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Kabur dari Karantina Covid-19, 7 WNA Divonis 5 Bulan Penjara

Kabur dari Karantina Covid-19, 7 WNA Divonis 5 Bulan Penjara

MEGAPOLITAN | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings