Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: Korban Perempuan dan Anak-anak Meningkat di Afganistan

Selasa, 27 Juli 2021 | 21:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Lebih banyak wanita dan anak-anak tewas dan terluka di Afganistan pada semester pertama tahun 2021 dibanding periode yang sama tahun berapapun sejak 2009.

Seperti dilaporkan AP, Senin (26/7/2021), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Afganistan mengalami peningkatan 47% dalam jumlah semua warga sipil yang tewas dan terluka dalam kekerasan di seluruh wilayah dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

“Saya memohon kepada para pemimpin Taliban dan Afghanistan untuk memperhatikan lintasan konflik yang suram dan mengerikan serta dampaknya yang menghancurkan terhadap warga sipil,” kata Deborah Lyons, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk Afganistan.

“Laporan itu memberikan peringatan yang jelas bahwa jumlah warga sipil Afganistan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan binasa dan cacat tahun ini jika kekerasan yang meningkat tidak dibendung,” tambah Lyons.

Taliban dengan cepat merebut wilayah penting dalam beberapa pekan terakhir, merebut perlintasan perbatasan strategis dengan beberapa negara tetangga dan mengancam sejumlah ibu kota provinsi. Ekspansi Taliban terjadi ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO terakhir meninggalkan Afganistan.

Laporan tersebut menemukan peningkatan tajam dalam pembunuhan dan cedera sejak Mei, ketika pasukan militer internasional mulai menarik diri dan pertempuran meningkat setelah serangan Taliban.

Misi PBB di Afganistan melaporkan dalam pembaruan pertengahan tahun 2021 Perlindungan Warga Sipil Afganistan dalam Konflik Bersenjata bahwa ada 1.659 warga sipil tewas dan 3.254 terluka. Dikatakan, korban meningkat 47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan itu, perempuan dan anak-anak menjadi hampir setengah dari semua korban sipil pada paruh pertama tahun 2021 sebesar 46%. Sejumlah 32% adalah anak-anak, dengan 468 tewas dan 1.214 terluka. Sejumlah 14% korban sipil adalah perempuan, dengan 219 tewas dan 508 terluka.

Penarikan AS-NATO lebih dari 95% selesai dan akan selesai pada 31 Agustus.

Saat membuat ekspansi cepat di lapangan, Taliban juga menyatakan mereka tidak ingin memonopoli kekuasaan. Namun, mereka bersikeras tidak akan ada perdamaian di Afganistan sampai ada pemerintahan baru yang dirundingkan di Kabul dan Presiden Ashraf Ghani dicopot dari jabatannya.

Lyons, utusan PBB yang juga mengepalai misi PBB di Afghanistan, meminta para pemimpin Taliban dan Afganistan untuk mengintensifkan upaya mereka di meja perundingan.

“Hentikan Afganistan melawan pertempuran Afganistan. Lindungi rakyat Afganistan dan beri mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Jumlah warga sipil yang terbunuh dan terluka pada bulan Mei dan Juni hampir sebanyak yang tercatat dalam empat bulan sebelumnya. Selama bulan Mei dan Juni terdapat 2.392 korban jiwa, dengan 783 tewas dan 1.609 luka-luka. Itu yang tertinggi untuk bulan-bulan itu sejak dokumentasi sistematis dimulai pada 2009, kata laporan itu.

Menurut laporan itu, sebagian besar aksi medan perang selama Mei dan Juni terjadi di luar kota. Tetapi PBB khawatir jika aksi militer intensif dilakukan di daerah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, konsekuensinya bagi warga sipil Afganistan bisa menjadi bencana besar.

“Mengejar solusi militer hanya akan meningkatkan penderitaan rakyat Afganistan,” kata laporan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

AS Janji Sumbangkan 500 juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Lain

AS pada Rabu (22/9/2021) berjanji untuk membeli lagi 500 juta dosis vaksin Covid-19 untuk disumbangkan ke negara lain.

DUNIA | 23 September 2021

Jokowi Sebut Inklusivitas Prioritas Utama Kepemimpinan Indonesia pada G-20

Jokowi menegaskan, Indonesia akan berupaya agar G-20 dapat bekerja untuk kepentingan semua negara dan menjadikan inklusivitas sebagai prioritas utama.

DUNIA | 23 September 2021

Pidato di PBB, Jokowi Sampaikan Pandangan Soal Pandemi hingga Perdamaian Dunia

Jokowi menyampaikan pandangannya soal penanganan pandemi, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim, hingga perdamaian dalam keberagaman.

DUNIA | 23 September 2021

Inggris Sebut Penularan Covid-19 Tertinggi pada Anak 12-15 Tahun

Penasihat kesehatan Pemerintah Inggris Chris Whitty mengatakan penularan Covid-19 saat ini tertinggi pada anak berusia 12 hingga 15 tahun.

DUNIA | 23 September 2021

Emir Qatar Desak Dunia Gandeng Taliban

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah meminta para pemimpin dunia untuk tetap terlibat dengan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 23 September 2021

PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) memilih Argentina dan Brasil untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

India Sita Heroin Afghanistan Senilai Rp 38,9 Triliun

Otoritas India telah menyita hampir 3 ton heroin yang berasal dari Afghanistan senilai sekitar 200 miliar rupee (Rp 38,9 triliun).

DUNIA | 22 September 2021

Survei: Hampir 80% Warga Palestina Ingin Presiden Abbas Mundur

Satu jajak pendapat baru menemukan bahwa hampir 80% warga Palestina ingin Presiden Mahmoud Abbas mengundurkan diri.

DUNIA | 22 September 2021

Tiongkok Janji Hentikan Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di Luar Negeri

Tiongkok tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri.

DUNIA | 22 September 2021

Akibat Covid-19, Sekitar 20% Warga Nigeria Kehilangan Pekerjaan

Sekitar 20% pekerja Nigeria kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Saham Pilihannya

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Saham Pilihannya

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings