Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

WHO: Varian Covid-19 Asal India Ditemukan di 44 Negara

Rabu, 12 Mei 2021 | 11:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Rabu (12/5/2021) bahwa varian Covid-19 di balik percepatan wabah India telah ditemukan di 44 negara.

Badan kesehatan PBB itu menyatakan varian B1617 dari Covid-19 pertama kali ditemukan di India pada Oktober. telah menerima "laporan deteksi dari lima negara tambahan.

Varian itu telah terdeteksi dalam urutan yang diunggah ke basis data akses terbuka GISAID dari 44 negara di keenam wilayah WHO.

“Varian B.1.617 berisi dua mutasi kunci pada bagian luar "lonjakan" virus yang menempel pada sel manusia,” kata ahli virologi senior India Shahid Jameel, seperti dilaporkan Reuters.

WHO menyatakan garis keturunan utama B.1.617 pertama kali diidentifikasi di India Desember lalu, meskipun versi sebelumnya terlihat pada Oktober 2020.

Pada 10 Mei, WHO mengklasifikasikannya sebagai varian yang menjadi perhatian, yang juga mencakup varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Namun beberapa studi awal menunjukkan varian India menyebar lebih mudah.

"Ada peningkatan penularan yang ditunjukkan oleh beberapa studi pendahuluan," kata Maria van Kerkhove, kepala teknis WHO untuk Covid-19.

Van Kerkhove menambahkan bahwa diperlukan lebih banyak informasi tentang varian India untuk memahami berapa banyak yang beredar.

Menurut WHO, studi berbasis laboratorium dengan ukuran sampel terbatas menunjukkan potensi peningkatan penularan. Gambaran penularan menjadi rumit karena varian B.117 yang sangat mudah ditularkan yang pertama kali terdeteksi di Inggris berada di belakang lonjakan di beberapa bagian India.

Di New Delhi, kasus varian Inggris hampir dua kali lipat selama paruh kedua Maret, menurut Sujeet Kumar Singh, direktur Pusat Pengendalian Penyakit Nasional. Varian India, bagaimanapun, banyak ditemukan di Maharashtra, negara bagian yang paling terpukul di negara itu, kata Singh.

Pemodel penyakit terkemuka AS Chris Murray, dari University of Washington, mengatakan besarnya infeksi di India dalam waktu singkat menunjukkan "varian melarikan diri" mungkin mengalahkan kekebalan sebelumnya dari infeksi alami pada populasi tersebut.

"Itu kemungkinan besar B.1.617," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hamas Klaim Tembak 130 Roket ke Israel

Hamas menyatakan pihaknya menembakkan lebih dari 100 roket ke kota Tel Aviv di Israel.

DUNIA | 12 Mei 2021

PBB: Tak Ada Tanda Kekerasan Myanmar Berakhir

PBB menyatakan tidak ada tanda kekerasan militer Myanmar akan berakhir, meskipun semua upaya internasional dikerahkan.

DUNIA | 12 Mei 2021

Setelah Kasus Kematian, Brasil Hentikan Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk Ibu Hamil

Brasil menghentikan vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk wanita hamil setelah kasus kematian.

DUNIA | 12 Mei 2021

Sensus 2020, Populasi Tiongkok Tumbuh Sangat Lambat

Pertumbuhan populasi Tiongkok dalam dekade hingga 2020 merosot ke level terendah dalam catatan resmi sejak 1950-an.

DUNIA | 12 Mei 2021

Akibat Krisis Covid-19, PM India Batal Hadiri KTT G7

Perdana Menteri Narendra Modi batal menghadiri KTT G7 di Inggris secara langsung.

DUNIA | 12 Mei 2021

Hong Kong Batalkan Wajib Vaksin Covid-19 bagi PRT Asing

Hong Kong pada Selasa (11/5/2021) membatalkan rencana untuk mewajibkan vaksin Covid-19 bagi pekerja rumah tangga (PRT) asing.

DUNIA | 12 Mei 2021

Uni Eropa Akan Gugat Astrazeneca untuk 90 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Eksekutif Uni Eropa (UE) akan mengugat grup farmasi Astrazeneca agar memberikan 90 juta lebih dosis vaksin Covid-19 sebelum Juli.

DUNIA | 12 Mei 2021

Mayat Korban Covid-19 India yang Hanyut di Sungai Gangga Makin Banyak

Mayat korban Covid-19 yang terdampar di tepian Sungai Gangga, India makin banyak.

DUNIA | 12 Mei 2021

300 Lebih Terluka pada Kekerasan di Yerusalem

Lebih dari 300 orang terluka pada Senin (10/5/2021) dalam bentrokan terbaru antara warga Palestina dan polisi Israel di flashpoint kompleks Masjid Al-Aqsa.

DUNIA | 11 Mei 2021

Hubungi Presiden Jokowi, Raja Malaysia Beri Ucapan Selamat Idulfitri

Raja Malaysia juga menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo dan seluruh keluarga korban Kapal Selam KRI Nanggala-402.

DUNIA | 11 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS