Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Solusi Dua Negara, Dinilai Pilihan Realistis Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Jumat, 4 Juni 2021 | 23:02 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan coba diselesaikan dengan konsep two-state solution atau solusi dua negara. Israel-Palestina bisa hidup berdampingan sebagai negara berdaulat dengan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota bersama. Hal itu dinilai menjadi pilihan paling realistis, dan sudah didukung oleh serangkaian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Sidang Majelis Umum PBB.

Hal itu mengemuka dalam webinar Moya Institute bertajuk “Indonesia di Tengah Pusaran Konflik Palestina-Israel”, Jumat (4/6/2021). Acara dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof Komaruddin Hidayat, pengamat politik internasional Prof Imron Cotan, aktivis Islam Kapitra Ampera. Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto menjadi pemantik diskusi.

Anis Matta berharap pemerintah Indonesia mendorong momentum konsep penyelesaian two-state solution dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Setidak-tidaknya, menurut Anis, Indonesia bisa berperan menyatukan Hamas dengan Fatah, sehingga menjadi satu front vis-a-vis Israel. Anis menyatakan Jakarta bisa menjadi tuan rumah rekonsiliasi Hamas-Fatah tersebut. Selain itu, pembubaran Israel juga bisa menjadi solusi untuk mengakhiri konflik di Palestina.

Menurut Anis pembubaran suatu negara merupakan hal biasa dan pernah terjadi menimpa Uni Soviet serta Yugoslavia. Setelah bubarnya Uni Soviet, lanjut Anis, muncul Rusia yang justru menjadi kekuatan baru global.

Sementara itu, Prof Komaruddin Hidayat menilai Indonesia sesuai amanah konstitusi tentu menentang segala penjajahan di muka bumi. Komaruddin menyebut elite-elite politik Indonesia tidak akan populer kalau membela Israel. Intinya, menunrutnya, Indonesia harus mampu membantu menyelesaikan konflik.

“Ada satu gagasan bagaimana menjadi penengah, kalau kita tidak bisa merangkul keduanya. Jembatan itu kan harus kakinya terhubung. Terhubung dua kaki, yang satu adalah Palestina, yang satu Israel. Seperti kata Gus Dur, kita enggak mungkin jadi penengah kalau Indonesia tidak bisa bersahabat dengan Israel. Erdogan itu keras sekali. Tapi dalam hal ekonomi dengan Israel kan jalan terus. Arab Saudi juga berkawan baik dengan Amerika,” tutur Komaruddin.

Membahas Palestina, menurut Komaruddin, ternyata antara bahasa bisnis dan bahasa agama itu berbeda logikanya. Dikatakan, umat Islam Indonesia sangat anti Israel dan sangat pro Hamas. Sementara, Hamas didukung Iran yang Syiah.

“Nah, umat Islam Indonesia itu anti Syiah, padahal Syiah di Iran paling konsisten membela Hamas anti Israel. Kita sangat dekat dengan Saudi, sementara Saudi itu bersahabat baik dengan Amerika dan juga Israel. Jadi, logika, emosi agama, logika ekonomi dan politik ini ternyata berbeda-beda. Bagi masyarakat awam kan tidak paham logika ini,” ujar Komaruddin.

“Kita agak kacau kalau bicara antara politik dan teologi agama. Karena, secara politik, kalau alasan mereka karena agama, mestinya Arab Saudi investasinya paling besar ke Indonesia karena masyarakat muslim paling banyak, tapi kita investasi nyatanya dari China yang bukan Islam,” demikian Komaruddin.

Prof Imron Cotan menanggapi konflik Palestina-Israel dengan pendekatan multilateral. Menurut Imron, penyelesaian konflik melalui prinsip two-state solution dengan mengembalikan perbatasan Israel-Palestina ke tahun 1967, serta menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota dari Palestina dan Israel adalah solusi yang berkeadilan.

“Kita tidak bisa memaksakan kehendak karena di belakang Israel ada Amerika Serikat yang diharapkan jadi penengah konflik. Namun nyatanya tidak bisa, karena mereka sudah diikat dengan komitmen dukungan penuh terhadap Israel,” kata Imron.

“Untuk menyelesaikan masalah memang diperlukan penengah yang jujur. Sampai saat ini belum ada. Mudah-mudahan Rusia sebagai penyeimbang bisa berperan, seperti yang terjadi di Suriah, sehingga AS (Amerika Serikat) dan pendukungnya tidak bisa menjadikan Suriah seperti Libya, Afghanistan dan Irak,” ujar Imron.

Imron juga setuju kalau Indonesia bisa menjadi penengah antara Hamas dan Fatah, sehingga bersatu melawan penjajahan Israel. Sebab, hal tersebut salah satu tugas konstitusi Indonesia.

“Kalau ada yang tanya kenapa Indonesia ikut cawe-cawe? Karena pemerintah punya tugas konstitusi yang salah satunya turut serta di dalam menciptakan ketertiban dunia dan juga menghapuskan segala penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai prinsip kemanusiaan. Sebagai bagian masyarakat internasional yang bertanggung jawab, kita juga perlu memberikan bantuan solidaritas bagi Palestina,” tegas Imron.

“Karena Indonesia sebagai negara juga menerima bantuan internasional, salah satu yang terbesar di dunia. Jadi jangan ada pemikiran untuk tidak bantu-bantu Palestina, mengingat masyarakat kita masih kesusahan. Ingat, kita itu juga negara penerima bukan hanya pemberi, seperti dalam kasus antara lain tsunami Aceh dan gempa Yogyakarta. Karena dalam pergaulan internasional, memberi dan menerima itu normal,” imbuh Imron.

Sementara itu, Kapitra Ampera menganggap peran Indonesia dalam konflik Palestina-Israel seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yakni penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan. Hal itu, menurut Kapitra, merupakan pintu masuk Indonesia untuk memfasilitasi agar Palestina tidak terus menerus menjadi korban kebiadaban imperialisme sepanjang sejarah.

“Indonesia bisa membuat deklarasi seperti yang dilakukan Bung Karno pada tahun 1955, menggalang kekuatan mendeklarasikan Konferensi Asia Afrika (KAA). Di mana dalam forum KAA di Bandung, Bung Karno keras mengecam segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan Israel terhadap Palestina,” kata Kapitra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Panama beberapa pekan ke depan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19 setelah memvaksinasi lebih dari setengah populasinya.

DUNIA | 24 September 2021

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021

Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

Eliyantha White, seorang dukun terkenal yang mencoba mengakhiri wabah Covid-19 di Sri Lanka dengan air yang “diberkati” telah meninggal karena virus tersebut

DUNIA | 23 September 2021

Peringati Hari Badak Sedunia, 2.500 Cula Dimusnahkan

Hampir 2.500 cula badak langka telah dihancurkan dalam upacara pertama dari jenisnya di timur laut India,

DUNIA | 23 September 2021

Boeing: Tiongkok Akan Beli 8.700 Pesawat Baru dalam 20 Tahun

Maskapai penerbangan Tiongkok kemungkinan akan membeli 8.700 pesawat senilai US$ 1,47 triliun selama 20 tahun ke depan.

DUNIA | 23 September 2021

Untuk Lansia, FDA Akan Izinkan Dosis Ketiga Vaksin Covid Pfizer

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengesahkan dosis ketiga dari vaksin Pfizer-Biontech dalam waktu dekat.

DUNIA | 23 September 2021

Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

Covid-19 akan menyerupai flu biasa pada musim semi tahun depan ketika imunitas manusia sudah makin kuat karena vaksin.

DUNIA | 23 September 2021

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim Covid-19 sudah muncul di Amerika Serikat (AS) jauh sebelum muncul di Tiongkok.

DUNIA | 23 September 2021

Produsen Kapal Selam Prancis Tetap Akan Kirim Tagihan ke Australia

Naval Group Prancis menyatakan pada Rabu (22/9/2021) tetap akan mengirim tagihan pesanan kapal selam ke pemerintah Australia dalam beberapa minggu mendatang.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

DUNIA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings