Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tiongkok Mempertimbangkan Pencampuran Vaksin untuk Meningkatkan Efikasi

Minggu, 11 April 2021 | 23:29 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk mencampurkan vaksin Covid-19 yang berbeda untuk meningkatkan efikasi relatif rendah untuk yang ada saat ini, seorang pakar kesehatan terkemuka mengatakan dalam sebuah konferensi.

Efikasi merupakan tingkat kemanjuran vaksin untuk melawan suatu penyakit pada orang yang sudah menerima vaksinasi.

Dikatakan, pihak berwenang harus mempertimbangkan cara-cara untuk memecahkan masalah bahwa tingkat efikasi vaksin yang tersedia tidak tinggi. Pernyataan ini dilaporkan oleh outlet media Tiongkok The Paper, mengutip Gao Fu, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDCP).

Komentarnya menandai pertama kalinya seorang ahli top Tiongkok secara terbuka menyinggung kemanjuran vaksin negara itu yang relatif rendah, saat pemerintah terus maju dalam kampanye vaksinasi massal dan mengekspor suntikannya ke seluruh dunia.

Pemerintah Tiongkok telah memberikan sekitar 161 juta dosis sejak vaksinasi dimulai tahun lalu, kebanyakan orang akan membutuhkan dua suntikan dosis. Otoritas telah menetapkan sasaran untuk sepenuhnya menginokulasi 40% dari 1,4 miliar penduduknya pada Juni.

Tetapi banyak penduduk yang lambat mendaftar untuk suntikan, dengan sebagian besar aktivitas kembali normal di dalam perbatasan Tiongkok dan wabah di dalam negeri terkendali.

Gao sebelumnya menekankan cara terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah vaksinasi. Dalam sebuah wawancara media pemerintah baru-baru ini ia mengatakan pemerintah menargetkan vaksinasi kepada 70%-80% dari populasi negara pada akhir tahun ini hingga pertengahan 2022.

Pada konferensi di Chengdu pada Sabtu (10/4), Gao menambahkan bahwa opsi untuk mengatasi masalah efikasi adalah dengan penggunaan bergantian dosis vaksin yang memanfaatkan teknologi berbeda.

Ini adalah pilihan yang juga dipelajari oleh para ahli kesehatan di luar Tiongkok.

Gao mengatakan, para ahli tidak boleh mengabaikan vaksin mRNA hanya karena sudah ada beberapa suntikan virus corona di negara tersebut. Ia mendesak untuk pengembangan lebih lanjut, The Paper melaporkan.

Saat ini, tidak ada suntikan produksi Tiongkok yang disetujui secara kondisional untuk pasar yang merupakan vaksin mRNA, kecuali produk yang menggunakan teknologi termasuk yang dimiliki oleh raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer dan perusahaan rintisan Jerman BioNTech, serta oleh Moderna.

Vaksin produksi Tiongkok mengandung virus atau kuman penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Namun, vaksin mRNA (messenger RNA) merupakan vaksin dengan teknologi atau varian baru dengan rekayasa komponen materi genetik agar menyerupai virus tertentu dan memicu reaksi kekebalan tubuh.

Tiongkok memiliki empat vaksin yang disetujui secara kondisional saat ini. Tingkat efikasi yang dipublikasikan masih tertinggal dari saingannya Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang masing-masing memiliki efikasi 95% dan 94%.

Sinovac Tiongkok sebelumnya mengatakan uji coba di Brazil menunjukkan sekitar 50% efikasi dalam mencegah infeksi dan efikasi 80% dalam mencegah kasus yang membutuhkan intervensi medis.

Vaksin Sinopharm memiliki tingkat efikasi masing-masing 79,34% dan 72,51%, sedangkan secara keseluruhan efikasi untuk CanSino adalah 65,28% setelah 28 hari. (afp/eld)



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IMF, Bank Dunia Mendorong Opsi Penukaran Utang dengan Proyek Hijau

Gagasan untuk menghapuskan utang yang dimiliki oleh negara-negara miskin dengan imbalan investasi "hijau" yang ramah lingkungan semakin menguat pekan ini.

DUNIA | 11 April 2021

Akhir 2021, Output Vaksin Covid-19 Tiongkok Capai 3 Miliar Dosis

Tiongkok kemungkinan akan memproduksi 3 miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021.

DUNIA | 11 April 2021

Pabrik dan Bank Ditutup, Ekonomi Myanmar Runtuh

Perekonomian Myanmar mengalami keruntuhan saat banyak pabrik dan bank ditutup pascakudeta.

DUNIA | 11 April 2021

PM Kamboja Hun Sen Ancam Penjara Pelanggar Karantina Covid-19

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam para pelanggar karantina dengan hukuman penjara pada Sabtu (10/4/2021).

DUNIA | 11 April 2021

UEA Perkenalkan Astronaut Wanita Pertama

seorang wanita UEA terpilih sebagai salah satu dari dua kandidat untuk pelatihan yang dibantu NASA sebagai awak misi di luar angkasa.

DUNIA | 11 April 2021

Pemakaman Pangeran Philip Digelar 17 April, Meghan Tak Hadir

Upacara pemakaman Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II dari Inggris, akan diadakan pada 17 April. Istana menyatakan Meghan tidak akan hadir.

DUNIA | 11 April 2021

Tiongkok Akui Efektivitas Vaksin Sinovac Tergolong Rendah

Pejabat pengendalian penyakit tertinggi Tiongkok mengakui efektivitas vaksin Covid-19 Sinovac tergolong rendah.

DUNIA | 11 April 2021

Didera Gelombang Ketiga Covid-19, Bangkok Rencanakan Bangun RS Darurat

Otoritas Bangkok berencana untuk membangun rumah sakit darurat di lapangan dengan 10.000 tempat tidur rumah sakit.

DUNIA | 11 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di India Mendekati 100 Juta Dosis

India telah memberikan lebih dari 90 juta dosis vaksin virus corona di tengah gelombang kedua infeksi yang mematikan.

DUNIA | 11 April 2021

PM Inggris Tidak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak akan menghadiri pemakaman Pangeran Philip pada Sabtu (17/4/2021).

DUNIA | 11 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS