Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

6 Bulan Pimpin AS, Gaya Joe Biden Antitesis dari Donald Trump

Rabu, 21 Juli 2021 | 22:38 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES

Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang berusia 78 tahun menyatukan kabinetnya untuk menandai enam bulan masa jabatan pemerintahannya. Biden mengulangi beberapa tema kunci dari kepresidenannya, yang telah ia tekankan sejak Januari.

Mantan senator AS tersebut percaya bahwa jalan menuju kemakmuran datang dengan pengeluaran. Yakni pengeluaran besar untuk proyek infrastruktur keras seperti jalan, jembatan, dan internet broadband, tetapi juga pada perawatan kesehatan, pendidikan, serta penitipan anak.

Ia mengatakan, AS berada dalam persaingan yang menentukan dengan negara-negara seperti Tiongkok yang yakin otokrasi adalah masa depan.

"Demokrasi lebih mampu," kata Biden pada Selasa (20/7/2021). Dalam pandangannya, sistem demokrasi mampu menjadi inovatif, memerangi perubahan iklim, membawa kemakmuran bagi sebanyak mungkin warga negara.

Di bidang diplomatik, menjadi cakap dan inovatif berarti menghidupkan kembali aliansi tradisional Amerika yang tertahan atau diabaikan begitu saja di bawah kepemimpinan Donald Trump. Sebelumnya, Trump mendorong agenda America First secara gamblang.

Biden berfokus pada ide-ide besar dan isu-isu besar, tetapi tidak satu pun yang membuat para pemilih sangat bersemangat. Biden bahkan mengakuinya, seperti yang disampaikan dalam pidato awal bulan ini.

"Saya tahu itu pidato yang membosankan, tetapi ini adalah pidato yang penting," katanya pada 7 Juli di Crystal Lake, Illinois, setelah memberi tahu audiens tentang rencana anggaran dan menawarkan aliran angka. Tepuk tangan semakin melemah saat ia melanjutkan pidato.

"Siapa pun yang berusia di bawah 13 tahun, ini pasti membosankan, membosankan, membosankan bagimu," katanya kemudian pada 15 Juli saat merinci ukuran kredit pajak untuk keluarga.

Meringkas rencana permainan veteran Demokrat tersebut, enam bulan setelah pindah ke Gedung Putih ia berfokus pada substansi, bukan gaya, untuk membangun kembali kemakmuran Amerika dan memulihkan negara kembali menjadi peran sentral dalam politik global.

"Biden pada dasarnya mencoba mengeluarkan semua energi emosional dari politik kita," Robert Rowland, profesor studi komunikasi di University of Kansas, mengatakan kepada AFP. Ia membandingkan gaya Biden dengan gaya bombastis pendahulunya, Trump.

"Efek jangka panjangnya adalah mengatakan, 'Dengar, saya mungkin membosankan tetapi saya benar-benar membuat hasil yang nyata'," kata dia.

Setelah kepresidenan Trump yang penuh dengan cacian dan cemoohan yang kejam, Biden dan timnya malah menekankan pesan mereka.

Hampir setiap kali menghadapi pers, Biden mengandalkan teleprompter dan catatan tulisan tangan dan pidatonya biasanya tidak terlalu panjang. Ajudannya kerap menyuruh wartawan keluar dari ruangan sebelum mereka bisa bertanya.

Itu sangat kontras dengan Trump, yang menyukai pidato panjang dan penuh kesadaran. Mantan pemimpin dari Partai Republik tersebut juga suka menggunakan media sosial Twitter sebagai mimbar pengganggu untuk pernyataan mengejutkan.

Trump senang berteriak. Biden terkadang berbisik.

Lawrence Jacobs, profesor ilmu politik di University of Minnesota, mengatakan mendengarkan pidato Biden bisa menyakitkan.

"Dia kehilangan tempatnya, atau dia salah bicara, atau dia menyimpang," kata Jacobs kepada AFP. Ia mengakui Demokrat lebih percaya diri dengan kebijakan luar negeri atau pidato keamanan nasional karena pengalaman internasionalnya selama di Senat.

Ketika berbicara bulan ini tentang penarikan tentara AS terakhir dari Afghanistan, salah satu dari keputusan terbesar kepresidenannya sampai saat ini, Biden menyampaikan pesannya dengan lancar.

"Dia menunjukkan kepada Anda kekuatan retorika kepresidenan. Adalah kesalahan untuk mengatakan bahwa dia tidak memiliki kemampuan untuk membentuk percakapan," kata Jacobs.

Untuk saat ini, peringkat popularitas Biden dengan kuat berlabuh di atas 50%, level yang tidak pernah bisa dicapai oleh Trump.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA LAINNYA

PM Malaysia Khawatir AUKUS Akan Jadi Katalis Perlombaan Senjata Nuklir

PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob memperingatkan kesepakatan AUKUS untuk menyediakan Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir dapat memicu perlombaan senjata

DUNIA | 18 September 2021

Taliban Ganti Kementerian Wanita Jadi Kementerian Pembinaan

Pemerintah Taliban di Afghanistan mengganti kementerian wanita menjadi kementerian pembinaan.

DUNIA | 18 September 2021

Kebun Sayur di Atas Taksi, Marak di Bangkok

Kebun sayur baru marak bermunculan di tempat parkir Bangkok, Thailand.

DUNIA | 18 September 2021

Covid-19 Memperburuk Pelayanan Kesehatan Kenya

Pandemi Covid-19 memperburuk pelayanan kesehatan di Kenya ketika para nakes yang dibebani oleh tantangan krisis, berhenti mencari tempat kerja yang lebih baik

DUNIA | 18 September 2021

Januari 2022, Forum Ekonomi Dunia Akan Digelar di Davos

Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengumumkan pada Kamis (16/9/2021) akan mengumpulkan elit politik dan bisnis global di Davos, Swiss Januari mendatang.

DUNIA | 18 September 2021

Kematian Terkait Pekerjaan Hampir Mencapai Dua Juta Orang Per Tahun

Hampir 2 juta orang meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan pekerjaan setiap tahun.

DUNIA | 18 September 2021

Polisi Singapura dan Malaysia Bongkar Sindikat Love Scam

Kepolisian Singapura dan Malaysia bersama-sama melumpuhkan sindikat penipuan cinta internet (love scam) yang diyakini mengakibatkan kerugian lebih dari S$100.000 atau Rp 1,05 miliar.

DUNIA | 18 September 2021

Perubahan Iklim Akan Perburuk Krisis di Afghanistan

Bagi jutaan rakyat Afghanistan, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia hanya memperbesar perselisihan dan krisis.

DUNIA | 18 September 2021

Korsel Setujui Pengobatan Celltrion untuk Pasien Covid-19

Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (17/9/2021) menyetujui pengobatan antibodi Covid-19 dari produsen obat Celltrions.

DUNIA | 18 September 2021

Panel Ahli AS Rekomendasikan Vaksin Penguat untuk Warga Usia 65 Tahun ke Atas

Panel penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS merekomendasikan vaksin penguat Covid-19 untuk orang Amerika berusia 65 tahun ke atas

DUNIA | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Ahli Pengobatan Alternatif Tewas Ditembak di Tangerang, Polisi Periksa Proyektil dan CCTV

Ahli Pengobatan Alternatif Tewas Ditembak di Tangerang, Polisi Periksa Proyektil dan CCTV

NASIONAL | 23 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings