Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saham Perusahaan Bimbel Tiongkok Turun setelah Tindakan Keras

Selasa, 27 Juli 2021 | 07:43 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Beijing, Beritasatu.com - Saham di perusahaan bimbingan belajar Tiongkok jatuh pada perdagangan Senin (26/7/2021), setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan aturan baru pada perusahaan untuk mendaftar sebagai organisasi nirlaba.

Aturan ini akan secara efektif menghapus model bisnis di sektor bernilai miliaran dolar tersebut dan memukul kekayaan pemiliknya.

Pejabat Tiongkok mengumumkan pada Sabtu (24/7/2021), mereka akan berhenti memberikan izin baru lembaga pendidikan after-school. Sementara itu semua lembaga yang sudah ada sekarang harus mendaftar sebagai nirlaba, dengan mengatakan industri telah dibajak oleh kapital.

Sektor pendidikan swasta bernilai US$ 260 miliar pada 2018 menurut perusahaan konsultan dan riset L E K Consulting, didorong oleh sistem pendidikan TK-ke-universitas Tiongkok yang sangat kompetitif di kota-kota yang kelebihan permintaan.

Sedangkan langkah pemerintah, yang juga melarang mengajar di akhir pekan dan hari libur, ditujukan untuk mengurangi tekanan pada anak-anak, orang tua, dan guru. Ini menjadi pukulan keras bagi industri bimbingan belajar, yang tercermin pada jual beli sahamnya pada perdagangan Senin.

Saham New Oriental Education & Technology Group Inc anjlok 47% di Hong Kong. Ini memperdalam penutupan rekor penurunan Jumat (24/7) hingga 41% yang datang ketika spekulasi muncul tentang tindakan keras menyebar di media sosial.

Sahamnya yang diperdagangkan di AS turun 54%.

Perwakilan perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/7), mereka memperkirakan langkah-langkah baru pemerintah memiliki kerugian material.

"Berdampak pada layanan bimbingan belajar after-school yang terkait dengan mata pelajaran akademik dalam sistem wajib belajar di Tiongkok," perusahaan tersebut mengatakan.

Saham perusahaan lain, Koolearn Technology Holding Ltd ditutup turun 33%, sementara China Maple Leaf Educational Systems turun 10%. Pengusaha kehilangan status miliarder mereka karena saham perusahaannya terpukul.

Larry Chen, pendiri Gaotu Techedu Inc., kehilangan statusnya sebagai miliarder dan sekarang memiliki kekayaan sekitar US$ 336 juta setelah perusahaannya kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya di New York. Mantan guru tersebut telah kehilangan sekitar US$ 15 miliar sejak Januari, juga terjebak dalam runtuhnya Archegos Capital Management.

CEO New Oriental Yu Minhong juga kehilangan status miliardernya, kehilangan US$ 685 juta untuk sehingga tertinggal US$ 579 juta.

Kekayaan Zhang Bangxin turun US$ 2,5 miliar menjadi US$ 1,4 miliar, Bloomberg News melaporkan, setelah saham TAL Education Group yang tercatat di New York turun 71%.

Analis mengatakan dampak dari aturan baru dapat membahayakan listing.

"Tidak jelas tingkat restrukturisasi apa yang harus dilakukan perusahaan dengan rezim baru. Dan dalam pandangan kami, ini membuat saham ini hampir tidak dapat diinvestasikan," kata analis JPMorgan Chase & Co.

Tindakan keras itu menyerupai langkah pihak berwenang untuk mengendalikan raksasa teknologi Tiongkok, membidik perilaku monopoli dan mengenakan denda besar terhadap perusahaan.

Pada Sabtu, regulator pasar mengatakan Tencent telah melanggar undang-undang antimonopoli, memaksanya untuk melepaskan hak label musik eksklusif dan mendorong saham perusahaan jatuh lebih dari 7% pada perdagangan Senin.

Sektor bimbingan belajar nirlaba Tiongkok telah menghadapi pengawasan ketat dalam beberapa tahun terakhir, dengan beban kerja yang berlebihan dan biaya mahal dari pendidikan yang menjadi sorotan.

Biaya pendidikan juga disebutkan oleh banyak anak muda Tionghoa sebagai alasan mereka tidak mau memiliki lebih banyak anak-anak, bahkan setelah pemerintah Tiongkok secara resmi mengizinkan semua pasangan untuk memiliki tiga anak tahun ini dalam upaya mencegah penurunan populasi. (afp/sumber lain/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

CDC: AS Sudah Berikan 389,4 Juta Dosis Vaksin Covid

Amerika Serikat (AS) telah memberikan 389.372.689 dosis vaksin Covid-19 di negara itu pada Sabtu (25/9/2021) pagi.

DUNIA | 26 September 2021

Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin

Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin

DUNIA | 26 September 2021

Kritik Paspor Vaksin, Menteri Muda Belanda Dipecat

Menteri Muda Urusan Ekonomi Belanda, Mona Keijzer dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte.

DUNIA | 26 September 2021

Pemimpin Myanmar Tidak Akan Berpidato di Majelis Umum PBB

Tidak ada pemimpin Myanmar yang akan berpidato di Majelis Umum tahunan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada minggu depan

DUNIA | 26 September 2021

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021

Bebas dari Penjara, Eksekutif Huawei Tinggalkan Kanada Naik Pesawat Carter

Berkat kerja keras pemerintah Tiongkok, Meng meninggalkan Kanada dengan menggunakan pesawat yang disewa pemerintah.

DUNIA | 25 September 2021

Belum Diberi Akses, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Tak Dapat Jalankan Tugasnya

Utusan Khusus ASEAN belum dapat menjalankan tugasnya karena beliau memerlukan akses untuk bertemu dengan semua pihak.

DUNIA | 25 September 2021

Taliban Serukan Tumpas ISIS di Afghanistan

Seorang pejabat senior Taliban berjanji akan menumpas kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Khorasan yang beroperasi di Afghanistan.

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

BOLA | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings