Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hari Ini Kasus Baru Covid-19 di India Tembus 200.000

Kamis, 15 April 2021 | 20:45 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES

New Delhi, Beritasatu.com - Beban kasus Covid-19 harian India meningkat dua kali lipat dalam 10 hari terakhir. Rekor 200.000 kasus baru terjadi pada Kamis (15/4), ketika pihak berwenang tengah bergulat dengan kekurangan vaksin, perawatan, dan tempat tidur rumah sakit.

Setelah lengah dengan festival keagamaan massal, demonstrasi politik, dan kerumunan di pertandingan kriket, India mengalami gelombang kedua yang ganas. Negara tersebut mencatat hampir dua juta infeksi baru bulan ini saja.

Minggu ini India melewati Brasil menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS).

Sehari sebelumnya lebih dari 1.000 kematian, data kementerian kesehatan menunjukkan. Dengan demikian totalnya menjadi 175.000 kematian, meskipun secara per kapita India jauh di belakang banyak negara lain.

Setelah lockdown nasional setahun yang lalu menyebabkan kesengsaraan yang meluas dan salah satu penurunan paling tajam dari ekonomi besar lainnya, pemerintah sangat ingin menghindari pengulangan penutupan yang sangat tidak diminati.

Tetapi banyak negara bagian yang memperketat pembatasan, khususnya Maharashtra dan ibu kotanya Mumbai. Pekan ini, otoritas setempat memberlakukan pembatasan yang lebih ketat bagi 125 juta penduduknya.

Hal ini telah mendorong banyak pekerja imigran meninggalkan Mumbai dan kota-kota lain di negara bagian itu. Kondisi ini mengingatkan pada eksodus tahun lalu, ketika pemerintah menghentikan semua aktivitas hampir dalam semalam.

Ibu kota New Delhi pada Kamis menjadi yang terakhir memberlakukan jam malam pada akhir pekan. Otoritas setempat memerintahkan pusat perbelanjaan, pusat kebugaran, dan spa untuk tutup mulai Jumat (16/4/2021) malam.

Kota besar dengan sekitar 25 juta penduduk itu mencatat lebih dari 17.000 kasus baru pada Rabu (14/4/2021), penghitungan satu hari tertinggi sejak pandemi dimulai.

Uttar Pradesh, negara bagian yang luas di India utara dengan populasi lebih dari 240 juta penduduk, juga memberlakukan jam malam di kota-kota besar karena berusaha mengendalikan lonjakan kasus baru-baru ini. kepala menteri negara bagian Yogi Adityanath dirawat di rumah sakit karena Covid-19 pada Kamis.

Rumah sakit India sekarang berjuang untuk mengatasi kondisi tersebut, dengan masalah seperti kekurangan tempat tidur, oksigen, maupun pengobatan terkait virus corona seperti Remdesivir.

Dalam tren baru yang mengganggu itu, dokter di kota-kota yang paling terkena dampak mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah melihat peningkatan jumlah pasien Covid-19 berusia di bawah 45 tahun. Pasien menderita gejala yang lebih parah dibandingkan tahun lalu.

"Kami juga melihat anak-anak di bawah usia 12 dan 15 tahun dirawat dengan gejala pada gelombang kedua. Tahun lalu praktis tidak ada anak-anak yang menunjukkan gejala," kata Khusrav Bajan, konsultan di Rumah Sakit Nasional P.D. Hinduja Mumbai, Kamis (15/4/2021).

Upaya negara untuk memvaksinasi 1,3 miliar penduduknya juga menemui hambatan. Hanya 114 juta suntikan yang telah dilakukan sejauh ini dan stok menipis, menurut otoritas setempat.

Pemerintah India telah mengerem ekspor dari Serum Institute, yang telah memasok puluhan negara dengan vaksin Covid-19, untuk memprioritaskan kebutuhan di dalam negeri.

Bahkan ketika infeksi melonjak, sejumlah festival keagamaan sedang berlangsung. Kumbh Mela di Haridwar, India utara, menyaksikan hampir lima juta peziarah Hindu yang kebanyakan tanpa mengenakan masker berkumpul di tepi Sungai Gangga yang dianggap suci minggu ini.

Virus itu terdeteksi menginfeksi hampir 2.000 orang hanya dalam 48 jam di Haridwar, kata para pejabat pada Rabu.



Sumber: AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sepak Terjang Bernie Madoff, Penipu Skema Ponzi Terbesar dalam Sejarah

Bernard Madoff diputus bersalah pada 2009 atas skema Ponzi yang merugikan ribuan investor hingga US$ 65 miliar

DUNIA | 15 April 2021

Dubes Inggris: Pemakaman Pangeran Philip Dibatasi Hanya 30 Orang

Sesuai dengan protokol kesehatan masyarakat terkait Covid-19, tidak akan ada prosesi pemakaman umum.

DUNIA | 15 April 2021

Kelompok Etnis Myanmar Bersatu Lawan Junta Militer

Kelompok etnis Myanmar kini bersatu melawan junta militer yang telah melancarkan kudeta.

DUNIA | 15 April 2021

WHO Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak Saat Ramadan

WHO menyatakan keprihatinan pada Rabu (14/4/2021) bahwa pandemi Covid-19 dapat memburuk di Timur Tengah dan Afrika Utara selama bulan puasa Ramadan.

DUNIA | 15 April 2021

Jumlah Kasus Infeksi Covid-19 di India Tembus 14 Juta

Tambahan kasus infeksi baru itu menjadikan India mencatat lebih dari 14 juta (14.074.564) kasus.

DUNIA | 15 April 2021

Italia Tangguhkan Distribusi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Italia menyatakan pada Rabu (14/4/2021), telah menangguhkan penggunaan sekitar 184.000 suntikan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson.

DUNIA | 15 April 2021

Tiongkok Terima Pesanan 5 Kapal Tunda untuk Terusan Suez

Tiongkok menerima pesanan pembuatan lima kapal tunda untuk Terusan Suez.

DUNIA | 15 April 2021

Biden: Saatnya Mengakhiri Perang Selamanya

Presiden Joe Biden mengumumkan pada Rabu (14/4/2021), "waktu untuk mengakhiri" perang terpanjang Amerika dengan penarikan pasukan tanpa syarat dari Afganistan.

DUNIA | 15 April 2021

Rumania Tanggguhkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Rumania menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson menunggu penyelidikan Uni Eropa (UE) terkait kasus pembekuan darah.

DUNIA | 15 April 2021

Soal Fukushima, Korsel Akan Lawan Jepang di Pengadilan Internasional

Korea Selatan (Korsel) berniat untuk melawan keputusan Fukushima Jepang di pengadilan internasional.

DUNIA | 15 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS