Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Es di Laut Arktik Menipis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Jumat, 4 Juni 2021 | 09:55 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

London, Beritasatu.com - Sebuah penelitian mengungkapkan, es yang berada di laut wilayah pesisir Kutub Utara mungkin menipis hingga dua kali lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini dikhawatirkan berimplikasi bagi perubahan iklim.
Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas College London (UCL) Inggris menyimpulkan, es di wilayah pesisir menipis pada tingkat 70 hingga 100 persen lebih cepat daripada konsensus yang ditetapkan.

Perhitungan ulang dilakukan setelah tim menggunakan peta kedalaman salju yang lebih mutakhir di atas es. "Kami percaya perhitungan baru kami adalah langkah maju yang besar dalam hal menafsirkan data yang kami miliki dari satelit secara lebih akurat," kata profesor UCL Julienne Stroeve, yang ikut menulis studi yang diterbitkan dalam jurnal The Cryosphere.

"Kami berharap pekerjaan ini dapat digunakan untuk menilai kinerja model iklim yang memperkirakan efek perubahan iklim jangka panjang di Kutub Utara dengan lebih baik," katanya

Wilayah, yang menjadi tempat bagi jutaan kilometer persegi es itu penting untuk menjaga planet ini tetap dingin, mengingat telah terjadi pemanasan tiga kali lipat dari tingkat global, kata Stroeve.

Ketebalan es di laut diperkirakan dengan mengukur ketinggian es di atas air. Tapi pengukuran itu terdistorsi oleh salju yang menambah beban es yang mengapung.

"Penghitungan ketebalan es laut sebelumnya, didasari pada peta salju yang terakhir diperbarui 20 tahun lalu," kata Robbie Mallett, seorang mahasiswa PhD yang memimpin penelitian tersebut.

"Perhitungan kami mendapati kedalaman salju yang menurun ini untuk pertama kalinya, dan menunjukkan bahwa es laut menipis lebih cepat dari yang kami duga."

Para peneliti menggunakan satelit Badan Antariksa Eropa untuk menghitung waktu yang dibutuhkan gelombang radar untuk memantul kembali dari es, memungkinkan mereka untuk menghitung ketinggiannya di atas air dan menyimpulkan ketebalan total es.

Tim UCL melengkapi perkiraan itu dengan model salju baru yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Colorado State University di Amerika Serikat. Ini bisa menghitung kedalaman dan kepadatan salju menggunakan input seperti suhu udara, hujan salju, dan data gerakan es, untuk melacak berapa banyak salju yang terakumulasi di es laut saat bergerak di sekitar Laut Arktik.
Hasil gabungan memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur tingkat keseluruhan penurunan ketebalan es, serta variabilitasnya dari tahun ke tahun.

Mallett mencatat ketebalan es laut dari seluruh wilayah sangat penting karena merupakan indikator sensitif "kesehatan" Arktik.

Es yang lebih tebal bertindak sebagai selimut isolasi untuk menghentikan lautan dari pemanasan atmosfer di musim dingin, dan melindungi lautan dari sinar matahari di musim panas, katanya.

"Sedangkan es yang lebih tipis, kecil kemungkinannya untuk bertahan selama pencairan musim panas Arktik."

Penelitian dari UCL menindaklanjuti laporan bulan lalu oleh Program Pemantauan dan Penilaian Arktik yang memperingatkan, peningkatan risiko es laut di kawasan itu menghilang sepenuhnya di musim panas, sebelum terbentuk kembali di musim dingin.

melelehnya es lebih cepat, telah memicu ketegangan geopolitik karena negara-negara di dunia melihat sumber daya kutub utara yang belum dimanfaatkan dan potensi membentuk rute maritim baru.

Bulan lalu, negara-negara Arktik termasuk Amerika Serikat dan Rusia berjanji untuk memerangi perubahan iklim dan untuk menjaga perdamaian di kawasan itu ketika kepentingan strategisnya meningkat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA LAINNYA

Korut Sebut Terlalu Dini Seruan untuk Mengakhiri Perang Korea

Seruan berakhirnya perang Korea terlalu dini karena tidak ada jaminan hal itu akan mengarah pada penarikan kebijakan bermusuhan AS terhadap Pyongyang.

DUNIA | 24 September 2021

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Myanmar menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan akibat perang saudara yang meningkat, setelah aksi perlawanan terhadap junta militer meluas.

DUNIA | 24 September 2021

Makalah Peneliti Tiongkok Sebut Covid-19 Menyebar di AS sejak September 2019

Virus penyebab Covid-19 itu diperkirakan menyebar secara diam-diam di AS pada awal September 2019, demikian makalah yang dikembangkan CAS.

DUNIA | 24 September 2021

DPR AS Setujui Anggaran Bantuan US$ 1 Miliar untuk “Iron Dome” Israel

DPR AS pada Kamis (23/9/2021) menyetujui anggaran bantuan US$ 1 miliar (sekitar Rp14,2 triliun) untuk sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

DUNIA | 24 September 2021

CDC AS Rekomendasi Vaksin Booster Pfizer Bukan untuk Tenaga Kesehatan

panel itu menolak merekomendasikan booster bagi dewasa muda, termasuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat dengan risiko tinggi terkena Covid-19.

DUNIA | 24 September 2021

Singapura Laporkan Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Pandemi Dimulai

Singapura melaporkan 1.504 kasus baru Covid-19 pada Kamis (23/9/2021), tertinggi sejak pandemi dimulai awal tahun lalu.

DUNIA | 24 September 2021


Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Panama beberapa pekan ke depan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19 setelah memvaksinasi lebih dari setengah populasinya.

DUNIA | 24 September 2021

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
PB PON Luncurkan Aplikasi PONPapua Stream untuk Siaran Pertandingan

PB PON Luncurkan Aplikasi PONPapua Stream untuk Siaran Pertandingan

OLAHRAGA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings