Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Filipina Sita Cangkang Kerang Raksasa Senilai Rp 360 Miliar

Minggu, 18 April 2021 | 12:01 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Manila, Beritasatu.com- Pihak berwenang Filipina menyatakan pada Sabtu (17/4/2021) bahwa mereka telah menyita sekitar 200 ton cangkang kerang raksasa. Cangkang senilai US$ 24,8 juta (Rp 360 miliar) itu dipanen secara ilegal dalam salah satu operasi terbesar yang diketahui dari jenisnya di Filipina.

Penjaga pantai mengatakan empat tersangka ditangkap di Green Island yang terpencil di Laut Sulu. Penyitaan ini merupakan tangkapan cangkang kerang raksasa terbesar yang pernah ada oleh penegak hukum di daerah tersebut.

"Mengambil kerang raksasa dari habitat aslinya adalah bentuk kejahatan antar generasi," kata Jovic Fabello, juru bicara Dewan Palawan untuk Pembangunan Berkelanjutan kepada AFP.

Filipina adalah rumah bagi sebagian besar spesies kerang tropis raksasa dunia, dan serangan Jumat terjadi di provinsi barat Palawan, yang dianggap sebagai sarang perburuan.

"Ini akan memengaruhi ekosistem laut secara permanen dan generasi mendatang akan kehilangan manfaat yang diperoleh darinya," tambahnya.

Fabello mengatakan kerang yang disita termasuk kerang Tridacna gigas, kerang terbesar di dunia.

Para konservasionis telah menyatakan kekhawatirannya atas lonjakan perdagangan gelap hewan langka, yang digunakan sebagai pengganti gading, menyusul tindakan keras global dalam perdagangan gading gajah.

Tumbuh hingga lebar 1,3 meter dan berat hingga 250 kg, ganggang laut inang ini merupakan sumber makanan dasar bagi banyak spesies ikan yang dikonsumsi oleh manusia.

Ahli konservasi mengatakan cangkang kerang raksasa digunakan sebagai bahan alternatif untuk produk mulai dari anting hingga lampu gantung karena gading menjadi langka.

Fabello mengatakan perdagangan ilegal kerang raksasa telah berkembang di Palawan dan beberapa daerah lain di Filipina dalam tiga tahun terakhir.

Membunuh spesies yang terancam punah dapat dihukum hingga 12 tahun penjara dan denda hingga satu juta peso di bawah undang-undang perlindungan satwa liar negara itu.

"Orang-orang ini menggali kerang raksasa dan membunuh mereka," kata Fabello.

Penjaga pantai memperkirakan nilai tangkapan terakhir mencapai 1,2 miliar peso (US$ 24,8 juta). Nilai taksiran ini mengalahkan rekor penyitaan di Palawan sebelumnya dari 80 ton cangkang kerang raksasa senilai US$ 3,3 juta (Rp 48 miliar yang disita awal bulan lalu dari Pulau Johnson, juga di dekat tempat penggerebekan hari Jumat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

LSM: 4.500 Warga Palestina Masih Dipenjara Israel

Ada 4.500 warga Palestina di penjara Israel, termasuk seorang pria berusia 82 tahun yang telah berada di balik jeruji besi sejak 2001.

DUNIA | 18 April 2021

Wanita Hamil di Inggris Diminta Pilih Vaksin Covid-19 Pfizer atau Moderna

Wanita hamil di Inggris harus mendapatkan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer atau Moderna karena vaksin itu dianggap lebih aman.

DUNIA | 18 April 2021

Kasus Covid-19 Merebak, Wanita Brasil Diminta Tunda Kehamilan

Brasil telah meminta para wanita untuk "menunda kehamilan" sampai pandemi Covid-19 mereda,

DUNIA | 18 April 2021

Ketegangan Meningkat, Rusia dan Ukraina Saling Usir Diplomat

Rusia dan Ukraina saling usir diplomatnya saat ketegangan antara kedua negara meningkat.

DUNIA | 18 April 2021

Pemimpin Junta Myanmar Akan Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

Kepala junta Myanmar Min Aung Hlaing akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Indonesia pada 24 April.

DUNIA | 18 April 2021

Didera Lonjakan Kasus Covid-19, India Akan Impor 50.000 Ton Oksigen Medis

Pemerintah India telah memutuskan untuk mengimpor 50.000 metrik ton (MT) oksigen medis untuk menambah ketersediaan di tengah lonjakan kasus infeksi Covid-19.

DUNIA | 18 April 2021

Kanada Laporkan Kasus Kedua Pembekuan Darah Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Kanada pada Sabtu (17/4/2021) melaporkan kasus kedua pembekuan darah langka dengan trombosit rendah terkait vaksin Covid-19 Astrazeneca.

DUNIA | 18 April 2021

Kanselir Jerman Disuntik Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Kanselir Jerman, Angela Merkel mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 Astrazeneca

DUNIA | 18 April 2021

Junta Militer Myanmar Bebaskan 23.184 Tahanan

Junta militer Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada Sabtu (17/4/20221) di bawah amnesti Tahun Baru.

DUNIA | 18 April 2021

Tolak Ekspansi Tiongkok, Biden dan Suga Siap Galang Persatuan

Presiden Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Jepang Yoshihide Suga menggalang persatuan bilateral untuk melawan Tiongkok yang makin ekspansif.

DUNIA | 18 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS