Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: Pascakudeta Berdarah Myanmar, 250.000 Orang Mengungsi

Kamis, 22 April 2021 | 00:54 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Yangon, Beritasatu.com- Bentrokan kekerasan antara aparat militer Myanmar dan pengunjuk rasa dalam kudeta berdarah junta telah membuat sekitar 250.000 orang mengungsi. Seperti dilaporkan RT, Rabu (21/4/2021), hal itu dilaporkan utusan Perserikatan Bangsa Bangsa yang memantau situasi pascakudeta yang dilakukan militer dan menggulingkan Aung San Suu Kyi dari kekuasaan.

Melepaskan pernyataan di Twitter, Pelapor Khusus PBB Tom Andrews menyebut situasi di negara itu sebagai "bencana kemanusiaan". Dia mengklaim bahwa serangan junta telah menyebabkan hampir seperempat juta orang Myanmar mengungsi.

Kekerasan dalam merespons demonstrasi anti-kudeta telah menjadi kejadian sehari-hari di negara itu. Kini rakyat bangkit melawan upaya militer untuk mengamankan cengkeraman kuat atas kekuasaan. Rekaman di media sosial menunjukkan gas air mata dan granat dilemparkan oleh tentara, serta peluru yang ditembakkan ke pengunjuk rasa.

Persatuan Nasional Karen, satu kelompok politik di Myanmar, juga mengklaim bahwa individu yang menjadi sasaran serangan militer telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Thailand atau bersembunyi di hutan setelah dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Respons agresif aparat terhadap protes telah memicu apa yang disebut “Gerakan Merah. Para aktivis mengoleskan cat merah di jalan-jalan dan bangunan untuk melambangkan orang-orang mereka yang hilang dalam pertempuran baru-baru ini.

Pernyataan dari pejabat PBB itu muncul setelah sedikitnya 738 orang tewas, banyak lagi yang terluka dan lebih dari 3.300 orang telah ditahan, menurut satu kelompok pemantau di negara itu.

Myanmar telah berada di tengah-tengah tindakan keras militer sejak 1 Februari, ketika tentara menguasai negara itu, menangkap pemimpin sipil Suu Kyi dan anggota partai politiknya. Mereka baru-baru ini mengalahkan oposisi yang berpihak pada junta militer dalam pemilihan umum Myanmar.

Para pemimpin Asia dan menteri luar negeri mereka, termasuk Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta junta, akan bertemu di Jakarta pada Sabtu (24/4) untuk membahas situasi yang berkembang di Myanmar. Pertemuan bertujuan untuk menemukan resolusi damai untuk situasi tersebut.

Militer Myanmar telah membela tindakannya sejak kudeta tersebut. Militer mengklaim pemilu November yang menyerahkan kekuasaan kepada partai Suu Kyi dirusak oleh kecurangan pemilu, dengan lebih dari 10 juta suara hilang atau dipalsukan.

Klaim tentara belum diverifikasi dan komisi pemilihan negara telah menolak tuduhan tersebut. Setelah keadaan darurat yang bisa berlangsung hingga dua tahun berakhir, junta berjanji untuk mengadakan "pemilihan umum yang bebas dan adil".



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasokan Oksigen Terganggu, 22 Pasien Covid-19 di India Meninggal

Sejumlah 22 pasien Covid-19 di satu rumah sakit, negara bagian Maharashtra, India meninggal dunia ketika pasokan oksigen ke ventilator mereka bocor

DUNIA | 22 April 2021

Australia Batalkan Kesepakatan Sabuk dan Jalan Tiongkok

Australia pada Rabu (21/4/2021) mengumumkan akan mencabut kesepakatan pemerintah negara bagian untuk bergabung dengan Gagasan Sabuk dan Jalan Tiongkok.

DUNIA | 22 April 2021

Prancis Akan Longgarkan Pembatasan Mulai 2 Mei

Pemerintah Prancis berencana mencabut pembatasan perjalanan dan melonggarkan jam malam nasional pada 2 Mei, dengan ekspektasi kasus Covid-19 akan segera turun.

DUNIA | 21 April 2021

Tiongkok, “Algojo” Paling Produktif di Dunia

Tiongkok diyakini sebagai "algojo" paling produktif di dunia

DUNIA | 21 April 2021

Target 21 Juni, Paspor Vaksinasi Covid-19 Eropa Mulai Berlaku

Uni Eropa (UE) menargetkan paspor vaksinasi Covid-19 bisa diberlakukan mulai 21 Juni 2021.

DUNIA | 21 April 2021

Bashar al-Assad Maju Lagi di Pilpres Suriah

Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Rabu (21/4/2021) mengajukan diri lagi sebagai kandidat petahana dalam pemilihan presiden Suriah

DUNIA | 21 April 2021

Kemlu: Pengisian Kursi Kosong Dubes Tunggu Fit and Proper Tes DPR

Kementerian Luar Negeri menyatakan proses pengisian kursi kosong duta besar Republik Indonesia (dubes RI).

DUNIA | 21 April 2021

Putin Pastikan Rusia Lanjutkan Modernisasi Senjata

Rusia terus memperkuat angkatan bersenjatanya dengan memodernisasi persenjataan.

DUNIA | 21 April 2021

Gugatan Budak Seks Penjajahan Jepang Ditolak Pengadilan Seoul

Pengadilan Korea Selatan menolak gugatan korban perbudakan seksual masa perang Jepang dan kerabat mereka yang meminta kompensasi dari pemerintah Jepang

DUNIA | 21 April 2021

Swedia Tawarkan Vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai Alternatif

Otoritas Swedia menawarkan vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai alternatif untuk warganya yang berusia di bawah 65 tahun.

DUNIA | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS