Logo BeritaSatu

Penyair Myanmar Khet Thi Meninggal Dunia di Tahanan, Sebagian Organ Tubuh Hilang

Senin, 10 Mei 2021 | 09:16 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Penyair Myanmar, Khet Thi, meninggal dunia di dalam tahanan dan jenazahnya dikembalikan ke pihak keluarga dengan beberapa organ tubuh yang telah hilang. Khet Thi dikenal dengan karya-karyanya yang menyatakan perlawanan terhadap junta militer Myanmar yang berkuasa.

Kematian Khet Thi dikonfirmasi pihak keluarga, Minggu (9/5/2021), seperti dikutip The Straits Time, Senin (11/5/2021). Seorang juru bicara junta militer Myanmar tidak menjawab ketika ditelepon untuk meminta komentar atas kematian Khet Thi.

Pada akun Facebook-nya, Khet Thi ditulis berusia 45 tahun. Tulisan terakhir sang penyair sebelum dinyatakan meninggal dunia adalah "Mereka menembak di kepala, tetapi mereka tidak tahu bahwa revolusi ada di dalam hati."

Istri Khet Thi, Chaw Su mengatakan, dia bersama suaminya dibawa untuk diinterogasi pada Sabtu (8/5/2021) oleh tentara bersenjata dan polisi di pusat Kota Shwebo, di wilayah Sagaing. Wilayah ini memang dikenal sebagai pusat perlawanan terhadap kudeta militer di mana pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan.

"Saya diinterogasi. Begitu pula dia. Mereka bilang, dia ada di pusat interogasi, tetapi dia tidak kembali, hanya tubuhnya," kata Chaw Su kepada BBC berbahasa Burma sambil menangis dari Monywa.

"Mereka menelepon saya pada pagi hari dan mengatakan kepada saya untuk menemuinya di rumah sakit di Monywa. Saya pikir, itu hanya untuk lengan yang patah atau semacamnya, Tetapi, ketika saya tiba di sini, dia berada di kamar mayat dan organ dalamnya diambil," katanya.

Chaw Su mengatakan, pihak rumah sakit mengatakan bahwa suaminya ada masalah dengan jantung, namun dirinya tidak percaya. Dia juga memohon kepada militer untuk mengambil dan memakamkan sendiri suaminya.

"Dia (Khet Thi) meninggal di rumah sakit setelah disiksa di pusat interogasi," kata kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik. Asosiasi mencatat, sudah 780 warga sipil yang tewas sejak kudeta militer.

Khet Thi tercatata sebagai penyair ketiga yang tewas selama protes sejak kudeta 1 Februari lalu. Khet Thi adalah rekan K Za Win (39 tahun), seorang penyair yang ditembak mati saat protes di Monywa pada awal Maret lalu.

Khet Thi adalah seorang insinyur sebelum berhenti dari pekerjaannya pada 2012 untuk fokus pada puisinya. Untuk membiayai kehidupan keluarganya, dia menjual es krim dan kue.

"Saya tidak ingin menjadi pahlawan. Saya tidak ingin menjadi martir. Saya tidak ingin menjadi orang lemah. Saya tidak ingin menjadi orang bodoh.. Saya tidak mendukung ketidakadilan. Jika saya hanya mempunyai waktu satu menit untuk hidup, saya ingin hati nurani saya bersih untuk saat itu," ujar Khet Thi dua pekan setelah kudeta.

Baru-baru ini, dia menulis bahwa dia adalah seorang pemain gitar, pembuat kue dan penyair - bukan seseorang yang bisa menembakkan senjata. Tetapi, sebelum ditangkap dan akhirnya meninggal dunia, Khet Thi menyiratkan bahwa sikapnya berubah.

"Orang-orang saya ditembak dan saya hanya bisa melempar puisi. Tetapi, jika kamu yakin suaramu tidak cukup, maka kamu harus memilih senjata dengan hati-hati. Aku akan menembak," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

Datangi KPPU, MAKI Berikan Data Dugaan Monopoli Migor

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings