Logo BeritaSatu

G-7 Berkomitmen Tambah Kontribusi Pendanaan Iklim

Minggu, 13 Juni 2021 | 13:50 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Cornwall, Beritasatu.com- Para pemimpin G-7 akan berkomitmen pada Minggu (13/6/2021) untuk meningkatkan kontribusi pendanaan iklim. Seperti dilaporkan Reuters, komitmen ini untuk memenuhi janji pengeluaran yang terlambat sebesar US$100 miliar (Rp 1.424 triliun) per tahun dalam membantu negara-negara miskin mengurangi emisi karbon dan mengatasi pemanasan global.

Sebagai bagian dari rencana yang disebut membantu mempercepat pembiayaan proyek infrastruktur di negara-negara berkembang dan pergeseran ke teknologi terbarukan dan berkelanjutan, tujuh negara paling maju di dunia akan kembali berjanji untuk memenuhi target tersebut.

Beberapa kelompok organisasi hijau tidak terkesan, bahkan Greenpeace Inggris menyatakan tuan rumah G-7, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah "menghangatkan kembali janji-janji lama" dan bahwa komitmen itu "tidak akan dipercaya begitu saja" sampai negara-negara itu memberikan uang.

Direktur eksekutif Greenpeace Inggris, John Sauven, menggambarkan rekam jejak negara-negara kaya dalam menghormati komitmen mereka sebagai "buruk". Johnson gagal mengambil "tindakan nyata untuk mengatasi keadaan darurat iklim dan alam".

"Sementara komitmen untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada negara-negara berkembang sangat penting, sampai mereka mengeluarkan uang tunai, kami tidak menerima begitu saja," katanya.

Para pemimpin G7 juga diharapkan untuk mengambil tindakan untuk mengurangi emisi karbon, termasuk langkah-langkah seperti mengakhiri hampir semua dukungan langsung pemerintah untuk sektor energi bahan bakar fosil di luar negeri dan menghentikan mobil bensin dan diesel secara bertahap.

"Melindungi planet kita adalah hal terpenting yang dapat kita lakukan sebagai pemimpin untuk rakyat kita. Sebagai negara demokratis, kita memiliki tanggung jawab untuk membantu negara berkembang menuai manfaat dari pertumbuhan bersih melalui sistem yang adil dan transparan. G-7 memiliki peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong Revolusi Industri Hijau global, dengan potensi untuk mengubah cara hidup kita," kata Johnson.

Negara-negara maju sepakat di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2009 untuk bersama-sama menyumbang US$100 miliar setiap tahun pada tahun 2020 dalam pembiayaan iklim ke negara-negara miskin. Banyak negara di antaranya bergulat dengan naiknya air laut, badai dan kekeringan yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Target itu tidak terpenuhi, sebagian tergelincir oleh pandemi virus corona yang memaksa pemerintah Inggris untuk menunda Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) hingga tahun ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

Polisi telah menerima hasil visum Lesti Kejora buntut aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Rizky Billar.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dukung Penuh Presidensi G-20, Mendag AS: Indonesia Mitra Penting

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan dukungan untuk Indonesia dalam Presidensi G-20, yang akan digelar di Bali pada November mendatang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KIB Disarankan Usung Capres dan Cawapres dari Hasil Konvensi

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disarankan mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari hasil konvensi.

NEWS | 5 Oktober 2022

Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara, Korban: Kami Puas

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut 15 tahun penjara oleh JPU, Rabu (5/10/2022), di PN Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Rizky Billar Pernah Lempar Lesti Kejora dengan Bola Biliar

Polisi mengungkap Rizky Billar pernah melempar bola biliar ke Lesti Kejora. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gagal Bayar KSP Sejahtera Bersama

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri menetapkan ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama berinisial IS dan DZ sebagai tersangka.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melanjutkan safari politik dalam pekan ini dengan mengunjungi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

NEWS | 5 Oktober 2022

Aster Kasad Berharap Jajaran TNI AD Mampu Adaptif, Aktual dan Responsif

Aster Kasad, Mayjen TNI Karmin Suharna meminta Apkowil TNI AD tidak terlalu buta dengan perkembangan ekonomi secara global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Maharani mendorong agar terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang hingga kini masih berperang.

NEWS | 6 Oktober 2022

TerateCash Wadahi Jutaan Pesilat PSHT dalam Aplikasi

PT Infesta Teknologi Indonesia merilis aplikasi TerateCash sebagai wadah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

Polisi Telah Terima Hasil Visum Lesti Kejora Buntut Aksi KDRT Rizky Billar

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings